Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Hujan Tak Merata Hingga Angin Kencang di Kediri, Ini Penjelasan BMKG

    Hujan Tak Merata Hingga Angin Kencang di Kediri, Ini Penjelasan BMKG

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 27 Januari 2026 - 07:23
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Pantauan BMKG Kediri: tropical cyclone bernama 91S yang berada di wilayah Samudera Hindia, sebelah barat Australi. [Nanik/tahukediri.id]
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dhoho Kediri menjelaskan penyebab kondisi cuaca tak menentu belakangan ini. Hujan yang datang tiba-tiba lalu disusul cuaca panas serta angin kencang disebut berkaitan dengan pengaruh siklon tropis di wilayah Samudera Hindia.

    Staf Operasional BMKG Dhoho Kediri, Mafian, menyampaikan bahwa saat ini terpantau adanya tropical cyclone bernama 91S yang berada di wilayah Samudera Hindia, sebelah barat Australia. Siklon tersebut mulai terdeteksi sejak 24 Januari 2026 pukul 01.00 WIB dan masih memberikan dampak tidak langsung terhadap wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur, Kediri khususnya.

    “Itu (91S) juga yang menyebabkan potensi cuaca ekstrem, termasuk angin kencang. Beberapa hari kemarin hingga hari ini juga masih terasa,” ujarnya, Senin (26/1/2026).

    Banner Promo

    Nanum Mafian menegaskan, kondisi hujan yang tidak merata dan cuaca yang cepat berubah di Kediri ini belum memasuki masa peralihan musim. Berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim hujan masih berlangsung hingga Februari.

    “Kalau dilihat, prediksi puncak musim hujan masih terjadi pada Januari sampai Februari. Jadi saat ini belum memasuki masa peralihan musim,” tegasnya.

    Lebih lanjut, Mafian menjelaskan bahwa siklon tropis tersebut memengaruhi pergerakan massa udara di wilayah Indonesia. Massa udara di Samudera Hindia bagian barat tertarik menuju pusat siklon di barat Australia, sehingga massa udara dari wilayah barat Indonesia terdorong masuk ke wilayah Pulau Jawa.

    “Akibatnya, massa udara dari sebelah barat Indonesia tertarik masuk ke wilayah Indonesia, terutama Pulau Jawa. Maka, di wilayah Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur termasuk Kediri, terjadi peningkatan pertumbuhan awan yang cukup signifikan. Dari pengaruh TC tersebut, terjadi banyak pertumbuhan awan di Jawa Timur, khususnya Kediri dan sekitarnya. Selain itu, beberapa hari ini angin juga menjadi cukup kencang,” jelasnya.

    Meski begitu, Mafian memastikan bahwa dampak siklon tropis ini di wilayah Kediri tidak bersifat ekstrem. Hal itu disebabkan posisi siklon yang lebih dekat dengan Australia.

    “Secara umum, wilayah Indonesia terdampak, khususnya Jawa Timur, termasuk Kediri dan sekitarnya. Namun, dampaknya tidak sampai ekstrem,” terangnya.

    Sementara terkait hujan yang turun tidak merata, Mafian menyebut hal tersebut disebabkan oleh ketidakstabilan pergerakan awan akibat pengaruh siklon tropis.

    “Kalau angin tidak kencang, hujan biasanya lebih merata. Namun saat ini hujan tidak merata karena sangat dipengaruhi oleh TC Launa,” ujarnya.

    Mafian menambahkan, bahwa fenomena siklon tropis memang umumnya terjadi setiap tahun saat musim hujan, terutama di wilayah selatan khatulistiwa. Dampak yang lebih besar biasanya dirasakan di wilayah Indonesia bagian timur seperti Nusa Tenggara Timur (NTT).

    “Tropical cyclone ini durasinya bisa berhari-hari, dua sampai tiga hari, selama siklonnya masih aktif,” pungkasnya. [nik/ang]

    Berita Kediri BMKG Kediri jatim
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleHarapan PKL Nasi Padang Jalan Joyoboyo Usai Direlokasi ke Sentra Kuliner Pasar Banjaran Kediri
    Next Article BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Hingga Februari, BPBD Kota Kediri Siaga 24 Jam

    Info Lainnya

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21

    Kunjungi KDMP Sonorejo, Menko Pangan Tekankan Penyaluran Subsidi Tepat ke Masyarakat

    15 Oktober 2026 - 19:17
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.