Kediri (tahukediri.id) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga Februari 2026. Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri menyatakan kesiapsiagaan penuh selama 24 jam untuk mengantisipasi dampak yang mungkin timbul.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, mengatakan peringatan dini BMKG sebelumnya menunjukkan sejumlah daerah di Jawa Timur, termasuk Kota Kediri, masuk kategori waspada pada 22 hingga 24 Januari 2026, dengan potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.
“Untuk level waspada, potensi hujannya sedang sampai lebat. Kalau siaga itu hujan lebat hingga sangat lebat, dan awas adalah hujan sangat lebat sampai ekstrem,” jelas Joko.
Menurut dia, meskipun masa peringatan harian telah berlalu, potensi cuaca ekstrem belum berakhir. BMKG memprediksi kondisi tersebut masih akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.
“Prediksi BMKG menyebutkan cuaca ekstrem akan terjadi hingga Februari. Karena itu, kami tetap siaga,” ujarnya.
Joko menjelaskan, hujan lebat yang disertai angin kencang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, genangan air, dan pohon tumbang. Kondisi ini perlu diantisipasi, terutama di wilayah rawan dan permukiman yang berada di sekitar aliran sungai.
BPBD Kota Kediri telah menyiapkan personel dan peralatan untuk menghadapi kemungkinan terburuk. “Kami standby 24 jam, peralatan sudah disiapkan. Begitu ada laporan, kami langsung melakukan penanganan,” katanya.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika hujan lebat dan angin kencang terjadi. Warga diminta tidak berteduh di lokasi yang berisiko, seperti di bawah pohon besar.
“Bagi warga yang tinggal di dekat sungai, jika terjadi genangan dengan ketinggian yang mengkhawatirkan, segera laporkan ke layanan darurat 112,” ujar Joko.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam pencegahan bencana, salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai, karena dapat menghambat aliran air dan memperparah genangan.
“Informasi cuaca terus kami perbarui melalui media sosial BPBD. Harapannya, masyarakat bisa menjadikannya sebagai dasar untuk antisipasi,” pungkasnya. [tan/ang]

