Kediri (tahukediri.id) – Aksi unjuk rasa menuntut komitmen Perhutani Kediri dalam mendukung program pembangunan Koperasi Merah Putih (KDMP), Selasa (24/2/2026), nyaris ricuh. Massa hampir terlibat adu jotos dengan oknum pegawai Perhutani saat menyampaikan aspirasi di depan kantor setempat.
Aksi tersebut diikuti aktivis gabungan LSM GRIB Jaya (Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu), Saroja, dan IPK (Ikatan Pemuda Kediri). Mereka menyatakan dukungan terhadap program nasional KDMP sekaligus mendesak Perhutani memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaannya di Kabupaten Kediri.
Tuntutan Transparansi dan Komitmen
Dalam tuntutannya, massa meminta komitmen Perhutani untuk mendukung KDMP, mendesak transparansi publik dalam proses administrasi, serta meminta Administratur Perhutani KPH Kediri bertanggung jawab atas polemik di lapangan.
Salah satu perwakilan massa menyoroti adanya surat dari pihak Perhutani kepada Kepala Desa Manggis yang dinilai menimbulkan keresahan. Surat tersebut disebut memicu kebingungan di tingkat desa di tengah upaya pemerintah daerah mendorong realisasi KDMP.
Klarifikasi Perhutani
Menanggapi hal itu, Administratur Perhutani KPH Kediri, Miswanto, menegaskan pihaknya berkomitmen mendukung pelaksanaan KDMP dan tidak bermaksud menghambat program.

Ia menjelaskan Perhutani memiliki peran dalam pengawalan perizinan sesuai kewenangan. Dari total 21 titik KDMP di wilayah KPH Kediri yang mencakup lima kabupaten, empat titik berada di Kabupaten Kediri.
Dua titik di antaranya di Desa Manggis dan Sata disebut telah berjalan, sedangkan dua titik lainnya masih dalam proses verifikasi dan perencanaan lapangan.
“Perhutani berkomitmen mendukung seluruh program yang bertujuan untuk kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Kami hanya menjalankan peran sesuai kewenangan dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait,” ujarnya.
Aksi Berakhir Damai
Aksi yang berlangsung di depan Kantor Perhutani KPH Kediri tersebut akhirnya ditutup dengan penandatanganan komitmen oleh Administratur sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan KDMP. Massa kemudian membubarkan diri dengan tertib. [Tan/ang]

