Kediri (tahukediri.id) – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengajak masyarakat untuk mengendalikan pola belanja dan menghindari pemborosan makanan selama bulan suci Ramadan. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Safari Ramadan Kecamatan Kota yang digelar di Masjid Jami’ Al-Huda, Jumat (27/2).
Menurut Mbak Wali, Ramadan selalu menghadirkan suasana yang lebih tenang, hangat, dan guyub. Momentum ini dinilai tepat untuk meningkatkan keimanan, memperkuat ukhuwah, serta menjaga kebersamaan di tengah masyarakat.
“Ramadan mengajarkan kita untuk menahan diri dan hidup sederhana. Belanjalah secukupnya sesuai kebutuhan, jangan sampai makanan berlebih justru terbuang,” ujarnya.
Ia menyampaikan, menjelang Ramadan dan Lebaran biasanya kebutuhan masyarakat meningkat. Pemerintah Kota Kediri terus memantau ketersediaan bahan pokok dan memastikan stok aman. Pemkot juga menggelar operasi pasar murah serta gerakan pangan murah di sejumlah wilayah.
“Kami memastikan ketersediaan barang pokok aman. Operasi pasar murah dan gerakan pangan murah sudah disiapkan dan bisa dimanfaatkan masyarakat,” katanya.
Selain itu, Mbak Wali juga mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban selama Ramadan, baik saat tarawih, sahur, maupun aktivitas di jalan raya. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan masjid serta menghidupkan kembali kepedulian antar-tetangga melalui semangat gotong royong.
Safari Ramadan tersebut juga diisi tausiyah oleh Ustadz Khoirul Fayd. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa puasa tidak hanya dimaknai sebagai menahan lapar dan dahaga, tetapi harus mampu membentuk pribadi yang lebih baik.
Ustadz Khoirul Faud menegaskan, puasa sejatinya melatih umat untuk menjaga lisan, sikap, dan perilaku. Ia mengingatkan agar ibadah puasa tidak kehilangan makna akibat perbuatan yang justru mengotori nilai Ramadan.
“Banyak orang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan pahala secara sempurna karena tidak menjaga perilakunya. Puasa harus mampu membersihkan jiwa dan memperbaiki akhlak,” pesannya.
Ia juga mengajak jamaah memanfaatkan bulan Ramadan sebaik mungkin, karena setiap Ramadan selalu berbeda dan belum tentu dapat dijumpai kembali di tahun berikutnya. Menurutnya, salah satu tanda keberhasilan Ramadan adalah perubahan sikap dan meningkatnya kualitas ibadah setelah bulan suci berakhir.
Melalui Safari Ramadan ini, diharapkan terbangun solidaritas dan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menghadirkan keberkahan bagi Kota Kediri selama Ramadan dan seterusnya. [Tan/ang]

