Kediri (tahukediri.id) – Momen arus mudik dan balik Lebaran selalu menjadi berkah tersendiri bagi pusat oleh-oleh. Salah satunya GTT Pusat Oleh-oleh Kediri yang bahkan mengalami peningkatan cukup signifikan dibanding tahun lalu.
Manajer GTT Pusat Oleh-oleh Kediri, Heru Indra, mengungkapkan bahwa penjualan produk unggulan seperti tahu takwa dan getuk pisang bahkan mengalami peningkatan sekitar 30 hingga 40 persen selama periode Lebaran tahun ini.
“Jadi penjualan untuk oleh-oleh khas Kediri, terutama untuk tahu takwa dan getuk pisang, Alhamdulillah tahun ini ada peningkatan yang cukup baik. Jadi 30 sampai 40%,” katanya saat ditemui di GTT Pusat Oleh-oleh Kediri di Jl. Pamenang No.1, Besok, Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri , Kamis (26/3/2026).
Lebih lanjut, Heru menjelaskan, untuk tahu takwa kemasan besek, penjualannya bisa mencapai 800 hingga 900 besek per hari, atau setara dengan 8.000 sampai 9.000 biji tahu per hari. Sementara, untuk tahu takwa kemasan vakum (SP) juga menunjukkan angka penjualan tinggi, yakni sekitar 850 hingga 900 pack per hari.
Selain itu, produk getuk pisang juga mengalami lonjakan permintaan. Dalam kurun waktu empat hingga lima hari, penjualan mencapai sekitar 6.000 biji. Peningkatan ini didukung oleh kesiapan stok serta kerja sama yang baik dengan para pemasok.
“Jadi, ini Alhamdulillah ada peningkatan kurang lebih kalau dibandingkan tahun yang lalu, ya ada peningkatan kurang lebih ada 30 sampai 40 persen,” ujarnya.
Namun, lanjutnya, dari sisi harga pada momentum lebaran ini terjadi sedikit kenaikan. Harga tahu takwa yang sebelumnya berkisar Rp35.000–Rp36.000 per besek, kini naik menjadi Rp40.000–Rp42.000.
Sementara tahu vakum dari Rp16.000 menjadi Rp18.000 per pack. Meski demikian, kenaikan harga tidak menyurutkan minat pembeli.
Menurutnya, mayoritas pelanggan yang datang merupakan pemudik dari luar kota yang hendak kembali ke daerah perantauan. Mereka memanfaatkan momen ini untuk membeli oleh-oleh khas Kediri bagi keluarga maupun rekan kerja.
“Dan pengunjung ini mulai ramai H-3. Jadi mulai jadwal untuk apa namanya cuti bersama. Itu mulai ramai, ada peningkatan. Sampai dengan hari ini juga Alhamdulillah masih ramai dan puncaknya itu di hari kedua dan hari ketiga. Hari raya. Itu yang puncaknya sangat ramai sekali,” Imbuhnya.

Pihaknya juga selalu berusaha meningkatkan pelayanan demi kenyaman customer. Salah satunya dengan selalu memastikan ketersediaan stok barang selalu ada, sehingga tidak membuat pelanggan menunggu lama.
“Ini juga kesiapan dari kita dalam peningkatan pelayanan juga ketersediaan stok barang yang beli di kita tahun ini lebih baik daripada tahun lalu. Jadi antrean-antrean untuk customer yang berbelanja terutama khusus oleh-oleh untuk khas Kediri ini enggak sampai antri dan enggak sampai apa menunggu,” terangnya.
GTT Pusat Oleh-oleh Kediri juga menyediakan dua pilihan kemasan tahu takwa yakni kemasan besek dan SP atau vakum. Menurut Heru, dari segi kualitas tidak ada bedanya, hanya saja ketahanan produk yang berbeda. Kemasan SP lebih tahan lama hingga lima hari dibanding besek yang hanya bisa bertahan dua hari saja.
“Jadi kekuatan untuk tahu bijian yang masuk di dalam besek itu bisa sampai dua hari saja. Tapi untuk yang vakum ini yang SP ini bisa bertahan sampai 5 hari, yang diperuntukkan untuk antisipasi para pemudik atau arus balik yang jaraknya jauh. Jadi misalnya ke Jawa Tengah, Jawa Barat itu mereka lebih condong ambilnya ini yang SP ya,” ujarnya.
Salah satunya Ica, pelanggan perantau asal Gringging yang kini tinggal di Jakarta, mengaku selalu menyempatkan diri membeli oleh-oleh setiap pulang kampung.
“Saya sudah 10 tahun merantau di Jakarta. Setiap tahun pasti ke sini beli tahu kuning dan pecel,” katanya.
Menurut Ica, di Jakarta tidak ada jualan tahu kuning, sehingga ia selalu membawa oleh-oleh khas Kediri tersebut jika balik ke perantauan untuk mengobati kangen.
“Enggak ada (tahu kuning). Kebetulan saya enggak pernah ketemu, terus pecelnya juga dari tahun ke tahun saya sudah biasa belinya di sini. Untuk mengobati kangen ya, Mbak. Beli pecel buat teman-teman sama buat kita sendiri, konsumsi sendiri, belinya di sini setiap tahunnya,” terangnya.
Ia bahkan membeli hingga dua kardus untuk dibawa kembali ke Jakarta sebagai oleh-oleh bagi keluarga dan teman.
Serupa dengan Ica, Siti Romlah, pemudik dari Sidoarjo ini juga membeli oleh-oleh getuk pisang untuk dibawanya kembali perantauan.
“Beli getuk pisang untuk oleh-oleh ke Sidoarjo nanti. Senang beli disini, selalu fresh (getuk pisang),” katanya.
Dengan peningkatan penjualan yang signifikan serta antusiasme pelanggan yang tinggi, momen Lebaran kembali menjadi ajang penting bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan dan menguatkan daya tarik kuliner khas daerah, khususnya oleh-oleh legendaris dari Kediri. [nik/ang]

