Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Pemkab Kediri Lepas 96 Peserta Magang Jepang 2026, Sekda Wanti-Wanti Jaga Etika Medsos

    Pemkab Kediri Lepas 96 Peserta Magang Jepang 2026, Sekda Wanti-Wanti Jaga Etika Medsos

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 22 April 2026 - 18:13
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Pemerintah Kabupaten Kediri kembali memberangkatkan puluhan tenaga kerja terampil ke Negeri Sakura
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri kembali memberangkatkan puluhan tenaga kerja terampil ke Negeri Sakura untuk menekan angka pengangguran dan mendongkrak kualitas sumber daya manusia. Bertempat di Conventions Hall Simpang Lima Gumul (SLG), Rabu (22/4/2026), Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kediri Mohamad Solikin secara resmi melepas 96 peserta Pelatihan Daerah (Pelatda) Magang Jepang Tahap I Angkatan 388. Para kandidat terpilih ini telah sukses melewati proses gemblengan panjang hasil kerja sama dengan International Manpower (IM) Japan.

    Pasca-pelepasan di tingkat daerah, para calon pekerja magang ini tidak serta merta langsung terbang ke luar negeri. Mereka diwajibkan menjalani pemusatan latihan lanjutan di fasilitas tingkat nasional. “Tahapan berikutnya akan pelatnas nanti. Mereka nanti harus masuk pelatnas, lemak waktunya akan menunggu nanti dari kementerian. Nanti dari IM tadi sudah siap, Puslatnya di Bekasi,” jelasnya.

    Solikin menaruh ekspektasi tinggi agar para duta pekerja dari kawasan Mataraman dan berbagai daerah lain ini mampu merawat citra positif bangsa. Integritas dan performa pekerja Tanah Air selama ini telah mendapat pengakuan luas di mata industri global.

    Banner Promo

    “Yang disampaikan oleh Sensei tadi, bahwa Indonesia memiliki reputasi yang sangat baik ketika kita bekerja di Jepang. Ini adalah modal yang sangat besar, kepercayaan sangat tinggi dan itu harus kita pertahankan bersama-sama,” ujarnya.

    Selain soal ketangguhan fisik dan penguasaan linguistik, kecerdasan emosional khususnya dalam bermedia sosial kini menjadi sorotan tajam birokrasi pemerintahan. Pemkab Kediri menginstruksikan secara tegas agar setiap dinamika atau persoalan di lingkungan kerja diselesaikan melalui alur komunikasi internal perusahaan, bukan dijadikan konten viral demi mendulang simpati dunia maya.

    “Ini harus disiapkan sejak awal, siap mental, siap fisik, kemudian juga kesiapan bahasa, termasuk dalam hal menjaga diri, terutama penggunaan media sosial. Jangan-jangan nanti di tempat kerja mereka ada masalah, langsung di-blow up ke media sosial, enggak dikomunikasikan ke atasannya, ke tim kerjanya atau ke perusahaan, ini bisa jadi masalah baru,” terangnya.

    Optimalisasi pengiriman tenaga kerja ke luar negeri ini dinilai krusial dan berdampak signifikan bagi ekonomi daerah. Tercatat, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di wilayah Kabupaten Kediri sukses ditekan menjadi 4,71 persen, membaik secara grafis dari posisi sebelumnya di kisaran 5,4 persen. Oleh karena itu, pengalaman merantau diharapkan mampu mencetak wirausahawan tangguh kelak.

    “Manfaatkanlah program ini sebagai kesempatan emas. Bukan sekadar pekerjaan, tapi wadah untuk meningkatkan keterampilan teknis dan kemampuan bahasa, serta yang nantinya akan menjadi modal berharga bagi masa depan kalian,” tandas Solikin.

    Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Kediri, Ibnu Imad, memaparkan bahwa 96 kandidat tersebut adalah output dari penyaringan ketat sejak September lalu, di mana mereka wajib melahap materi pelatihan intensif selama 70 hari penuh. “Awalnya 104 peserta, setelah melalui beberapa tahapan evaluasi, tersisa 96 peserta yang hari ini dilepas” katanya.

    Kandidat magang ini tidak hanya didominasi warga lokal Kediri, melainkan menarik minat dari berbagai wilayah Jawa dan luar Jawa. Ibnu menambahkan, puluhan peserta bahkan sudah memegang kepastian penempatan dan jaminan kerja.

    “Karena tahapannya gini, tahap 1, 2, 3 dibada MCU, setelah itu wawancara dengan perusahaan. Kalau perusahaan sudah cocok, maka dia langsung bisa menandatangani kontrak dan itu jumlahnya total sampai saat ini 41,” jelasnya.

    Untuk keberangkatan edisi 2026, cakupan sektor penempatan industri semakin bervariasi. Melengkapi sektor konstruksi dan infrastruktur yang sudah langganan, tenaga magang dari Indonesia kini mulai merambah industri pertanian.

    Perwakilan IM Japan, Kumagai Sensei, menegaskan bahwa sinergi bilateral urusan tenaga kerja ini telah terbangun kokoh sejak 1993, dengan lebih dari 6.800 WNI saat ini masih aktif berkarya di Jepang. “Peserta dari Indonesia memiliki reputasi yang sangat baik dibandingkan negara lain. Kunci utamanya adalah kedisiplinan dan etos kerja,” trangnya.

    Program yang memakan waktu tiga hingga lima tahun dengan hari kerja Senin hingga Jumat ini terbukti menjadi magnet utama pencari kerja yang menginginkan eskalasi karier sekaligus modal finansial.

    Ramli Kurniawan, salah satu peserta yang didatangkan dari Ponorogo, melihat rasio penghasilan yang didapat cukup sepadan dengan risiko jauh dari keluarga. “Selain pengalaman, gaji di Jepang juga lebih menjanjikan. Memang biaya hidup di sana lebih tinggi, tapi itu tergantung bagaimana kita mengelola penghasilan,” ungkapnya. [nik/ang]

    Berita Kediri Kabupaten Kediri Magang Jepang Pemkab Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleIGRA dan Faber-Castell Gelar Lomba Mewarnai di Kediri, Padukan Kreativitas dan Teknologi
    Next Article Polres Kediri Resmikan SPPG Ketiga di Kandat, Perkuat Upaya Tekan Stunting

    Info Lainnya

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21

    Kunjungi KDMP Sonorejo, Menko Pangan Tekankan Penyaluran Subsidi Tepat ke Masyarakat

    15 Oktober 2026 - 19:17
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.