Kediri (tahukediri.id) – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) kembali menggelar Kontes Ternak setelah sempat vakum sejak tahun 2019 akibat pandemi Covid-19. Ajang ini menjadi momentum kebangkitan sektor peternakan sekaligus menunjukkan potensi besar yang dimiliki daerah.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, mengatakan bahwa, kedepan diharapkan Kontes Ternak ini bisa diadakan setiap tahun, bukan hanya di tingkat Kabupaten tetapi juga tingkat provinsi.
“Nah saya bilang, maka Kontes Ternak ini kalau bisa, dan harus bisa, setiap tahun kita adakan dan sebagai Kontes ternak yang minimal sejawa timur lah paling baik,” ujarnya saat ditemui di lokasi Kontes Ternak 2026 di Lapangan Desa Wonorejo, Kecamatan Wates, Rabu (6/5).
Mas Dhito, sapaan akrabnya menambahkan, Kontes Ternak ini diharapkan juga tak hanya menjadi ajang kompetisi, juga mampu mendorong inovasi di kalangan peternak. Menurutnya, saat ini, sudah mulai ada pergeseran dari hasil ternak mentah ke produk olahan seperti yoghurt dan produk turunan lainnya.
“Seperti halnya jika di pertanian tidak hanya menjual nanas tapi Nanasnya itu dibuat jadi jus. Ada juga yang nanasnya dijadikan selai. Jadi artinya hal-hal tersebut yang harus dilakukan,” imbuhnya.
Mas Dhito menegaskan, bahwa sektor peternakan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan. Menurutnya, negara yang kuat adalah negara yang mampu menjaga ketersediaan pangan, termasuk dari sektor peternakan.
“Apapun yang terjadi di sektor peternakan. Ini menjadi kunci. Karena negara yang kuat hari ini adalah negara yang memiliki ketahanan pangan,” katanya.
Berdasarkan data terbaru, populasi sapi di Kabupaten Kediri mengalami kenaikan dari sekitar 214 ribu ekor menjadi 216 ribu ekor dalam satu tahun terakhir. Kenaikan ini menjadi sinyal positif bahwa sektor peternakan masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih, menyampaikan bahwa, Kontes Ternak 2026 ini diselenggarakan selama dua hari mulai Rabu (5/5) dan Kamis (6/5). Kegiatan ini juga merupakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Kediri 1.222.
“Kontes Ternak 2026 ini dalam rangkaian hari jadi Kabupaten Kediri yang ke-1222, dengan tujuan yang pertama memberikan edukasi, informasi, dan juga pendidikan, usaha,” ujarnya.
Lebih lanjut Tutik menjelaskan, ajang tersebut diikuti oleh 134 ekor peserta sapi dari 26 kecamatan. Dalam kontes tersebut terdiri dari 10 kategori yang dilombakan. Sementara jenis sapi yang dilombakan meliputi sapi Peranakan Ongole (PO), sapi hasil persilangan inseminasi buatan, serta sapi kereman ekstrem.
“Dan alhamdulillah untuk yang ekstrem, tadi berat terberat adalah 1,214 kg. Jadi luar biasa sekali peternak yang ada di Kabupaten Kediri,” katanya.
Menurut Tutik, dari sisi kesehatan hewan, kondisi di Kabupaten Kediri juga terpantau aman. Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dilaporkan nihil dalam beberapa pekan terakhir, sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan lancar.
Pihaknya juga potensi ternak di Kabupaten Kediri semakin meningkat, bahkan menjelang Hari Raya Idul Adha, Ia pastikan kebutuhan daging di Kabupaten Kediri tercukupi.
“Dan ini yang menarik dari apa, evaluasi kami tahun 2026 ini, untuk permintaan keluar, khususnya hewan kurban luar biasa sekali. Kambing dari teman-teman sudah menyampaikan, ada permintaan sekian-sekian Bu ke Jawa Barat. Sapi hampir semuanya sudah laku. Nah, kalau teman-teman menyampaikan di Jawa Tengah, Jawa Barat,” terangnya.
Di sisi lain, Pemenang Kontes Ternak 2026, Yuda (28), asal Sambirejo,mengatakan ia tidak menyangka sapi jenis Simental X Pegon peliharaannya bisa mendapatkan juara satu di ajang bergengsi ini.
“Ya, senang, bahagia. Sebelumnya sudah pernah ikut, cuma yang waktu sekarang yang busa tampil ya ini,” ujarnya.
Ia juga berencana akan ikut kontes serupa jika ada kesempatan. “Bismillah, kita maksimalkan semaksimal mungkin untuk kedepan,” imbuhnya.
Selain kontes, kegiatan ini juga diramaikan dengan pameran UMKM, gerakan pangan murah selama dua hari, serta dukungan dari pelaku usaha peternakan mulai dari penyedia pakan hingga sarana produksi lainnya.
Dengan potensi yang ada, sektor peternakan di Kabupaten Kediri diharapkan terus berkembang dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional. [nik/ang]

