Kediri (tahukediri.id) – Semangat memasyarakatkan olahraga basket hingga ke pelosok desa terus digelorakan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kabupaten Kediri.
Hal itu terlihat dalam gelaran Turnamen 3×3 Kelud Basket Ball yang berlangsung di SDN Satak 1, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Senin (11/5/2026).
Ketua Perbasi Kabupaten Kediri, Miftahul Ulum mengatakan, bahwa turnamen yang diikuti puluhan tim dari berbagai daerah di Jawa Timur tersebut ini merupakan bagian dari misi Perbasi untuk mengenalkan basket hingga ke desa-desa.
“Event ini berlatar belakang kami pengurus Perbasi Kabupaten Kediri ingin, apa namanya, memperkenalkan basket ke seluruh masyarakat luas. Jadi tidak hanya di kota saja. Kita sebarkan di pelosok-pelosok desa, kenapa? Karena kita ingin tahu, di pelosok desa kalau sudah tahu, oh ini olahraga basket, ternyata tidak begitu mahal sih olahraga basket,” jelasnya.
Lebih lanjut Ulum menuturkan, kegiatan ini juga menjadi ajang pencarian bibit atlet muda, terlebih untuk persiapan Porprov 2029 mendatang. Terdapat tiga kategori dalam turnamen ini, yakni mulai dari SD, SMP, dan Umum.
Menurutnya, pembinaan sejak usia dini menjadi fokus utama Perbasi Kabupaten Kediri. Karena itu, pembangunan lapangan basket di tingkat sekolah dasar terus dilakukan.
“Kalau kita basketnya mulai dari SMA telat. Jadi saya menyasari anak-anak SD, itu tujuan kami. Tujuan satu-satunya adalah memasyarakatkan bola basket sejak usia dini, tegasnya.
Turnamen 3×3 Kelud tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua, setelah sebelumnya digelar di SDN Gadungan 4 pada 2024 lalu. Pemilihan SDN Satak 1 sekaligus menjadi momentum peresmian lapangan basket hasil gotong royong masyarakat bersama pengurus Perbasi.
Pembangunan fasilitas olahraga basket sekaligus penyelenggaraan turnamen basket di desa ini pun mendapat apresiasi dari Ketua DPD Perbasi Jawa Timur Grace Evi Ekawati, sekaligus Wakil Perbasi Zona Jawa.
“Kita akan punya budaya yang sangat luar biasa yaitu gotong royong. Makanya saya bilang sama Ulum, Ulum, tak bantu gini-gini, kamu bantu tenaganya mau enggak? mau. Oke, akhirnya jadi. Jadi harapan saya buktinya dengan lapangan ada, ya, kan bagaimana Surabaya datang semua ke sini yang enggak tahu Satak, enggak tahu desa mana ini, sampai datang ke sini dengan crowded-nya mobil-mobil dan ini bukan tontonan yang kaleng-kaleng lho ini,” ujarnya.
Ia berharap olahraga basket bisa menjadi sarana lahirnya potensi atlet muda sekaligus menggerakkan sektor wisata dan UMKM di desa, seperti di SDN Satak yang dekat dengan kawasan lereng Gunung Kelud.
“Kalau nantinya di sini mau jualan-jualan sebetulnya bagus, ada spot untuk ekonominya sini akhirnya mereka bisa setiap event jualan es, jualan apa, nah gitu loh. Dan untuk turis juga akhirnya menjadi spot tourism, tahu lereng Gunung Kelud, tahu apa. Jadi semua dari olahraga bola basket, saya berharap” terang Mama Eva, sapaan akrabnya.
Disamping itu, Ketua Koni Kabupaten Kediri Hakim Rahmadsyah Parnata juga turut mengapresiasi turnamen yang berjalan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta maupun masyarakat.
“Alhamdulillah, acara ini berjalan lancar mulai dari usia SD, SMP, dan SMA, sekalian untuk memperkenalkan olahraga basket ini populer di kalangan masyarakat sekitar,” katanya.
Hakim berharap kejuaraan seperti ini mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang nantinya bisa membawa nama Kabupaten Kediri di tingkat provinsi hingga nasional.
“Harapannya semoga kejuaraan ini bukan hanya sekedar kali ini saja, nanti bisa ada kegiatan kejuaraan-kejuaraan yang lainnya bahkan bisa menjadi agenda tahunan sehingga potensi atlet basket di Kabupaten Kediri nanti semakin berkembang dan bisa muncul atlet-atlet yang bisa berbakat untuk mewakili Kabupaten Kediri ke provinsi ataupun ke nasional,” ungkapnya.
Peserta turnamen 3×3 Kelud Basket Ball tudak hanya dari Kediri, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Tulungagung, Blitar, Jombang, Surabaya, Malang hingga Tuban. Untuk kategori SD saja tercatat diikuti sekitar 63 tim.
Turnamen ini diselenggarakan selama tiga hari hingga 13 Mei 2026. Hari pertama mempertandingkan kategori SD, hari kedua kategori SMP, dan hari terakhir kategori umum sekaligus babak final seluruh kategori.
Selain memperebutkan gelar juara, para peserta juga mendapatkan sertifikat resmi yang ditandatangani Ketua KONI dan Ketua Perbasi Kabupaten Kediri sebagai nilai tambah untuk jenjang pendidikan berikutnya. [nik/ang]

