Kediri (tahukediri.id) – Situs Adan-adan di Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri kembali menjadi sorotan publik setelah video lama eksvakasi ramai diperbincangkan di media sosial.
Lokasi yang selama ini dikenal sebagai situs purbakala itu disebut-sebut menyimpan kompleks percandian Buddha kuno dengan ukuran besar dan nilai sejarah penting di Jawa Timur.
Ikhwan, juru pelihara Situs Adan-adan mengatakan ramainya pembahasan di media sosial membuat jumlah pengunjung meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir. Tak hanya warga Kediri, pengunjung dari luar daerah seperti Jakarta hingga Banten mulai berdatangan untuk melihat langsung temuan arkeologi di lokasi tersebut.
“Banyak sekali. Banyak sekali mulai tanggal berapa ya? Tanggal 7 Mei apa berapa ya? Kemarin tuh sudah mulai dari luar daerah juga ke sini. Yang paling jauh dari Banten, Serang. Ada yang dari Jakarta juga,” katanya Kamis (14/5/2026).
Ikhwan menambahkan, sebagian dari mereka yang sudah pernah kesana memastikan kembali kebenarannya, namun ada pula yang datang karena penasaran.
Seperti diketahui, salah satu hal yang membuat Situs Adan-adan ramai diperbincangkan adalah dugaan memiliki candi yang disebut lebih besar dibanding Candi Borobudur.
Dugaan tersebut berdasar ukuran Makara di Situs Adan-adan yang lebih besar dibanding Borobudur yakni dengan tinggi mencapai sekitar 2 meter dan lebar kurang lebih 1 meter.
Menurut Ikhwan, bila dilihat dari ukuran makara, kemungkinan jika ekskavasi lebih dalam akan memiliki luas candi Buddha sekitar satu kilometer.
“Kalau luasnya itu sekitar dari data terakhir yang ditemukan, ringnya yang paling luar itu 800 meter persegi, satu kilometer lah, satu kilometer persegi dihitung dari sini di tengahnya. Ini kan candinya di sini, bisa candinya di sini. Nah ini (Makara) fungsinya untuk masuk kan, masuk ke arah timur gitu, jadi candinya menghadap ke ke sana. Mojok,” jelasnya.
Meski begitu, Ikhwan menegaskan hal tersebut masih sebatas dugaan sementara dan belum bisa dipastikan sepenuhnya karena penelitian masih terus berjalan.
“Sebenarnya kalau dikatakan lebih luas itu ya, itu masih apa ya, Mbak? Masih klaim sementara gitu. Belum pasti karena kita tahu sendiri bahwa penelitiannya juga belum selesai,” ujarnya.
Situs Adan-adan sendiri mulai dilakukan ekskavasi besar baru pada 2016 oleh tim arkeologi bersama pemerintah daerah.
Berdasarkan hasil carbon dating, situs tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-9 hingga abad ke-13 Masehi atau berada pada era Airlangga.
Selain Makara, di lokasi tersebut juga ditemukan empat penemuan spektakuler lainnya, di antaranya, kepala Buddha, arca bodhisattwa, serta berbagai fragmen bangunan dengan ukiran detail khas candi Buddha lainnya. [nik/ang]

