Kediri (tahukediri.id) – Jumlah jemaah haji Kabupaten Kediri kembali berkurang seiring bertambahnya jemaah yang menunda keberangkatan. Dari total awal 1.217 jemaah, kini tersisa 1.215 orang setelah tiga jemaah mengajukan penundaan keberangkatan karena alasan kesehatan.
Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Kediri Abdul Kholiq Nawawi melalui Kabid Bina Haji Mahfudzia Afindis mengatakan, dua jemaah sebelumnya dipastikan batal berangkat karena sakit, termasuk satu pendamping yang otomatis ikut batal.
“Kemudian hari ini juga ada satu lagi yang mengajukan tunda karena sakit. Ya, abnormal ya. Usianya saya belum ngecek, tapi tadi sudah, putusannya sudah ke sini, sedang mengirimkan surat pernyataan tunda,” jelasnya.
Lebih lanjut Afindis menjelaskan kondisi tersebut membuat sejumlah seat di kloter haji terancam kosong karena proses penggantian tidak bisa dilakukan secara cepat.
Menurutnya, pengisian seat kosong kini tidak bisa dilakukan secara cepat seperti tahun-tahun sebelumnya. Sebab, saat ini proses penggantian jemaah harus melalui mekanisme batal ganti visa terlebih dahulu.
Sementara, prosedur tersebut harus mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat hingga otoritas Arab Saudi sebelum pengajuan pengganti dapat dilakukan.
“Dulu itu memang cadangan itu ketika ada seat kosong, langsung dipanggil. Kurang dari 24 jam bahkan. Sekarang nggak bisa. Jadi, harus satu klotter ini harus benar-benar fix. Kemudian kalau ada yang sakit atau yang tunda, enggak bisa berangkat di sini, harus dimintakan dulu batal ganti,” jelasnya.
Sehingga, lanjutnya, akibat prosedur tersebut, ada kemungkinan sejumlah kursi dalam kloter keberangkatan Kabupaten Kediri tetap kosong hingga hari keberangkatan nanti.
“Sampai pemberangkatan nanti tidak bisa diisi. Kelihatannya seperti itu,” pungkasnya. [nik/ang]

