Kediri (tahukediri.id) – Pemerintah Desa Wonorejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri terus mendorong pengembangan ekonomi desa berbasis Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) guna memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Kepala Desa Wonorejo Wates, Agus Setyoko, mengatakan Desa Wonorejo sebelumnya pernah menjadi satu-satunya desa mandiri di Kabupaten Kediri pada tahun 2021 melalui program unggulan Kampung Petarung atau kampung penghasil telur horn.
“Kita mengambil kampung Petarung, adalah kampung penghasil telur horn sebetulnya. Kami ada peternakan di sini dulu itu sekitar 5.000 ekor. Dalam per hari, penghasilan kita telurnya sekitar 12 ton. Nah, itu kita ambil, itu ikon desa kami yang kita kembangkan di sana,” ujarnya.
Menurut Agus, pengalihan sekitar 70 persen dana desa untuk mendukung program Koperasi Merah Putih menjadi peluang memperkuat inovasi dan ekonomi desa.
“Dan bagaimana dengan dana desa yang 70 persen itu, intinya dialihkan ke Koperasi Merah Putih, bagaimana inovasi desa, kaitan peningkatan ekonomi desa, kita punya yang namanya BUMDes. Alhamdulillah kita punya beberapa unit usaha,” katanya.
Berbagai unit usaha yang kini berkembang di Desa Wonorejo meliputi pasar desa, pasar kambing, bursa sepeda motor dan mobil, pengolahan sampah TPS 3R, penyewaan kios, layanan pembayaran listrik dan air, hingga usaha kesejahteraan masyarakat lainnya.
Keberadaan unit-unit usaha tersebut juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga setempat. Saat ini tercatat sebanyak 37 orang bekerja di berbagai unit usaha BUMDes Wonorejo.

“Semua baik, tapi yang paling unggul adalah pasar desa, ya. Bisa saya sebut sebagai ikon desa,” ungkap Agus.
Selain itu, Pemerintah Desa Wonorejo juga mengembangkan layanan air bersih Pamsimas yang dikelola langsung oleh BUMDes sebagai salah satu program prioritas tahun ini.
Saat ini sudah terdapat 30 sambungan rumah dan ditargetkan berkembang menjadi 100 sambungan rumah selama tahun 2026.
“Air yang kami kelola ternyata memiliki kualitas air minum. Ini menjadi salah satu prioritas kami karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat,” jelasnya.
Tak hanya itu, Desa Wonorejo juga akan memperkuat sektor peternakan dan wisata desa, termasuk pengembangan pasar sapi.
Pengembangan tersebut didorong setelah Desa Wonorejo menjadi tuan rumah Kontes Ternak Sapi yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri beberapa waktu lalu.
“Kami ingin dengan adanya kontes ternak di Kabupaten Kediri terutama, saya ingin nanti ini setiap pon atau kliwon atau legi nanti, kita ada pedagang sapi di sini, sehingga di desa kami nanti komplit,” terangnya.
Agus menegaskan keberadaan Koperasi Desa Merah Putih nantinya tidak akan berbenturan dengan BUMDes. Menurutnya, kedua lembaga tersebut justru harus saling mendukung untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa.
“Usaha antara Koperasi Desa Merah Putih dengan BUMDes tidak berbentur. Kalau bisa kerja sama. Jadi pasar desa juga bisa masuk di koperasi Merah Putih. Jadi saling kerja sama. Itu yang kita kembangkan di tahun ini,” tegasnya. [nik/ang]

