Kediri (tahukediri.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawanaa kembali salurkan bantuan sosial melaui program Sapa Bansos dan Penyerahan Bantuan Tali Asih Tahun 2026, pada Sabtu (23/5/2025).
Bertempat di Balai Kota Kediri, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menyalurkan bantuan sosial senilai Rp1,819 miliar disalurkan kepada berbagai kelompok penerima manfaat sebagai upaya memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan sosial.
Khofifah, menyampaikan bahwa keberhasilan penyaluran bantuan sosial tidak terlepas dari peran besar para pilar sosial seperti OPD dan pemimpin BUMD yang menjadi ujung tombak pemerintah dalam menjangkau masyarakat.
“Di setiap proses penyaluran bansos, kita selalu bersapa dengan pilar-pilar sosial karena mereka semua adalah kepanjangan tangan kita untuk melakukan penjangkauan,” katanya.
Pihaknya berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi para penerima manfaat. “Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini membawa manfaat dan keberkahan,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Vinanda Prameswati menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada masyarakat Kota Kediri, khususnya kelompok rentan dan para pejuang kesejahteraan sosial.
“Kami juga ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan Sapa Bansos ini, yang menjadi momentum penyaluran bantuan sosial sekaligus bentuk penguatan perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Menurutnya, program bantuan sosial ini sejalan dengan visi pembangunan Kota Kediri yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi yang merata dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Program ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk menekan angka kemiskinan, memperkuat perlindungan sosial, dan membangun fondasi ekonomi masyarakat yang lebih mandiri dan produktif,” ujarnya.
Disamping itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan menyasar berbagai kelompok penerima manfaat dengan mekanisme yang disesuaikan dengan karakter program.
Adapun penerima bantuan dari Pemprov Jatim tahun 2026 di Kota Kediri meliputi:
485 penerima PKH Plus
265 penerima BLT DBH Buruh Pabrik Rokok, mayoritas pekerja pabrik Gudang Garam
125 penerima bantuan kemiskinan ekstrem
55 penerima ASPD
24 penerima PPKS Jawara
48 penerima bantuan tali asih pilar sosial
50 penerima zakat produktif dari BUMD sebesar Rp500 ribu per orang
Selain bantuan sosial reguler, pemerintah juga terus memperkuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk program pemberdayaan perempuan yang sebelumnya telah menjangkau ratusan penerima di Kota Kediri.
Menurut Novi, Kota Kediri sendiri menjadi kota pertama di Jawa Timur pada tahun 2026 yang dikunjungi langsung oleh Gubernur dalam rangkaian penyaluran bantuan sosial tingkat kota. Momentum ini diharapkan menjadi penguat semangat kebersamaan dan bukti nyata hadirnya negara untuk masyarakat yang membutuhkan.
“Untuk kegiatan Sapa Bansos di tingkat kota, Kota Kediri menjadi yang pertama tahun ini. Namun sebelumnya kami sudah berkeliling ke 19 kabupaten dalam penyaluran program Sapa Bansos,” jelasnya.
Melalui sinergi pemerintah, pilar sosial, dan seluruh elemen masyarakat, bantuan yang disalurkan diharapkan tidak hanya menjadi bantalan ekonomi jangka pendek, tetapi juga menjadi jalan bagi masyarakat untuk semakin mandiri dan naik kelas secara kesejahteraan di masa mendatang. [nik/ang]

