Kediri (tahukediri.id) – Kinerja keuangan daerah sepanjang 2025 menunjukkan hasil positif. Pendapatan daerah bahkan melampaui target yang ditetapkan dalam APBD.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dalam Penjelasan Bupati Kediri atas Raperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 di Ruang Tegowangi, Senin (22/6/2026).
Mas Dhito, sapaan akrab bupati kediri, menjelaskan dari target pendapatan sebesar Rp3,317 triliun, realisasinya mencapai Rp3,361 triliun atau 101,33 persen. Capaian tersebut ditopang oleh pendapatan transfer dari pemerintah pusat yang realisasinya mencapai Rp2,472 triliun atau meningkat dibanding target anggaran.
“Jumlah anggaran pendapatan transfer sebesar Rp2.421.416.777.574. Realisasi sebesar
Rp2.472.148.842.434 atau naik 2,7% dari anggaran,” ungkapnya.
Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai Rp3,198 triliun atau 90,36 persen dari total anggaran sebesar Rp3,539 triliun. Anggaran tersebut digunakan untuk berbagai program pembangunan, pelayanan publik, belanja operasional, belanja modal hingga transfer ke pemerintah desa.
Berdasarkan hasil pelaksanaan APBD 2025, Pemerintah Kabupaten Kediri mencatat Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sebesar sekitar Rp385,3 miliar. Nilai tersebut lebih tinggi dibanding SiLPA tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp235,9 miliar.
Mas Dhito menegaskan, besarnya SiLPA tersebut, bukan berarti anggaran yang tidak dimanfaatkan. Menurutnya, sebagian dana memang disisihkan untuk menjamin keberlangsungan pemerintahan dan pelayanan publik pada awal tahun anggaran berikutnya.
Ia menjelaskan, transfer dana dari pemerintah pusat ke kas daerah umumnya baru diterima pada pertengahan Februari. Sementara pada Januari hingga awal Februari, pemerintah daerah tetap harus memenuhi berbagai kewajiban, termasuk pembayaran gaji pegawai.
“Kalau itu tidak kita sisihkan, maka otomatis kita enggak bisa gajian. Dan pada saat itu, efisiensi kan mulai digalakkan, maka kita juga,
ya, artinya Silpa ini bukan terus dianggap dana tidak terpakai, bukan. Silpa ini dana yang kita sisihkan untuk di 2026 ini supaya bisa dimanfaatkan untuk program-program lainnya,” jelasnya.
Mas Dhito berharap penyerapan anggaran yang mencapai lebih dari 90 persen tersebut dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Kediri.
“Penyerapan anggaran tahun 2025 kita harapkan bisa dinikmati oleh masyarakat sebagai hasil upaya bersama dalam memajukan Kabupaten Kediri,” tandasnya. [nik/ang]

