Kediri (tahukediri.id) – Sebanyak 75 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kediri mulai menjalani pembinaan intensif menjelang upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026. Tahun ini, mereka menghadapi tantangan baru karena posisi tiang bendera di Stadion Canda Bhirawa dipindahkan ke tengah lapangan.
Pembinaan tidak hanya difokuskan pada kemampuan baris-berbaris dan formasi upacara, tetapi juga mencakup ketahanan fisik, mental, karakter, wawasan kebangsaan, hingga pemenuhan kebutuhan gizi selama masa karantina.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Kediri, Yuli Marwantoko, mengatakan latihan fisik menjadi bagian penting dalam persiapan para calon Paskibraka. Setiap pagi, peserta dijadwalkan melakukan aktivitas fisik setelah salat Subuh sebelum melanjutkan latihan baris-berbaris dan formasi.
“Nah, fisik ini termasuk tiap pagi habis subuh itu lari, terus habis itu baris berbaris dan formasi apa pelaksanaan upacara pada 17 karena apa, tiang bendera untuk nanti sudah kita sesuaikan standar istana di tengah lapangan,” katanya, Sabtu (8/8/2026).

Perubahan posisi tiang bendera menjadi salah satu penyesuaian utama dalam persiapan upacara tahun ini. Sebelumnya, tiang berada di sisi barat lapangan. Kini, posisinya ditempatkan di tengah lapangan dengan menyesuaikan standar pelaksanaan upacara di Istana.
Kondisi tersebut membuat pola formasi dan pergerakan Paskibraka ikut disesuaikan. Para pelatih juga harus melakukan pembinaan lebih intensif karena perubahan tersebut menjadi pola baru dalam pelaksanaan upacara di Stadion Canda Bhirawa.
“Kalau kemarin kan di ujung barat. Nah, itu karena kita sesuaikan. Eh, mungkin nanti para pelatih sangat ekstra. Dalam arti ekstra karena ini formasi baru bagi Bapak Ibu pelatih. Kan selama ini tiangnya di sebelah barat dan ini dan sekarang bergeser ke tengah,” ujarnya.
Untuk menjaga kesiapan personel hingga hari pelaksanaan, Bakesbangpol Kabupaten Kediri juga menyiapkan sekitar 20 peserta cadangan. Mereka disiapkan sebagai opsi pengganti apabila terdapat anggota utama yang dinilai tidak siap menjalankan tugas.
“Kalau sampai ya tidak siap atau memang anu. Jadi kami sebagai penanggung jawab bisa mengganti karena kami sudah ada cadangan kurang lebih 20 yang kami cadangkan,” terangnya.
Aspek kesehatan juga menjadi perhatian selama proses pembinaan. Seluruh anggota Capaskibraka telah memperoleh perlindungan BPJS selama dua bulan.
Saat latihan fisik berlangsung di Stadion Canda Bhirawa, petugas kesehatan dan satu unit ambulans turut disiagakan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan peserta dapat segera memperoleh pertolongan apabila mengalami gangguan kesehatan selama latihan.
Bakesbangpol juga telah berkoordinasi dengan rumah sakit terdekat untuk mengantisipasi kondisi darurat. Sementara itu, kebutuhan nutrisi peserta selama masa karantina yang dimulai sejak Kamis (7/8/2026) juga dipenuhi dengan menu makanan yang disiapkan sesuai kebutuhan.
“Insyaallah kalau asupan gizinya ya kita eh standar sehat lima sempurna. Karena apa? Kalau sampai tidak gizinya enggak terpenuhi, jelas fisiknya akan kendor, lemah. Dan karena ini pembinanya dari baik TNI, Polri maupun senior-senior BPI, makan harus habis. Itu. Tidak ada boleh yang tersisa,” terangnya.
Di luar latihan fisik pagi hari, peserta juga mendapatkan pembinaan mental secara berkelanjutan. Kegiatan pada malam hari lebih diarahkan pada penguatan karakter serta wawasan kebangsaan.
Menurut Yuli, pembentukan mental memiliki peran penting karena Paskibraka tidak hanya dipersiapkan untuk menjalankan tugas seremonial pada peringatan kemerdekaan. Mereka juga diharapkan tumbuh menjadi generasi muda yang memiliki karakter dan kesiapan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan.
“Dan yang tidak kalah penting adalah mental. Ini yang perlu, sangat perlu. Karena eh mental ini adalah untuk mencetak karakter-karakter kaum gen z dan anak-anak ini yang jelas nanti akan menerima estafet kami,” ujarnya.
Dengan latihan yang memadukan ketahanan fisik, ketepatan formasi, kesehatan, asupan gizi, serta pembentukan karakter, 75 Paskibraka Kabupaten Kediri kini dipersiapkan menghadapi tugas utama pada 17 Agustus mendatang. Perubahan posisi tiang bendera di tengah Stadion Canda Bhirawa menjadi salah satu hal yang harus dikuasai sebelum mereka mengibarkan Sang Merah Putih dalam upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI. [nik/ang]

