Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Satgas Pangan Kediri Sidak Beras di Pare, Harga Gabah Jadi Sorotan

    23 September 2026 - 22:17

    Tak Hanya Bantuan, Kapolres Kediri Beri Dukungan Moril untuk Marfel, Bocah 11 Tahun yang Rawat Ibunya

    22 September 2026 - 20:43

    Lima Hari Sekolah di Kediri Belum Diputuskan, Disdik Siapkan 3 Alternatif

    22 September 2026 - 20:38
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Operasi Pasar Murah di Ngadiluwih Diserbu Warga, Disdagperin Pastikan Harga Pangan Kabupaten Kediri Masih Stabil

    Operasi Pasar Murah di Ngadiluwih Diserbu Warga, Disdagperin Pastikan Harga Pangan Kabupaten Kediri Masih Stabil

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 24 Juni 2026 - 22:04
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Operasi Pasar Murah yang digelar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Kediri di Desa Bedug
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Operasi Pasar Murah yang digelar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Kediri di Desa Bedug, Kecamatan Ngadiluwih, Rabu (24/6/2026), mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Sejak pagi, warga berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.

    Salah satu warga Desa Bedug, Ana, mengaku sengaja datang setelah memperoleh informasi dari grup RT. Kesempatan mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau tidak disia-siakan.

    “Ini tadi belanja gula, telur, tepung, sama sayuran. Ini tadi beli 10 kilo langsung mumpung murah. Dapat harga Rp15 ribu. Biasanya Rp16.500 atau Rp17 ribu,” ujarnya.

    Banner Promo

    Menurut Ana, selisih harga yang ditawarkan dalam operasi pasar cukup signifikan. Dalam sekali belanja, dirinya bisa menghemat antara Rp20 ribu hingga Rp30 ribu dibandingkan berbelanja di pasar tradisional.

    Selain gula, telur ayam menjadi salah satu komoditas yang paling banyak diburu masyarakat. Dalam operasi pasar, telur dijual dengan harga Rp21 ribu per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga pasar yang masih berkisar Rp24.500 hingga Rp25 ribu per kilogram.

    Sejumlah kebutuhan pokok lainnya juga dijual dengan harga terjangkau, di antaranya beras SPHP Rp57 ribu per kemasan 5 kilogram, beras premium Rp75 ribu per 5 kilogram, dan Minyakita Rp15.500 per liter.

    Tidak hanya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga murah, kegiatan ini juga menjadi ruang pemasaran bagi pelaku usaha mikro dan petani lokal. Salah satunya dirasakan oleh pedagang sayur, Sintirina Ofi (35), yang menjual hasil panen sendiri maupun hasil pertanian warga sekitar.

    Berbagai komoditas hortikultura seperti buncis, kacang panjang, timun, selada, hingga cabai ditawarkan dengan harga ekonomis. Sebagian besar sayuran dijual hanya Rp2 ribu per ikat. Sementara bawang merah dibanderol Rp32 ribu per kilogram, bawang putih Rp36 ribu, dan cabai Rp37 ribu per kilogram.

    “Alhamdulillah laris manis dari pagi. Banyak yang sudah habis terjual,” katanya.

    Kepala Disdagperin Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menjelaskan bahwa di tengah isu kenaikan harga bahan pokok di sejumlah daerah, kondisi harga pangan di Kabupaten Kediri masih tergolong stabil. Bahkan, beberapa komoditas seperti telur ayam justru mengalami penurunan harga dalam beberapa waktu terakhir.

    Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan pemerintah daerah, sebagian besar kebutuhan pokok masyarakat masih berada dalam kondisi terkendali. Harga beras medium maupun premium hingga saat ini masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

    “Makanya kalau kami mengevaluasi, Alhamdulillah untuk Kabupaten Kediri sebetulnya relatif stabil,” jelas Tutik.

    Ia menambahkan, harga cabai yang sebelumnya sempat mengalami kenaikan kini mulai turun ke kisaran Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram di tingkat pasar induk. Harga gula pasir juga masih terpantau stabil.

    Meski demikian, Disdagperin mengakui masih terdapat kendala pada pasokan Minyakita yang menyebabkan harga di beberapa pasar berada di atas HET. Keterbatasan distribusi membuat harga Minyakita di sejumlah titik sempat mencapai Rp20 ribu hingga Rp21 ribu per liter.

    “Minyak memang juga ada sedikit bukan gejolak ya, kekosongan suplai terutama Minyakita. Memang kita akui, jadi yang agak ada kenaikan memang di minyak. Minyakita dengan HET Rp15.700 di beberapa mengalami harga sampai Rp20.000, Rp21.000. Tapi sangat terbatas,” ujarnya.

    Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Bulog dan distributor guna memastikan ketersediaan stok serta menjaga harga tetap sesuai ketentuan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar operasi pasar murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai wilayah.

    “Makanya upaya pemerintah dengan operasi pasar, GPM, kemudian teman-teman UKM kita alokasikan di DTI untuk mengambil minyak meskipun terbatas, seperti itu biar tetap dapat harga murah,” terangnya.

    Sementara itu, Analis Perdagangan Disdagperin Kabupaten Kediri, Choirrulnikmah, menjelaskan bahwa Gerakan Pasar Murah tidak dilaksanakan secara rutin setiap bulan. Pelaksanaannya menyesuaikan kondisi di lapangan, terutama ketika terjadi kenaikan harga atau kelangkaan bahan pokok di masyarakat.

    Menurutnya, selain saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), pasar murah juga digelar dalam situasi insidental seperti gangguan pasokan atau kenaikan harga sejumlah komoditas penting.

    “Jadi tidak selalu setiap bulan. Kita melihat dulu kondisi yang ada di masyarakat, apakah ada kelangkaan ataupun kenaikan harga yang perlu segera diantisipasi,” jelasnya.

    Selain memastikan stabilitas bahan pokok, Disdagperin juga memantau ketersediaan LPG 3 kilogram. Hingga saat ini, stok LPG subsidi di Kabupaten Kediri dipastikan aman, termasuk di wilayah barat Sungai Brantas yang selama ini kerap menjadi daerah rawan pasokan.

    “Iya, karena kemarin di awal tahun kita sudah bersurat ke Pertamina untuk tetap mensuplai LPG ke agen pada hari libur maupun cuti bersama agar ketersediaan tetap ada terus di pangkalan maupun agen,” terangnya.

    Melalui Gerakan Pasar Murah, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus mendorong perputaran ekonomi pelaku usaha mikro, pedagang lokal, dan petani di Kabupaten Kediri. [nik/ang]

    Berita Kediri Kabupaten Kediri Operasi Pasar Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKecelakaan Beruntun di Purwoasri Kediri, Sopir Truk Mitsubishi Meninggal di TKP
    Next Article Harga Sayuran Anjlok, Petani Kediri Mengeluh Merugi Akibat Pasokan Melimpah dan Daya Beli Melemah

    Info Lainnya

    Satgas Pangan Kediri Sidak Beras di Pare, Harga Gabah Jadi Sorotan

    23 September 2026 - 22:17

    Tak Hanya Bantuan, Kapolres Kediri Beri Dukungan Moril untuk Marfel, Bocah 11 Tahun yang Rawat Ibunya

    22 September 2026 - 20:43

    Lima Hari Sekolah di Kediri Belum Diputuskan, Disdik Siapkan 3 Alternatif

    22 September 2026 - 20:38

    Komisi B DPRD Kota Kediri Janji Kaji Regulasi Pasar Bandar dan Pahing, Pedagang Tunggu Langkah Konkret

    22 September 2026 - 20:30

    Mayat Perempuan Tanpa Identitas Gegerkan Bendungan Waruturi Kediri

    22 September 2026 - 17:05

    Definisi Pencurian, Jenis dan Dasar Hukumnya

    22 September 2026 - 09:56
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Satgas Pangan Kediri Sidak Beras di Pare, Harga Gabah Jadi Sorotan

    23 September 2026 - 22:17

    Tak Hanya Bantuan, Kapolres Kediri Beri Dukungan Moril untuk Marfel, Bocah 11 Tahun yang Rawat Ibunya

    22 September 2026 - 20:43

    Lima Hari Sekolah di Kediri Belum Diputuskan, Disdik Siapkan 3 Alternatif

    22 September 2026 - 20:38

    Komisi B DPRD Kota Kediri Janji Kaji Regulasi Pasar Bandar dan Pahing, Pedagang Tunggu Langkah Konkret

    22 September 2026 - 20:30

    Mayat Perempuan Tanpa Identitas Gegerkan Bendungan Waruturi Kediri

    22 September 2026 - 17:05
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.