Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Batu Cinta, Hutan Eksotis di Lereng Kelud yang Dijuluki Djawatan Kediri dan Viral di Media Sosial

    24 Juni 2026 - 22:20

    Harga Sayuran Anjlok, Petani Kediri Mengeluh Merugi Akibat Pasokan Melimpah dan Daya Beli Melemah

    24 Juni 2026 - 22:11

    Operasi Pasar Murah di Ngadiluwih Diserbu Warga, Disdagperin Pastikan Harga Pangan Kabupaten Kediri Masih Stabil

    24 Juni 2026 - 22:04
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Harga Sayuran Anjlok, Petani Kediri Mengeluh Merugi Akibat Pasokan Melimpah dan Daya Beli Melemah

    Harga Sayuran Anjlok, Petani Kediri Mengeluh Merugi Akibat Pasokan Melimpah dan Daya Beli Melemah

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 24 Juni 2026 - 22:11
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Kepala Disdagperin Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Petani hortikultura di Kabupaten Kediri tengah menghadapi tekanan berat akibat merosotnya harga berbagai komoditas sayuran dalam beberapa pekan terakhir. Melimpahnya pasokan hasil panen yang tidak diimbangi peningkatan daya beli masyarakat membuat harga sejumlah produk hortikultura jatuh hingga menyentuh level yang dinilai merugikan petani.

    Kondisi tersebut diungkapkan petani sekaligus pemasok hasil pertanian asal Desa Bedug, Kecamatan Ngadiluwih, Sintirina Ofi (35), saat mengikuti kegiatan Operasi Pasar Murah yang digelar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Kediri, Rabu (24/6/2026).

    Menurut Ofi, hampir seluruh komoditas sayuran mengalami penurunan harga yang cukup signifikan. Bahkan sebagian hasil panen sulit terserap pasar sehingga petani terpaksa menjual dengan harga murah untuk menghindari kerugian yang lebih besar akibat produk membusuk.

    “Kalau dari petani mungkin hari ini yang sayur-sayur ini merugi semua, hancur semua. Enggak laku, bahkan sawi di rumah enggak laku,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, satu-satunya komoditas yang mengalami kenaikan harga saat ini adalah bawang putih. Menurutnya, kenaikan tersebut dipengaruhi pasokan yang masih bergantung pada impor.

    “Harganya turun semua untuk sayur. Yang naik hanya bawang putih, mungkin karena efek dari impor itu ya. Kan soalnya kalau bawang putih harus impor,” katanya.

    Ofi menyebut harga sejumlah komoditas di tingkat petani kini berada pada titik yang cukup memprihatinkan. Buncis, kacang panjang, dan timun misalnya, hanya dihargai sekitar Rp3.000 per kilogram. Sementara berbagai jenis sayuran hijau dijual sekitar Rp2.000 per ikat.

    Penurunan paling tajam terjadi pada komoditas selada. Jika sebelumnya mampu dijual hingga Rp25.000 per ikat, kini harganya merosot drastis menjadi sekitar Rp5.000 per ikat.

    Di tengah kondisi tersebut, Ofi mengaku kegiatan pasar murah yang difasilitasi pemerintah cukup membantu petani dalam memasarkan hasil panen. Tingginya jumlah pengunjung membuat produk pertanian lebih cepat terserap dibandingkan penjualan pada hari biasa.

    “Karena memang ada event seperti itu ramai ya. Pengunjungnya banyak disediakan dari dinas. Kalau untuk hari biasa kan kita nunggu pembeli datang, enggak ada undangan seperti itu,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Disdagperin Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menjelaskan bahwa fluktuasi harga komoditas hortikultura sangat dipengaruhi keseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar.

    Menurutnya, beberapa komoditas yang didatangkan dari luar daerah seperti Kasembon dan Malang memang mengalami kenaikan harga karena faktor biaya distribusi dan transportasi. Namun secara umum, sebagian besar harga sayuran di Kabupaten Kediri justru mengalami penurunan akibat melimpahnya stok.

    “Kalau di beberapa tempat yang tidak diproduksi di Kabupaten Kediri, misalkan mengambil dari Kasembon atau Malang memang ada kenaikan. Karena mungkin biaya transportasi juga. Tapi di beberapa tempat justru malah turun,” jelasnya.

    Tutik menilai melemahnya daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan harga sayuran jatuh. Di sisi lain, karakteristik produk hortikultura yang mudah rusak membuat petani dan pedagang sering kali tidak memiliki banyak pilihan selain menjual dengan harga rendah.

    “Nah, turunnya mungkin daya belinya masyarakat kurang sehingga produknya melimpah. Kalau sayur itu kan enggak tahan lama. Makanya begitu ada negosiasi harga enggak deal ya sudah jual murah saja karena daripada rusak,” terangnya.

    Berdasarkan hasil pemantauan pemerintah daerah di sejumlah pasar, memang masih terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga. Namun kenaikannya relatif kecil dibandingkan penurunan harga yang terjadi pada sebagian besar komoditas sayuran.

    Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi petani hortikultura yang sangat bergantung pada stabilitas harga pasar untuk menjaga keberlanjutan usaha tani dan pendapatan keluarga.

    Pemerintah Kabupaten Kediri berharap kondisi pasar dapat segera membaik seiring meningkatnya daya beli masyarakat sehingga serapan hasil pertanian kembali meningkat dan harga jual petani kembali menguntungkan.

    “Mudah-mudahan kondisi pasar segera membaik, daya beli bagus sehingga terserapannya semakin banyak. Dengan serapan banyak, harga biasanya juga terkatrol naik. Meskipun jangan naik sekali, minimal dari BEP sudah terlampaui,” tandas Tutik. [nik/ang]

    Berita Kediri Disdagperin Kediri Harga Sayur Kediri Kabupaten Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleOperasi Pasar Murah di Ngadiluwih Diserbu Warga, Disdagperin Pastikan Harga Pangan Kabupaten Kediri Masih Stabil
    Next Article Batu Cinta, Hutan Eksotis di Lereng Kelud yang Dijuluki Djawatan Kediri dan Viral di Media Sosial

    Info Lainnya

    Batu Cinta, Hutan Eksotis di Lereng Kelud yang Dijuluki Djawatan Kediri dan Viral di Media Sosial

    24 Juni 2026 - 22:20

    Operasi Pasar Murah di Ngadiluwih Diserbu Warga, Disdagperin Pastikan Harga Pangan Kabupaten Kediri Masih Stabil

    24 Juni 2026 - 22:04

    Kecelakaan Beruntun di Purwoasri Kediri, Sopir Truk Mitsubishi Meninggal di TKP

    24 Juni 2026 - 21:58

    Mas Dhito Ungkap Penyebab SiLPA Rp385,3 Miliar di APBD Kediri 2025

    23 Juni 2026 - 19:21

    Belum Final, Pemkab Kediri Masih Kaji Sistem 5 Hari Sekolah

    23 Juni 2026 - 19:18

    Polres Kediri Rotasi Kasat Reskrim, AKP Angga Riatma Nahkodai Satreskrim

    23 Juni 2026 - 19:13
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Batu Cinta, Hutan Eksotis di Lereng Kelud yang Dijuluki Djawatan Kediri dan Viral di Media Sosial

    24 Juni 2026 - 22:20

    Harga Sayuran Anjlok, Petani Kediri Mengeluh Merugi Akibat Pasokan Melimpah dan Daya Beli Melemah

    24 Juni 2026 - 22:11

    Operasi Pasar Murah di Ngadiluwih Diserbu Warga, Disdagperin Pastikan Harga Pangan Kabupaten Kediri Masih Stabil

    24 Juni 2026 - 22:04

    Kecelakaan Beruntun di Purwoasri Kediri, Sopir Truk Mitsubishi Meninggal di TKP

    24 Juni 2026 - 21:58

    Mas Dhito Ungkap Penyebab SiLPA Rp385,3 Miliar di APBD Kediri 2025

    23 Juni 2026 - 19:21
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.