Kediri (tahukediri.id) – Puluhan Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang Jalan Panglima Sudirman, Kota Kediri, mulai dicopot sebagai bagian dari proyek revitalisasi pedestrian yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Dalam hal ini, masyarakat yang melintas diharap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat malam hari.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, Arief Cholisudin Yuswanto, menjelaskan pencopotan PJU dilakukan atas permintaan Dinas Pekerjaan Umum (PU) agar proses pembangunan pedestrian dapat berjalan dengan aman.
“Jadi itu pencopotan lampu PJU itu kan kaitannya dengan kegiatannya dari PU yang akan merevitalisasi pendestriannya di Jalan Panglima Sudirman. Nah, itu untuk PJU-nya diminta dari teman-teman PU itu untuk dilepasi,” katanya.
Menurutnya, tiang PJU berada di area pedestrian yang akan dibongkar sehingga harus dilepas terlebih dahulu. Langkah tersebut juga dilakukan untuk menghindari potensi bahaya akibat jaringan kabel listrik saat proses pembongkaran berlangsung.
“PJU-nya kan itu ada di sekitaran pedestrian. Jadi nanti daripada apa istilahnya membongkarnya enggak maksimal, ya kan dari mulai sekarang dimatikan semuanya. Khawatirnya nanti ketika membongkar kan ada kalau kabelnya sampai nanti ada yang terkelupas kan malah bahaya untuk keselamatan,” ujarnya.
Meski revitalisasi pedestrian diperkirakan hanya berlangsung pada sebagian ruas Jalan Panglima Sudirman, pemadaman lampu jalan berpotensi terjadi di sepanjang jalan tersebut karena berkaitan dengan jaringan listrik.
Untuk mengantisipasi minimnya penerangan, Dishub telah meminta Dinas PU dan kontraktor pelaksana menyediakan lampu penerangan sementara selama proyek berlangsung.
“Nanti kami minta dari PU itu untuk memberikan penerangan jalan. Nanti gambarannya kayak di jalan Semampir, Mayor Bismo. Mayor Bismo yang ada kegiatan pembangunan jalan tol. Itu yang di sepanjang jalan tol itu kan PJU-nya juga dimatikan itu kemarin. Nah, makanya kami tambahin lampu-lampu yang kayak lampu yang bergaris itu loh, kayak da rangkaiannya itu. Jadi kan untuk memperlihatkan itu, plus nanti juga akan ada tambah-tambah lampu yang lain,” terangnya.
Arief menegaskan, pengadaan lampu sementara menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana proyek. Sementara Dishub bertugas melakukan koordinasi dan pengawasan.
Selain revitalisasi pedestrian, proyek di Jalan Panglima Sudirman juga mencakup pembangunan crossing saluran.
Untuk pekerjaan pedestrian, arus lalu lintas dipastikan tetap normal tanpa penutupan jalan. Namun saat pembangunan crossing dimulai, penutupan total jalan berpotensi diberlakukan.
“Pembatasan arah lalu lintas tidak ada pas pada waktu itu. Tapi nanti ketika ada crossing, bangunan crossing-nya baru nanti kita
kemungkinan besar ditutup total. Itu kemarin pilihannya itu kan kalau crossing ini ditutup total itu membutuhkan waktu 10 hari. Kalau sebagian itu 25 hari,” jelasnya.
Ia menambahkan, jadwal penutupan jalan masih menunggu koordinasi lebih lanjut dari Dinas PU. Saat ini pelaksana proyek masih memprioritaskan pekerjaan revitalisasi pedestrian.
Secara keseluruhan, proyek revitalisasi Jalan Panglima Sudirman ditargetkan rampung sesuai kontrak pada Desember mendatang. Meski demikian tidak menutup kemungkinan lebih cepat jika pengerjaan berjalan dengan lancar.
“Kalau sesuai dari permohonan dari teman-teman PU, nanti pengerjaan kegiatan di Jalan Panglima Sudirman itu sampai Desember. Cuma, itu nanti nggih tetap ada kemungkinan untuk dipercepat, tetap ada. Ya kita mengikuti dari progresnya, ujarnya.
Dishub mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi Jalan Panglima Sudirman, terutama pada malam hari karena penerangan jalan akan berkurang selama proyek berlangsung.
“Harapan kita nanti warga yang melalui jalan Panglima Sudirman lebih berhati-hati dan bisa waspada, menyesuaikan dengan kegiatan yang ada di sepanjang jalan Panglima Sudirman.,” pungkas Arief,” pungkasnya. [nik/ang]

