Kediri (tahukediri.id) – Respons cepat Pemerintah Kota Kediri terhadap warga yang membutuhkan di Kelurahan Setonopande bantuan mendapat apresiasi dari anggota DPRD Kota Kediri, Bambang Giantoro dari Partai Hanura, Jumat (21/8/2026).
Apresiasi tersebut disampaikan menyusul penanganan terhadap Subagio (56), warga RT 7/RW 3, yang menempati rumah dengan kondisi tidak layak huni. Selain itu, bantuan sembako juga diberikan kepada Endah Dwi Rahmawati (52) yang membutuhkan perhatian dan pendampingan sosial.
“Ya, jadi hari ini suatu bukti nyata daripada respon pemerintah itu cepat sekali begitu melihat ada di daerah yang mana membutuhkan bantuan, maka Mbak Wali sendiri bahkan sudah turun langsung memberikan apresiasinya dan kita selaku anggota dewan sangat-sangat berterima kasih dengan kerja dari pemerintah kota ini yang begitu cepat dan langsung ditanggapi, langsung dikerjakan, langsung dibantu,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi warga yang membutuhkan perhatian tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Karena itu, koordinasi antara legislatif dan eksekutif menjadi penting agar aduan masyarakat dapat segera mendapatkan solusi.
Bambang melanjutkan, untuk membantu memperbaiki rumah Subagio, Baznas telah menyiapkan bantuan sebesar Rp20 juta. Namun, menurutnya nilai tersebut masih belum mencukupi seluruh kebutuhan perbaikan rumah. Karena itu, bantuan tambahan akan diupayakan melalui Dinas Sosial, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta pihak-pihak terkait lainnya.
“Nah, tentunya dengan dana segitu kurang. Nah, nanti dari dinas sosial akan turun juga, karena desilnya jalan turun, sehingga bantuan setiap bulannya itu bisa. Nah, mungkin dari kita sendiri itu, yang tadi ya, akan.. partai sendiri, juga saya pribadi dan mungkin dari teman dinas ini juga akan memberikan yang mana mungkin untuk kurang,” katanya.
Selain bantuan untuk perbaikan rumah, Wali Kota Kediri juga disebut telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan perlengkapan rumah tangga, termasuk kasur.
Namun, lanjut Bambang, apabila masih terdapat kebutuhan yang belum terpenuhi, pihaknya siap ikut memberikan dukungan melalui koordinasi dengan sekretariat.
“Kalau nanti juga kurang untuk mungkin yang di sana itu kekurangan, nanti bahan-bahannya atau apa ya kita akan dapat support juga dari diplomat, terutama dari saya pribadi, dari sekretariat. Dan saya juga akan dapat support, tapi enggak saya langsung ke sana enggak, tapi nanti dikoordinasi sama sekretariat,” jelasnya.
Sementara itu, bantuan sembako juga diberikan kepada Endah Dwi Rahmawati (52) yang juga mengalami ODGJ. Bambang menilai warga dalam kondisi rentan, termasuk penyandang masalah sosial dan ODGJ, membutuhkan perhatian bersama.
“Mereka memang sangat-sangat perlu dibantu. Ini yang menjadi perhatian kita bersama,” katanya.
Ia menegaskan, DPRD memiliki peran untuk menyerap aspirasi masyarakat dan meneruskannya kepada pemerintah daerah agar mendapatkan tindak lanjut. Ketika menemukan persoalan warga di lapangan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah kota.
Seperti pada kasus Subagio yang justru termasuk kategori tinggi. Kondisi tersebut membuat warga yang semestinya mendapatkan bantuan justru mengalami perubahan kategori dalam sistem.
“Ini suatu yang rumit sekali ya. Karena bisa jadi mungkin dulu-dulunya dia pernah KTP-nya dipinjam untuk orang ambil kredit misalnya, itu sudah nggak bisa desilnya. Nah itu mungkin ada salah seperti itu. Nah itu yang perlu kita dari sini kita akan membetulkan menyampaikan ke pusat,” terangnya.
Ia berharap sinergi antara DPRD dan Pemkot Kediri dapat terus diperkuat. Dengan begitu, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat ditangani secara cepat dan tepat.
“Ini bentuk kerja sama antara legislatif dan eksekutif. Sehingga inilah yang kita harapkan nantinya warga Kediri itu benar-benar sejahtera,” pungkasnya. [nik/ang]

