Kediri (tahukediri.id) – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kesehatan terus menggencarkan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) bagi anak sekolah dasar (SD) sebagai upaya mencegah kanker serviks sejak dini.
Program vaksinasi HPV tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang digelar serentak selama Agustus 2026 di sejumlah sekolah di Kota Kediri.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kediri, Hendik Supriyanto, mengatakan vaksinasi HPV diberikan sebagai langkah pencegahan terhadap kanker leher rahim atau kanker serviks yang dapat terjadi saat perempuan memasuki usia dewasa.
“Tujuan dilaksanakan vaksin HPV adalah untuk mencegah terjadinya kanker leher rahim atau kanker cervix pada usia dewasa,” katanya, pada Rabu (19/8/2026).
Hendik melanjutkan, pencegahan penyakit itu dengan dilakukannya vaksinasi HPV mulai dari siswa kelas 5 SD/MI. Sementara dalam program BIAS, siswa kelas 1 mendapatkan imunisasi campak dan rubella.
Pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara bertahap oleh masing-masing puskesmas sesuai wilayah kerja dan jadwal sekolah. Karena jumlah sekolah yang menjadi sasaran cukup banyak, pemberian imunisasi berlangsung setiap hari di sejumlah sekolah.
“Jadi masing-masing puskesmas ini buat jadwal sendiri di wilayah sekolahan masing-masing. Jadi banyak sekali, setiap hari ada di beberapa. Ya, seluruh sekolah SD, MI,” jelasnya.
Jika ada orang tua yang belum bersedia anaknya mendapatkan vaksinasi HPV, lanjut Hendik, piahknya akan melakukan edukasi. Menurutnya, keraguan tersebut umumnya muncul karena kurangnya pemahaman mengenai tujuan vaksin maupun kekhawatiran terhadap efek samping.
“Nantikan kita lakukan edukasi. Kadang-kadang mereka memang belum paham apa maksud tujuannya, dan kadang-kadang yang berarti juga kekhawatiran efek samping. Perlu kita jelaskan sehingga orang tua memahami dan mau untuk divaksin anaknya,” terangnya.
Hendik juga menegaskan, selama pelaksanaan vaksinasi yang dipantau Dinkes Kota Kediri, belum ditemukan efek samping berat yang sampai menyebabkan penerima vaksin harus dirawat di rumah sakit.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial maupun sumber lain tanpa melakukan konfirmasi.
“Jadi, mohon untuk orang tua, wali murid, itu jangan terlalu makan oleh TikTok, berita hoax sekarang banyak ya, jadi harus kita konfirmasi, kalau ada berita hoax kita konfirmasi ke yang lebih paham, sehingga bisa mendapatkan penjelasan yang secara benar,” tegasnya. [nik/ang]

