Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Persik Kediri Hentikan Tren Kemenangan Madura United, Eduardo Barbosa Borong Dua Gol

    9 Oktober 2026 - 21:34

    Gelap, Panik, dan Gelombang Besar: Perjuangan Sopir Asal Kediri Selamat dari Tragedi KMP Virgo

    9 Oktober 2026 - 21:30

    Pria Tanpa Identitas Tewas Tertemper KA Singosari, Jasad Ditemukan di Persawahan Gampengrejo Kediri

    8 Oktober 2026 - 20:08
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Tinjau Rumah Warga Tak Layak Huni, Wali Kota Kediri Gerakkan Gotong Royong Bantu Subagio

    Tinjau Rumah Warga Tak Layak Huni, Wali Kota Kediri Gerakkan Gotong Royong Bantu Subagio

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 21 Agustus 2026 - 21:11
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Wali Kota Kediri tinjau rumah warga tak layak huni untuk diberi bantuan.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Kepedulian terhadap warga dalam kondisi rentan kembali ditunjukkan Pemerintah Kota Kediri. Kali ini Pemkot bersama Baznas, DPRD, perangkat daerah, dan masyarakat bergotong royong membantu Subagio (56), warga Kelurahan Setonopande yang selama ini tinggal dalam kondisi memprihatinkan.

    Kondisi rumah Subagio membuat Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati turun langsung melakukan survei. Rumah tersebut dinilai sudah tidak layak huni. Tidak tersedia kamar mandi, bagian bangunan mengalami kerusakan parah.

    “Kita bisa lihat bersama bahwa rumah dari Pak Subagio dapat dikatakan tidak layak huni. Sehingga kita, Pemerintah Kota, kemudian bersama Baznas, bersama Pak Bambang (anggota DPRD) kolaborasi untuk membantu beliau,” ujarnya saat ditemui usai meninjau rumah Subagyo, Jumat (21/8/2026).

    Banner Promo

    Mbak Wali, sapaan akrab Wali Kota Kediri melanjutkan, yang lebih memprihatinkan, Subagio selama ini tidak dapat tidur dengan layak di rumahnya sendiri. Ia terpaksa tidur di area garasi milik keluarga Ketua RT setempat karena rumahnya sudah tidak memungkinkan untuk ditempati.

    “Harapannya nanti beliau bisa mendapatkan rumah yang layak untuk ditinggali, kemudian nantinya bisa meningkatkan kualitas hidupnya beliau karena kalau rumahnya seperti itu tentunya juga akan berdampak kepada kesehatannya beliau,” terangnya.

    Sebagai langkah awal, Baznas memberikan bantuan sebesar Rp20 juta untuk membantu renovasi rumah Subagio. Pemkot Kediri juga memberikan bantuan sembako dan akan melengkapi kebutuhan dasar berupa kasur serta peralatan tidur.

    Bantuan Baznas tersebut ditujukan untuk pembangunan dan perbaikan rumah. Pemerintah berharap setelah direnovasi, Subagio dapat kembali tinggal dengan lebih aman dan nyaman di rumahnya sendiri.

    “Semoga ini nantinya bermanfaat untuk panjenengan dan dananya harus bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Tujuannya untuk membangun rumah bukan yang lain. Nanti semoga panjenengan bisa betah untuk tinggal di rumah panjenengan setelah direnovasi,” ujarnya.

    Mbak Wali menegaskan, penanganan rumah Subagio tidak akan berhenti pada bantuan tersebut. Pemerintah dan masyarakat akan berkolaborasi memenuhi kebutuhan yang masih kurang agar proses perbaikan dapat segera dilakukan.

    “Nanti kita kolaborasi juga akan memberikan bantuan berupa peralatan tidur karena kasur aja enggak punya dan kita akan bersama-sama gotong royong apa yang kurang segerakan kita lengkapi bersama,” terangnya.

    Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Kediri Moh. Anang Kurniawan mengatakan, pekerjaan renovasi membutuhkan penanganan cukup besar.

    Sebelum pembangunan dimulai, rumah harus dibersihkan terlebih dahulu karena volume sampah dan material yang cukup banyak.
    Pembersihan akan melibatkan berbagai unsur, mulai DLHKP, BPBD, Dinas Sosial, kecamatan, kelurahan, hingga masyarakat sekitar.

    “Nanti bahu-membahu gotong royong untuk membersihkan. Setelah itu bersih, baru dilaksanakan eh pembongkaran dan rehabilitasi,” jelasnya.

    Rumah Subagio sendiri berdiri di atas lahan sekitar 7 x 12 meter. Kerusakan paling parah berada pada bagian atap yang telah roboh. Sementara bagian dinding masih dapat diperbaiki melalui penyulaman. Renovasi ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua hingga tiga bulan.

    Anang menjelaslan, pembongkaran dan rehabilitasi akan dilakukan menggunakan bantuan Baznas. Jika kebutuhan melebihi anggaran yang tersedia, pemerintah akan menggandeng donatur, anggota DPRD, OPD, dan masyarakat.

    “Nanti kita juga melibatkan donatur-donatur yang ingin membantu. Diantaranya dari anggota DPRD, nanti dari masyarakat sekitar, dari teman-teman OPD, teman-temannya Pak Camat, teman-temannya Pak Lurah, nanti dikumpulkan untuk mendukung,” ujarnya.

    Selain persoalan tempat tinggal, Pemerintah Kota Kediri juga memberikan perhatian terhadap kondisi sosial Subagio.

    Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Imam Mutakkin mengatakan, Subagyo baru teridentifikasi dalam pendataan dan hasil asesmen menunjukkan adanya disabilitas mental ringan.

    Dinsos selanjutnya akan mengusulkan agar Subagio dapat memperoleh bantuan sosial dari pemerintah pusat maupun program bantuan Pemkot Kediri mengingat kategori desil Subagio termasuk desil 7.

    “Desilnya, ya dia termasuk inclusion error lah ya. Harusnya dia menerima tapi ternyata dia di luar desil yang menerima. Jadi itu sudah kita usulkan kurang lebih sudah 2 minggu sebelumnya,” ujarnya.

    Dinsos juga terus melakukan verifikasi data penerima bantuan sosial. Masyarakat diminta turut aktif melaporkan apabila menemukan warga yang seharusnya mendapatkan bantuan tetapi belum terdata.

    Laporan dapat disampaikan melalui ketua RT untuk diteruskan ke kelurahan. Selanjutnya dilakukan asesmen bersama Dinsos agar kondisi warga dapat diverifikasi dan datanya disesuaikan.

    “Jadi tidak bisa hanya Dinas Sosial saja kayaknya enggak sanggup. Tapi dari RT setempat yang paling peran aktifnya kita tunggu gitu. Kira-kira berapa Pak jumlahnya ya setelah pendataan kemarin verifikasi ulang ada verifikasi ulang,” terangnya.

    Ketua RT 7/RW 3 Kelurahan Setonopande, Una Yusita, mengatakan kondisi rumah Subagio sebenarnya telah berlangsung cukup lama.
    Rumah tersebut awalnya mengalami kebocoran. Karena keterbatasan biaya dan sempat ditinggalkan Subagio untuk bekerja di luar kota, kondisi bangunan semakin memburuk. Bagian belakang rumah kemudian roboh dan bahkan ditumbuhi pohon besar.

    Warga sempat melakukan pembersihan pada 2024, tetapi paparan panas dan hujan membuat kondisi rumah kembali semakin parah.

    “Jadi dulu sempat ada yang mungkin bocor ya, bocor, terus mungkin enggak ada biaya, terus Pak Subagyo-nya pernah kerja di Gresik mungkin ada beberapa tahun. Jadi semakin memperparah kondisi itu karena enggak ditinggali gitu ya. Terus waktu Subagio sudah resign dari sana, dari Gresik, terus kembali ke sini. Yang belakang itu sudah sudah banyak yang roboh. Terus tumbuh tumbuh pohon besar. Jadi rumahnya itu tumbuh pohon besar, terus kita sempat juga untuk bersih-bersih tebang pohon, cuman ya memang karena kondisinya kena panas, kena hujan, jadi tambah semakin parah,” papar Una.

    Subagio juga tidak memiliki pekerjaan tetap setelah kembali ke Kediri. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia banyak mengandalkan kepedulian tetangga. Warga sekitar secara bergantian membantu makanan dan kebutuhan lainnya.

    Selain Subagio, perhatian Pemkot juga diberikan kepada Endah Dwi Rahmawati (52), warga yang mengalami ODGJ tak jauh dari rumah Subagyo. Pihaknya memberikan sejumlah sembako.

    “Semoga nanti apa yang diberikan kepada Pak Subagio, kemudianbu Endah nantinya bisa bermanfaat dan ini upaya kita bersama untuk memberikan atau meringankan beban dari masyarakat,” pungkas Mbak Wali. [nik/ang]

    Bantuan Kediri Berita Kediri Mbak Wali Rumah Tak Layak
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleMbak Wali Perhatikan Rumah Tak Layak, Tuai Apresiasi DPRD
    Next Article Jelang Kompetisi 2026/2027, Perbaikan Stadion Brawijaya Kediri Dikebut untuk Penuhi Standar I-League

    Info Lainnya

    Persik Kediri Hentikan Tren Kemenangan Madura United, Eduardo Barbosa Borong Dua Gol

    9 Oktober 2026 - 21:34

    Gelap, Panik, dan Gelombang Besar: Perjuangan Sopir Asal Kediri Selamat dari Tragedi KMP Virgo

    9 Oktober 2026 - 21:30

    Pria Tanpa Identitas Tewas Tertemper KA Singosari, Jasad Ditemukan di Persawahan Gampengrejo Kediri

    8 Oktober 2026 - 20:08

    Empat Benda Diduga Cagar Budaya Dievakuasi Disparbud Kediri dari Rumah Warga

    8 Oktober 2026 - 20:04

    Bupati Kediri Dorong Pengembangan Wisata Budaya, Museum Sri Aji Jayabaya Jadi Salah Satu Fokus

    8 Oktober 2026 - 19:59

    Sharing Love, Spreading Joy: GenBI dan Lumbung Kebaikan Hangatkan Hari Lansia di PSTW Pare

    8 Oktober 2026 - 17:45
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Persik Kediri Hentikan Tren Kemenangan Madura United, Eduardo Barbosa Borong Dua Gol

    9 Oktober 2026 - 21:34

    Gelap, Panik, dan Gelombang Besar: Perjuangan Sopir Asal Kediri Selamat dari Tragedi KMP Virgo

    9 Oktober 2026 - 21:30

    Pria Tanpa Identitas Tewas Tertemper KA Singosari, Jasad Ditemukan di Persawahan Gampengrejo Kediri

    8 Oktober 2026 - 20:08

    Empat Benda Diduga Cagar Budaya Dievakuasi Disparbud Kediri dari Rumah Warga

    8 Oktober 2026 - 20:04

    Bupati Kediri Dorong Pengembangan Wisata Budaya, Museum Sri Aji Jayabaya Jadi Salah Satu Fokus

    8 Oktober 2026 - 19:59
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.