Kediri (tahukediri.id) – Kabupaten Kediri menjadi tuan rumah Kejuaraan Provinsi Jawa Timur (Kejurprov Jatim) Senam Gimnastik 2026 yang berlangsung mulai tanggal 15 sampai 20 September 2026 di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG).
Kejuraan dalam rangka memperebutkan Piala Bupati Kabupaten Kediri tersebut diikuti sebanyak 279 peserta dari 24 Kota-Kabupaten se-Jawa Timur dengan mempertandingkan 24 nomor medali emas, perak, dan perunggu pada masing-masing kelompok usia mulai dari 17-23 tahun.
Sedangkan jenis gimnastik yang dipertandingkan yakni mulai dari artistik putra, artistik putri, ritmik gimnastik, dan aerobik gimnastik.
Mewakiki Bupati Kediri, Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengatakan, Kejurprov ini menjadi momentum penting untuk mengukur hasil pembinaan atlet sekaligus menemukan bibit-bibit baru olahraga senam di Kabupaten Kediri.
“Harapannya, Mas Bupati, lahir bibit-bibit atlet khususnya di senam artistik ini ya di Kabupaten Kediri dan nanti kita pasti bisa melahirkan atlet-atlet berprestasi untuk di Porprov, PON, maupun di event-event. Harapannya kedua, karena ini juga ajang untuk mengukur sejauh mana bibit-bibit atlet kita sudah bisa,” katanya saat ceremonial pembukaan Kejurprov Senam Gimnastik 2026, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kediri terus mendorong pembinaan atlet melalui berbagai event olahraga. Potensi atlet juga dinilai banyak muncul dari kalangan pelajar.
“Yang Kediri, Merdeka Run itu kan juga yang juara dari Grogol, Banyaan, dari pelajar-pelajar kita. Itu sebagai bukti kalau ternyata pelajar-pelajar kita juga berpotensi untuk menjadi atlet. Nah, dari situ kita latih.
siapkan nanti dipakai event-event olahraga,” ujarnya.
Mbak Wabup, sapaan akrabnya melanjutkan, pembinaan atlet di Kabupaten Kediri juga mendapat dukungan dari para pelatih dan pembina yang telah lama berkecimpung dalam dunia olahraga. Bahkan, sejumlah pembina telah memberikan kontribusi selama puluhan tahun melalui KONI.
Dalam kesempatan tersebut, Mbak Wabup juga menyampaikan apresiasi kepada Persani, KONI, pelatih, official, juri, dan wasit yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Kejurprov Senam Gimnastik Jatim 2026.
Menurutnya pelaksanaan Kejurprov menjadi bukti komitmen dalam pembinaan atlet senam secara berkelanjutan di Jawa Timur.
Pemerintah Kabupaten Kediri, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan olahraga, termasuk cabang olahraga senam.
“Kita semua pasti berharap dari ajang Kejurprov hari ini akan lahir bibit-bibit atlet senam berbakat yang kelak mampu mengharumkan nama Jawa Timur di tingkat nasional bahkan membawa nama Indonesia di kancah internasional,” imbuhnya.
Mbak Wabup juga menyampaikan pesan Bupati Kediri kepada para atlet, bahwa agar menjadikan Kejurprov sebagai kesempatan untuk mengukur kesiapan fisik, teknik, dan mental bertanding.
Para atlet diminta memanfaatkan kejuaraan untuk mengevaluasi hasil latihan, memetakan kekuatan lawan, sekaligus meningkatkan performa menghadapi berbagai kompetisi berikutnya.
Menurutnya, menjadi juara memang merupakan target dalam setiap pertandingan. Namun, nilai sportivitas, kejujuran, disiplin, dan rasa hormat kepada sesama peserta juga harus tetap dijunjung tinggi.
“Kejuaraan ini adalah satu bentuk karya untuk menunjukkan buah dari latihan keras, disiplin, dan pengorbanan yang telah dilakukan selama ini menjadi pemenang adalah sebuah harapan.
Namun yang tidak kalah penting adalah junjung tinggi nilai-nilai sportivitas, kejujuran, dan juga rasa hormat,” terangnya.
Sementara pesan bagi pelatih yakni agar memberikan pendampingan terbaik kepada atlet sehingga mereka dapat tampil secara optimal. Sementara kepada juri dan wasit, ia menitipkan profesionalitas dan objektivitas dalam menjalankan tugas.
“Semoga semuanya dalam kondisi sehat dan kejuaraan berjalan dengan lancar sampai akhir nanti,” katanya.
Disamping itu, Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata, mengatakan kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari proses pembinaan dan pemetaan potensi atlet senam di Jawa Timur.
“Alhamdulillah antusiasnya dari seluruh Jawa Timur ada 24 kota kabupaten yang hadir pada pagi hari ini. Ada sekitar 279 peserta yang bertanding pada event kali ini,” jelasnya.
Pihaknya berharap kejurprov ini sebagai batu loncatan agar di Porprov 2027 mendatang bisa mendapat medali emas. Dari Kabupaten Kediri sendiri sebanyak 12 atlet diterjunkan dalam kejuaraan tersebut.
“Alhamdulillah kemarin di Porprov juga dapat dua perunggu dan Insya-Allah nanti di akan datang kita bisa targetkan untuk dapat medali emas,” terangnya.
Terkait kesiapan Kabupaten Kediri menjadi tuan rumah Porprov Jawa Timur 2029. Hakim mengatakan, proses pengecekan dan survei venue telah mulai dilakukan.
“Hasil itu kita laporkan kepada KONI Jatim untuk ditindaklanjuti agar segera di-SK-kan oleh Ibu Gubernur untuk pelaksanaan Porprov 2029,” jelas Hakim.
Mbak Wabup berharap agar Kabupaten Kediri dapat dipercaya menjadi tuan rumah Porprov Jawa Timur 2029.
“Cita-cita Mas Bupati, kami jadi tuan rumah Porprov. Kalau 2027 Porprov-nya di Surabaya, semoga 2029 Porprov-nya bisa di Kabupaten Kediri. Semoga stadionnya, insyaallah, sudah jadi,” pungkasnya. [nik/ang]

