Kediri (tahukediri.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Pendidikan terus melakukan pembenahan sarana dan prasarana sekolah. Tahun ini, program revitalisasi dan rehabilitasi menyasar lebih dari 50 sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin mengatakan, pemerintah kabupaten (Pemkab) menganggarkan sekitar Rp20 miliar untuk pembenahan sarana dan prasarana sekolah. “Dari APBD ada Rp20 miliar semua. Lebih, Rp20-an untuk semua jenjang.
Lebih lanjut Muhsin menjelaskan, rehabilitasi sekolah tidak selalu berarti seluruh bangunan dibongkar dan diganti dengan material baru.
Material bangunan yang kondisinya masih baik dan layak digunakan akan tetap dipertahankan. Hal tersebut sekaligus menjawab kemungkinan munculnya pertanyaan dari masyarakat ketika melihat material lama, seperti kayu, kembali digunakan dalam proses rehabilitasi.
“Jadi, ini agar masyarakat bisa paham. Kadang ada keluhan, “Lho, ini rehab kok bahan kayu-kayu lama kok dipasang lagi?” Ya memang kalau rehab itu yang diperbaiki kan yang rusak-rusak, yang masih utuh, yang masih bagus dipakai lagi,” jelasnya.
Menurutnya, sebelum sebuah sekolah mendapatkan program rehabilitasi, kondisi bangunan terlebih dahulu dinilai oleh tim. Tingkat kerusakan menjadi salah satu pertimbangan untuk menentukan jenis pekerjaan serta besaran anggaran yang diperlukan.
Pekerjaan rehabilitasi juga disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah. Tidak semua sekolah mendapatkan pekerjaan dengan lingkup yang sama.
“Jadi, sekolah itu ada yang, yang misalnya hanya perbaikan perpustakaan, ada yang membangun perpustakaan, kamar mandi. Tergantung ya. bergantung ya, ada yang Rp150 juta, sesuai tingkat kerusakan, ada yang Rp300 juta,” terangnya.

Untuk proyek rehabilitasi dengan nilai besar, proses pengadaan dilakukan melalui mekanisme lelang. Sedangkan pekerjaan dengan nilai yang lebih kecil, seperti sekitar Rp100 juta hingga Rp200 juta, dilakukan melalui mekanisme pengadaan langsung sesuai ketentuan.
Muhsin menyebut, salah satu sekolah yang menggelontorkan biaya besar yakni SDN Bedali 1, Desa Bedali, Kecamatan Ngancar yakni dengan rehab 6 ruangan.
“Kita yang besar itu di SDN Bedali. SDN Bedali Ngancar itu lebih dariRp1 miliar ya anggarannya. Karena merehab semua ruang, enam ruang itu kita rehab. Termasuk yang revit itu yang parah ya lebih satu satu miliar,” ungkapnya.
Kasi Sarpras SD Anang Tri Asmono menambahkan, di jenjang SD sendiri terdapat 38 titik yang mendapat program rehabilitasi. Sementara untuk rehabilitasi enam ruangan SDN Bedali 1 tersebut ditargetkan rampung pada bulan November mendatang.
“Yang paling parah ya di Bedali itu rehab 6 kelas dan saat ini tengah dalam proses pengerjaan, Insyaallah selesai November atau awal Desember ini,” ujarnya.
Selama masa rehabilitasi, proses belajar dan mengajar mereka sementara berpindah ke Balai Desa Bedali yang berada tepat disamping sekolah.
Sementara untuk jenjang SMP terdapat 59 sekolah yang dilakukan rehabilitasi dengan menggunakan APBD tahun anggaran 2026.
Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri memastikan program rehabilitasi tersebut diarahkan untuk memperbaiki kondisi bangunan yang mengalami kerusakan sehingga lingkungan sekolah dapat kembali digunakan secara layak untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. [nik/ang]

