Kediri (tahukediri.id) – Tak hanya SDN Kampung Dalam 3 Kota Kediri, SDN Kampung Dalam 4 dan SDN Kaliombo juga terdapat siswa yang mengalami dugaan keracunan MBG, pada Kamis (17/9/2026). Total ada 37 siswa yang terdampak.
Dari jumlah tersebut, 10 siswa menjalani perawatan di RSUD Gambiran, yakni SDN Kaliombo 2 siswa, SDN Kampung Dalem 3 siswa, SDN Kampung Dalam 4 siswa, sementara 27 lainnya menjalani rawat jalan.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, para siswa yang mengalami gejala langsung dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
“Jadi segera oleh pemerintah kota kita melakukan langkah. Jadi siswa yang terdampak keracunan ini segera dibawa ke Puskesmas terdekat. Kemudian ada juga yang dibawa ke Rumah Sakit Gambiran,” katanya saat ditemui awak media usai menjenguk siswa terdampak di Rumah Sakit Gambiran.
Lebih jauh Mbak Wali menjelaskan, kondisi siswa yang menjalani rawat jalan sudah menunjukkan perbaikan. Sedangkan siswa yang masih dirawat di RS Gambiran terus mendapatkan pemantauan dari tim dokter karena sebagian masih mengalami muntah dan membutuhkan pemulihan.
“Alhamdulillah yang rawat jalan tadi sudah membaik dan yang ada di Gambiran saat ini kondisinya masih pemulihan, masih ada yang muntah dan lain sebagainya sehingga tadi dokter-dokter pun juga selalu melakukan pemantauan untuk memastikan bahwa kondisi anak yang terdampak tadi betul-betul membaik,” terangnya.
Untuk memastikan penyebab kejadian, Pemkot Kediri telah berkoordinasi dengan TNI, Polri, Kejaksaan, serta Badan Gizi Nasional (BGN). Investigasi dilakukan untuk mengetahui sumber dugaan keracunan tersebut.
Sementara itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berkaitan dengan distribusi makanan tersebut telah disuspensi sehingga mulai hari ini, Sabtu (18/9/2026) tidak dapat beroperasi.
“Untuk penyebabnya, ini sampel masih dilakukan uji lab. Dan nanti segera akan keluar hasilnya. Kita masih cari tahu apakah ini dari bakteri ataukah memang ada bahan makanan yang tidak aman untuk anak-anak sehingga hasil labnya masih proses,” jelasnya.
Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan langkah selanjutnya.
Pemkot Kediri juga menegaskan bahwa penanganan kesehatan para siswa menjadi prioritas utama. Pemerintah memastikan kondisi mereka terus dipantau hingga benar-benar pulih.
“Prioritas kita saat ini adalah memastikan bahwa anak-anak kita ini mendapatkan pelayanan yang cepat dan optimal di bidang kesehatan. Kemudian tentunya atas nama Pemerintah Kota Kediri kita menyampaikan rasa prihatin kepada keluarga dan juga siswa yang terdampak,” ungkapnya.
Meski terjadi kejadian tersebut, kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak dihentikan secara keseluruhan. Siswa yang dalam kondisi sehat tetap mengikuti pembelajaran seperti biasa.
Sedangkan siswa yang terdampak diminta beristirahat hingga kondisi kesehatannya pulih.
Pemkot Kediri juga menyatakan siap berkoordinasi terkait biaya perawatan para siswa yang terdampak.
“Kita koordinasikan, tapi pada prinsipnya kita siap. Ini menjadi tanggung jawab kita,” ujarnya.
Tak hanya penanganan kesehatan secara fisik, Pemkot Kediri juga menyiapkan pendampingan psikologis bagi siswa yang terdampak maupun siswa lainnya yang membutuhkan.
Mbak Wali memastikan pemerintah akan terus mengawal proses pemulihan para siswa dan berkoordinasi dengan BGN terkait langkah lanjutan.
Pasca kejadian ini, Pemkot Kediri berencana memperkuat pengawasan terhadap seluruh proses penyediaan makanan untuk siswa. Evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sanitasi, kebersihan, hingga kelayakan bahan makanan.
“Kita tidak ingin ini ada lagi di Kota Kediri. Ini kita akan perkuat pengawasan, kita akan terus kawal dan tentunya kita akan selalu melakukan evaluasi dari sisi sanitasi, kebersihan, dari sisi bahan makanan yang layak,” pungkasnya. [nik/ang]

