Kediri (tahukediri.id) – Pabrik Gula (PG) Pesantren Baru Kediri telah menggiling 7,032 juta kuintal tebu hingga memasuki hari giling ke-136 musim 2026. Capaian tersebut menunjukkan realisasi penggilingan telah melampaui 80 persen dari target yang ditetapkan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).
PG Pesantren Baru yang berada di bawah naungan PT SGN kini memasuki fase akhir musim giling 2026. Selain menjadi indikator kinerja produksi, capaian tersebut juga menunjukkan keberlanjutan penyerapan tebu petani selama musim giling berlangsung.
General Manager PG Pesantren Baru Kediri Sugondo mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari sinergi berbagai pihak, mulai dari internal pabrik hingga petani dan pemangku kepentingan yang mendukung operasional selama musim giling.
“Ini merupakan hasil kerja sama tim, kolaborasi dengan petani, dan dukungan dari stakeholder. Kami bersyukur PG Pesantren Baru terus eksis menjalankan tugas giling sekaligus menyerap tebu petani,” kata Sugondo, Selasa (6/10/2026).
Menurut Sugondo, perjalanan musim giling tahun ini tidak sepenuhnya berjalan tanpa hambatan. Sejumlah tantangan muncul selama proses produksi, namun dapat ditangani melalui koordinasi antara manajemen pabrik, petani, dan pihak terkait.
Ia menilai kolaborasi tersebut menjadi salah satu faktor penting yang memungkinkan proses penggilingan tetap berjalan hingga mencapai realisasi lebih dari 80 persen dari sasaran yang ditetapkan.
“Meski proses giling tahun ini penuh tantangan, kami optimistis bisa menyelesaikan tugas giling dengan maksimal. Dengan capaian ini kami sudah menginjak angka 80 persen lebih dari target,” ucapnya.
Manager Tanaman PG Pesantren Baru Chandra Sukmana menjelaskan, target penggilingan yang ditetapkan pada musim 2026 mencapai 873.299,6 ton tebu, atau setara sekitar 8,7 juta kuintal.
Jika dibandingkan dengan target tersebut, realisasi sebanyak 7,032 juta kuintal hingga hari giling ke-136 menunjukkan progres produksi yang telah berada di atas angka 80 persen.
Bagi PG Pesantren Baru, capaian tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi sisa musim giling. Manajemen masih perlu menjaga kesinambungan pasokan bahan baku agar aktivitas penggilingan dapat berlangsung hingga target yang telah ditetapkan tercapai.
Chandra mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan petani untuk memastikan pasokan tebu tetap tersedia. Kelancaran bahan baku menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan kemampuan pabrik menyelesaikan sisa target produksi.
“Artinya sampai hari giling ke-136 ini PG Pesantren Baru mencapai 80 persen dan segera menutup target yang sudah dicanangkan dari kantor pusat PT SGN,” jelas Chandra.
Dengan musim giling yang telah memasuki tahap akhir, perhatian PG Pesantren Baru kini diarahkan pada keberlanjutan pasokan tebu dan kelancaran operasional hingga hari giling terakhir.
Chandra berharap dukungan petani dan seluruh pihak yang selama ini terlibat tetap terjaga sehingga proses produksi dapat diselesaikan tanpa hambatan berarti. Target penuh musim giling 2026 menjadi sasaran yang masih ingin dikejar hingga akhir.
“Kami mohon doa restunya, di sisa hari giling ini PG Pesantren Baru bisa berjalan lancar, pasokan tebu berjalan baik, dan bisa menutup target dengan penuh 100 persen,” harap Chandra. ***

