Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Sudah Menikah di Luar Negeri, Apakah Setelah Pulang ke Indonesia Perlu Menikah Ulang?

    7 Oktober 2026 - 08:57

    Hampir 200 Medali, Karateka Kediri Cheisya Aurelia Bidik Emas di Piala Bergilir Jatim

    7 Oktober 2026 - 07:54

    Hari Giling ke-136, PG Pesantren Baru Kediri Sudah Giling 7,032 Juta Kuintal Tebu

    6 Oktober 2026 - 17:04
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»Olahraga»Hampir 200 Medali, Karateka Kediri Cheisya Aurelia Bidik Emas di Piala Bergilir Jatim

    Hampir 200 Medali, Karateka Kediri Cheisya Aurelia Bidik Emas di Piala Bergilir Jatim

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti Olahraga 7 Oktober 2026 - 07:54
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Usianya masih belia, namun prestasinya di atas matras karate sudah tak terhitung jari. Dia adalah Cheisya Aurelia Kristanto, karateka muda asal Kediri yang kini telah mengoleksi hampir 200 medali dan piagam penghargaan sejak mulai menekuni karate pada usia tujuh tahun.

    Terbaru, Cheisya berhasil meraih juara pertama dalam ajang Piala Panglima TNI 2026 yang berlangsung di GOR Ken Arok, Malang pada 28-30 September 2026.

    Tak hanya menjadi juara pertama, siswi kelas XI ini juga sukses menyabet gelar Best of the Best (BOB) kategori Kata Putri.

    Banner Promo

    “Alhamdulillah juara 1 dan juga mendapatkan juara BOB (best of the best untuk kategori Kata Putri),” katanya.

    Menurut Cheisya, pertandingan paling berkesan adalah saat bertanding di ajang Piala Panglima TNI 2026, sebab pertandingan tersebut diselenggarakan pada hari aktif, dimana ia harus mengorbankan waktu sekolahnya. Namun semua itu terbayar ketika berhasil membawa pulang dua prestasi sekaligus.

    “Alasannya bertanding di Piala Panglima pada hari aktif jadi pengalaman yang beda. meski harus mengorbankan waktu sekolah, semua terbayar saat berhasil pulang membawa juara 1 dan juara Best of the Best, serta menjadi kebanggaan tersendiri untuk saya,” jelasnya.

    Cheisya mulai mengenal karate ketika masih berusia tujuh tahun. Ketertarikannya bermula dari sang kakak sepupu yang lebih dahulu mengikuti latihan karate.

    Dari sekadar mencoba, Cheisya justru menemukan kecocokan dengan seni bela diri tersebut. Hingga bertahun-tahun kemudian, karate menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.

    “Awalnya dulu termotivasi karena kakak sepupu ikut karate jadi hati saya tergerak ikut latihan karate,” ujarnya.

    Konsistensi selama hampir satu dekade membuahkan hasil. Cheisya menyebut total perolehan medali dan piagam yang dimilikinya kini sudah mendekati angka 200.

    “Kalau di hitung yang keberapa sepertinya sudah 100 berapa karena dari usia 7th sampai sekarang terakhir saya hitung perolehan medali dan piagam hampir 200,” katanya.

    Bukan hanya Piala Panglima TNI. Sebelumnya, pada 22-23 Agustus 2026, Cheisya juga berhasil menjadi juara 1 dalam Kejuaraan Piala Danrem yang berlangsung di Mojokerto.

    Ketua Cabor Karate Kediri sekaligus pelatih Cheisya, Agung Triwahyudi, mengaku bangga dengan pencapaian anak didiknya.

    Menurut Agung, prestasi yang diraih Cheisya merupakan hasil dari proses latihan yang terus dijalankan. Sebagai pelatih, dirinya akan terus berupaya meningkatkan program latihan untuk mencetak atlet-atlet berprestasi.

    “Ya, tentunya merasa senang punya anak didik yang berhasil. Sebagai pelatih tetap berusaha semaksimal mungkin agar program-program latihan dapat tercapai untuk menciptakan atlet yang berprestasi,” kata Agung.

    Usai meraih prestasi di Piala Panglima TNI, Cheisya tidak lantas berleha-leha. Justru persiapan menghadapi kejuaraan berikutnya akan ditingkatkan.

    “Lebih giat lagi pemusatan latihannya, lebih giat lagi, bisa ditingkatkan lagi motivasi dan kedisiplinan dalam berlatih,” jelas Agung.

    Selain kejuaraan tersebut, Agung telah menyiapkan target jangka panjang. Cheisya diproyeksikan untuk memperkuat tim Cabor Forki dalam Porprov 2027 mendatang.

    “Sebagai pelatih tetap semaksimal mungkin menambah porsi latihan untuk jenjang yang akan datang. Apalagi kita persiapkan juga Cheisya untuk memperkuat tim Cabor Forki dalam Porprov 2027 yang akan datang,” ungkapnya.

    Sementara dalam waktu dekat, Cheisya akan kembali menghadapi tantangan baru. Ia dijadwalkan mengikuti Piala Bergilir Pemprov Jatim IV yang berlangsung pada 9-11 Oktober 2026 di Surabaya.

    Targetnya jelas, yakni kembali membawa pulang medali emas.

    “Untuk selanjutnya tanggal 9-11 Oktober 2026 akan mengikuti event Piala Bergilir Pemprov Jatim IV yang akan diselenggarakan di Surabaya. Mohon doanya semoga bisa mendapatkan gold medali,” ungkap Cheisya.

    Perjalanan sebagai karateka juga mengajarkan Cheisya untuk mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi pertandingan. Salah satunya ketika harus menghadapi matras yang licin.

    “Kondisi matras yang licin harus bisa mengkondisikan tumpuan kaki biar tidak terpeleset,” ujarnya.

    Bagi Cheisya, kemampuan teknis saja tidak cukup untuk menjadi atlet berprestasi. Kepercayaan diri, kedisiplinan, serta ketaatan kepada Tuhan dan orang tua menjadi bagian penting dalam perjalanannya.

    Ia pun berharap prestasi yang telah dikumpulkan sejak usia dini nantinya dapat memberikan manfaat lebih besar untuk masa depannya.

    “Harapan saya ke depannya nanti, prestasi ini bisa menunjang karier saya dalam dunia kerja,” ucapnya.

    Agung berpesan agar sederet prestasi yang telah diraih Cheisya tidak membuatnya cepat berpuas diri. Justru semakin tinggi prestasi, semakin besar pula tanggung jawab untuk menjaga sikap dan terus berlatih.

    “Pesan untuk ananda Cheisya, tetap semangat, tetap rendah hati. Apapun hasilnya yang terbaik tetap disyukuri, tidak sombong, tidak takabur. Tetap memakai ilmu padi, semakin berisi semakin menunduk,” pungkas Agung. [nik/ang]

    Atlet Kediri Berita Kediri Cheisya Aurelia Kristanto Karateka Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleHari Giling ke-136, PG Pesantren Baru Kediri Sudah Giling 7,032 Juta Kuintal Tebu
    Next Article Sudah Menikah di Luar Negeri, Apakah Setelah Pulang ke Indonesia Perlu Menikah Ulang?

    Info Lainnya

    Sudah Menikah di Luar Negeri, Apakah Setelah Pulang ke Indonesia Perlu Menikah Ulang?

    7 Oktober 2026 - 08:57

    Hari Giling ke-136, PG Pesantren Baru Kediri Sudah Giling 7,032 Juta Kuintal Tebu

    6 Oktober 2026 - 17:04

    Hendak Kubur Cempe, Warga Gedangsewu Kediri Temukan Jasad Bayi Terkubur 20 Cm

    6 Oktober 2026 - 16:45

    Rumah di Dandangan Kota Kediri Terbakar, Lansia 73 Meninggal

    6 Oktober 2026 - 08:50

    Punya 6 CCTV dan Administrasi Tertib, Pos Kamling RT 05 Ngronggo Kediri Masuk 10 Besar Siskamling Jatim

    5 Oktober 2026 - 21:14

    Warga Temukan Granat di Pinggir Sungai Brantas Kediri

    5 Oktober 2026 - 21:10
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Sudah Menikah di Luar Negeri, Apakah Setelah Pulang ke Indonesia Perlu Menikah Ulang?

    7 Oktober 2026 - 08:57

    Hampir 200 Medali, Karateka Kediri Cheisya Aurelia Bidik Emas di Piala Bergilir Jatim

    7 Oktober 2026 - 07:54

    Hari Giling ke-136, PG Pesantren Baru Kediri Sudah Giling 7,032 Juta Kuintal Tebu

    6 Oktober 2026 - 17:04

    Hendak Kubur Cempe, Warga Gedangsewu Kediri Temukan Jasad Bayi Terkubur 20 Cm

    6 Oktober 2026 - 16:45

    Rumah di Dandangan Kota Kediri Terbakar, Lansia 73 Meninggal

    6 Oktober 2026 - 08:50
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.