Kediri (tahukediri.id) – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai pusat pelayanan terpadu masyarakat. Melalui integrasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), pelayanan Posyandu kini tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan berbagai kebutuhan dan persoalan sosial.
Penguatan tersebut terlihat dalam aktivitas Posyandu Pos 5 yang berlokasi di RT 03 RW 05, Kelurahan Bangsal, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Kader Posyandu mulai menjalankan pelayanan lintas sektor dengan menampung aspirasi masyarakat, termasuk persoalan pendidikan dan bantuan sosial.
Ketua Posyandu Pos 5, Nining Sulistyorini, mengatakan penerapan integrasi enam SPM membuat peran kader semakin luas. Warga dapat menyampaikan berbagai keluhan yang kemudian dicatat untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing sektor.
“Pelayanan sekarang mencakup kader yang tidak hanya fokus pada satu kegiatan Posyandu saja. Lewat sistem ini, warga bisa menyampaikan berbagai keluhan untuk dicatat, mulai dari kendala pendidikan hingga masalah bantuan sosial seperti DTKS,” terang Nining saat ditemui di sela kegiatan Posyandu, Jumat (6/11/2026).
Aspirasi yang belum dapat diselesaikan di tingkat Posyandu akan diteruskan kepada pihak kelurahan. Selanjutnya, pemerintah kelurahan melakukan koordinasi dan menindaklanjuti persoalan tersebut sesuai kebutuhan.
Layani Puluhan Lansia dan Balita Setiap Bulan
Meski ruang lingkup pelayanan semakin luas, pemantauan kesehatan masyarakat tetap menjadi kegiatan utama Posyandu. Setiap bulan, Posyandu Bangsal Pos 5 melayani sekitar 35 lansia serta 15–20 balita.
Untuk kelompok lanjut usia, pemeriksaan meliputi tekanan darah, gula darah, asam urat, hingga kolesterol. Dari hasil pemeriksaan rutin, hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi keluhan yang paling sering ditemukan.
“Untuk lansia mayoritas mengeluhkan tensi. Pemicunya selain faktor usia, ada juga yang karena susah tidur atau kelelahan kerja. Kalau tekanannya tinggi, kami catat dan sarankan untuk penanganan lebih lanjut ke Ponkesdes atau puskesmas,” imbuh Nining.
Dalam pelayanan pengobatan, Posyandu tidak lagi membagikan obat secara langsung kepada warga. Masyarakat yang membutuhkan penanganan medis akan diarahkan ke Pondok Bersalin/Kesehatan Desa (Ponkesdes) atau puskesmas.
Proses rujukan tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan bidan wilayah yang bertugas melakukan pengawasan pelayanan kesehatan masyarakat.

Sepuluh Kader Lakukan Jemput Bola
Pelaksanaan Posyandu juga menghadapi tantangan dalam mengajak masyarakat hadir secara rutin. Nining mengakui masih ada warga yang enggan datang karena berbagai alasan, mulai dari malas hingga anak yang belum bangun tidur.
Untuk mengatasi hal tersebut, sebanyak 10 kader Posyandu Pos 5 melakukan pendekatan jemput bola dengan mendatangi rumah warga. Upaya ini terutama menyasar lansia dan keluarga yang memiliki balita agar tidak melewatkan pelayanan kesehatan rutin.
Pendekatan yang dilakukan tidak sebatas mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan. Kader juga mengajak warga menjadikan Posyandu sebagai ruang interaksi sosial dan tempat bertemu dengan teman sebaya.
“Kami ajak dengan santai, ‘Ayo ke Posyandu, di sana ramai, bisa ketemu teman seusia untuk ngobrol. Kalau di rumah saja nanti siapa yang diajak bicara?’ Dengan begitu warga jadi lebih bersemangat datang,” pungkasnya.
Warga Berharap Pelayanan Terus Berlanjut
Manfaat pelayanan Posyandu juga dirasakan masyarakat. Salah satu warga, Sumiati, mengaku senang dengan kegiatan tersebut karena dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara gratis dan lokasinya dekat dari tempat tinggal.
“Saya berharap kegiatan seperti ini terus diadakan untuk membantu masyarakat,” kata Sumiati.
Penguatan Posyandu melalui integrasi enam SPM diharapkan membuat pelayanan masyarakat semakin mudah dijangkau. Selain membantu pemantauan kondisi kesehatan lansia dan balita, Posyandu juga menjadi penghubung antara kebutuhan warga dengan pemerintah kelurahan dan sektor pelayanan terkait.
Dengan dukungan kader, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah, Posyandu diharapkan semakin berperan dalam mendekatkan pelayanan dasar sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kondisi masyarakat di lingkungan tempat tinggal. ***

