Kediri (tahukediri.id) – Harga sejumlah komoditas ternak, khususnya sapi dan ayam potong, mulai mengalami perbaikan meski para peternak masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari harga pakan, daya beli masyarakat hingga dinamika populasi ternak.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, Istar Abadi, mengatakan harga sapi di tingkat pasar saat ini sudah mulai membaik. Namun, ketersediaan sapi siap potong masih perlu mendapat perhatian menyusul berkurangnya populasi akibat dampak sejumlah penyakit yang sempat terjadi sebelumnya.
“Dan kalau yang sapi tadi karena memang sapi yang untuk siap untuk dipotong di Kabupaten Kediri dan di beberapa wilayah dari dampak beberapa penyakit yang lalu jumlah populasi sapi yang siap dipotong boleh dikatakan agak berkurang,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi berbeda terjadi pada komoditas kambing dan domba. Harga ternak tersebut dinilai belum mengalami peningkatan signifikan selama lebih dari satu tahun.
Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kondisi tersebut adalah tingginya populasi ternak yang tidak sepenuhnya diimbangi dengan permintaan pasar. Selain itu, permintaan terhadap sapi betina produktif juga menjadi perhatian pemerintah karena berpotensi mengganggu keberlanjutan populasi sapi di masa mendatang.
Istar menegaskan, upaya meminimalisasi pemotongan sapi betina produktif penting dilakukan. Langkah tersebut diperlukan agar sapi-sapi betina yang masih produktif dapat terus berkembang biak sehingga kelahiran ternak baru tetap terjaga.
“Jadi berbahaya untuk meminimalisir pemotongan sapi betina produktif. Sehingga ke depan kelahiran-kelahiran sapi-sapi yang baru bisa terpelihara. Sehingga mengantisipasi kelangkaan sapi ke depannya,” jelasnya.
Sementara untuk komoditas kambing dan domba, para pelaku usaha yang masih bertahan di tengah kondisi harga yang belum optimal tetap menjalankan usahanya dengan menyesuaikan perkembangan pasar.
Di sektor unggas, khususnya ayam petelur, persoalan harga pakan masih menjadi salah satu tantangan utama bagi peternak.
Istar menyebut, komponen pakan bahkan menyumbang sekitar 70 persen dari biaya produksi.
Kenaikan harga pakan secara langsung berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha peternakan ayam. Di sisi lain, produksi telur yang melimpah akibat tingginya populasi ayam petelur juga membuat keseimbangan antara pasokan dan permintaan menjadi tantangan tersendiri. [nik/ang]

