Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Lupa Matikan Tungku Kompor, Rumah Warga Kediri Ludes Terbakar di Hari Kemerdekaan

    17 Agustus 2026 - 19:00

    HUT ke-81 RI, Mas Dhito Ajak Warga Kediri Jaga Persatuan dan Tak Mudah Terprovokasi Hoaks

    17 Agustus 2026 - 18:57

    Berdiri Sejak 1920, SMPN 4 Pare Menyimpan Kisah Pendidikan Teknik dan Perjuangan Kemerdekaan

    17 Agustus 2026 - 12:35
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»HUT ke-81 RI, Mas Dhito Ajak Warga Kediri Jaga Persatuan dan Tak Mudah Terprovokasi Hoaks

    HUT ke-81 RI, Mas Dhito Ajak Warga Kediri Jaga Persatuan dan Tak Mudah Terprovokasi Hoaks

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 17 Agustus 2026 - 18:57
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kediri menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi isu-isu hoaks di momentum Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke -81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

    Mengusung tema Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur, upacara yang diselenggarakan di Stadion Canda Bhirawa Pare tersebut diikuti oleh berbagai element masyarakat mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI-Polri, organisasi masyarakat (ormas), serta pelajar tingkat SD hingga perwakilan mahasiswa di berbagai Universitas di Kediri.

    Pada kesempatan itu, Mas Dhito, sapaan akrab Bupati Kediri, mengatakan, kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan harus dimaknai dengan rasa syukur sekaligus kepedulian terhadap sesama.

    “D hari kemerdekaan ke-81 ini, saya berharap kepada seluruh masyarakat kabupaten ini untuk tidak terpolarisasi, tidak termakan isu-isu yang sifatnya hoax,” katanya.

    Ia menilai masyarakat perlu merayakan kemerdekaan dengan suka dan duka. Rasa suka diwujudkan melalui rasa syukur atas kemerdekaan yang telah dinikmati selama 81 tahun, sementara rasa duka diwujudkan dengan memberikan empati kepada saudara-saudara yang tengah mengalami musibah.

    “Yang paling penting dari segala galanya, kemerdekaan hari ini yang kita capai yang usianya 81, kita rayakan dengan suka dan duka. Kenapa saya bilang suka dan duka, Karena apapun kita harus menghargai perjuangan pahlawan sampai dengan hari ini. Dukanya adalah kita hari ini tetap harus punya empati, mendoakan saudara-saudara kita, baik yang ada di NTT maupun di daerah lain yang sedang mengalami musibah” jelasnya.

    Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke -81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Stadion Canda Bhirawa Pare Kediri

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kediri Yuli Marwantoko mengapresiasi penampilan Paskibraka Kabupaten Kediri dalam upacara HUT ke-81 RI.

    Tahun ini, terdapat perubahan formasi dalam pelaksanaan upacara, salah satunya posisi tiang bendera yang berada di tengah.

    “Karena tahun 2026 kita kan baru, maksud dalam arti baru karena tiang bendera itu harus sesuai dengan istana di tengah. Nah, kalau tahun-tahun kemarin kan di pinggir. Nah, kita mau formasi baru dan Alhamdulillah anak-anak Paskib Kaka, Kapten Kediri Garuda 13 melaksanakan dengan baik dan mudah-mudahan nanti bisa dipertahankan atau ditingkatkan dalam penurunan bendera nanti sore,” ujarnya.

    Ia mengakui masih ada sejumlah hal yang perlu dievaluasi, terutama gerakan langkah pada formasi berbentuk huruf U.

    “Secara menyeluruh memang tidak ada, cuma
    Memang tadi ada beberapa yang perlu kita perbaiki terutama dalam langkah yang letter U tadi memang kami nanti akan ke depannya akan kami perbaiki dan semoga nanti di penurunan akan lebih baik lagi,” ungkapnya.

    Yuli juga bersyukur tidak ada anggota Paskibraka yang mengalami sakit atau kendala kesehatan selama menjalankan tugas. Kondisi tersebut juga didukung dengan adanya anggota cadangan yang disiapkan untuk mengantisipasi apabila terjadi kondisi yang tidak diinginkan.

    “Alhamdulillah, tidak ada karena kami juga sudah memberi cadangan. Kalau memang nanti sakit, kan itu doa dari ini, bukan dari cadangan. Kalau sakit, dia bisa main. Tapi Alhamdulillah, tidak ada yang sakit dan Alhamdulillah juga, baik cadangan maupun yang inti sehat semuanya,” ujarnya.

    Yuli turut mengajak para pelajar SMA, MA dan SMK sederajat di Kabupaten Kediri, baik negeri maupun swasta, untuk mengikuti seleksi Paskibraka pada tahun mendatang.

    Menurutnya, menjadi anggota Paskibraka bukan hanya soal menjalankan tugas dalam upacara, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter, fisik dan mental generasi muda.

    Kediri juga telah melahirkan sejumlah alumni yang berhasil menembus sekolah kedinasan dan akademi seperti AAL, Akpol dan Akmil. Yuli berharap setiap sekolah di Kabupaten Kediri dapat memiliki keterwakilan dalam Paskibraka.

    “Saya punya program satu sekolahan itu harus terwakili. Karena apa? Baik swasta negeri. Karena apa? Itu juga membantu kami selaku pembina Paskib biar nanti anak yang ikut Paskib bisa memberi motivasi adik-adiknya untuk mengikuti,” jelasnya.

    Mas Dhito berharap Indonesia ke depan benar-benar mampu menjadi negara yang berdaulat, adil, dan makmur sesuai tema upacara kemerdekaan yang digunakan hari ini yakni Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.

    “Semoga kita betul-betul menjadi negara yang berdaulat, adil dan makmur dan saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah diberikan kekuatan, ketabahan dan segala sesuatunya dipermudah oleh Allah SWT,” tandasnya. [nik/ang]

    Berita Kediri Stadion Canda Bhirawa Upacara HUT ke 81 RI
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleBerdiri Sejak 1920, SMPN 4 Pare Menyimpan Kisah Pendidikan Teknik dan Perjuangan Kemerdekaan
    Next Article Lupa Matikan Tungku Kompor, Rumah Warga Kediri Ludes Terbakar di Hari Kemerdekaan

    Info Lainnya

    Lupa Matikan Tungku Kompor, Rumah Warga Kediri Ludes Terbakar di Hari Kemerdekaan

    17 Agustus 2026 - 19:00

    Berdiri Sejak 1920, SMPN 4 Pare Menyimpan Kisah Pendidikan Teknik dan Perjuangan Kemerdekaan

    17 Agustus 2026 - 12:35

    Kecewa Tak Ada Kepastian, Warga Sekoto Pasang Banner Protes Dampak TPA

    16 Agustus 2026 - 11:20

    Korsleting Listrik Diduga Picu Kebakaran Pabrik Kayu di Pare, Kerugian Rp400 Juta

    15 Agustus 2026 - 00:08

    Dugaan Perusakan Fasilitas Kafe di Pare Diselesaikan Kekeluargaan, Ini Kesepakatannya

    14 Agustus 2026 - 18:32

    BPK Jatim Ungkap Tantangan Bersihkan Vandalisme Cikar Mbah Gleyor: Satu Roda Bisa 3 Jam

    14 Agustus 2026 - 17:55
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Lupa Matikan Tungku Kompor, Rumah Warga Kediri Ludes Terbakar di Hari Kemerdekaan

    17 Agustus 2026 - 19:00

    HUT ke-81 RI, Mas Dhito Ajak Warga Kediri Jaga Persatuan dan Tak Mudah Terprovokasi Hoaks

    17 Agustus 2026 - 18:57

    Berdiri Sejak 1920, SMPN 4 Pare Menyimpan Kisah Pendidikan Teknik dan Perjuangan Kemerdekaan

    17 Agustus 2026 - 12:35

    Kecewa Tak Ada Kepastian, Warga Sekoto Pasang Banner Protes Dampak TPA

    16 Agustus 2026 - 11:20

    Korsleting Listrik Diduga Picu Kebakaran Pabrik Kayu di Pare, Kerugian Rp400 Juta

    15 Agustus 2026 - 00:08
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.