Kediri (tahukediri.id) – Sebuah mobil Toyota Avanza terbakar saat melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Dusun Doko, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, pada Senin (28/9/2026) siang.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.25 WIB itu sempat membuat panik warga. Pasalnya, empat orang yang berada di dalam mobil, terdiri dari tiga orang dewasa dan seorang anak, sempat kesulitan keluar setelah pintu kendaraan tidak dapat dibuka.
Seorang warga tukang tambal ban yang berada di sekitar lokasi, Abdul Rosyad (45), mengaku awalnya mendengar suara keras seperti ban meletus.
“Ada suara ban meletus, langsung saya lari ke situ. Tak kira ban meletus. Karena sudah ada apinya sudah keluar,” ujar Abdul.
Saat mendekati mobil, Abdul melihat api sudah berkobar dari bagian depan kendaraan. Ia bersama warga lainnya kemudian berupaya membantu mengevakuasi para penumpang.
Menurut Abdul, salah seorang penumpang perempuan yang berada di bagian belakang sempat mengalami kesulitan untuk keluar.
“Saya buka kapnya, terus bantu mengeluarkan orangnya. Yang ibunya tidak bisa keluar,” ungkapnya.
Proses evakuasi berlangsung cukup menegangkan. Warga akhirnya membantu membuka akses keluar hingga seluruh penumpang berhasil diselamatkan.
Abdul memperkirakan proses tersebut berlangsung kurang dari lima menit.
Setelah para penumpang berhasil dievakuasi, warga berupaya memadamkan api menggunakan air, pasir, dan APAR yang tersedia di sekitar lokasi.
“Banyak yang membantu. Ada yang mengambil APAR dari Bank Mandiri. Sampai habis dua APAR itu. Kalau tidak ada APAR, mungkin lebih sulit. Pasir sama air tidak mengatasi,” kata Abdul.
Sementara itu, Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 11.25 WIB.
Petugas Damkar Pos Grogol kemudian bergerak menuju lokasi pada pukul 11.29 WIB dan tiba sekitar pukul 11.40 WIB.
“Diduga awal karena terjadi hubungan arus pendek. Menurut keterangan pengemudi, api berawal dari sisi kanan depan, diperkirakan dari aki, kemudian menyambar ke mesin,” terang Kaleb.
Ia menjelaskan, respons masyarakat di sekitar lokasi turut membantu proses penanganan. Warga dengan cepat membantu mengamankan para penumpang sekaligus melakukan upaya pemadaman awal sebelum petugas tiba.
“Alhamdulillah atas kerja sama masyarakat yang sangat responsif membantu, api bisa berhasil dipadamkan. Tidak terjadi korban, baik luka ringan maupun luka berat,” jelasnya.
Kaleb menambahkan, para penumpang sempat kesulitan keluar lantaran pintu kendaraan tidak dapat dibuka. Warga kemudian melakukan upaya evakuasi hingga akses keluar berhasil dibuka.
“Memang sempat pintu tidak bisa terbuka. Kemudian dengan memecah kaca depan, akhirnya pintu bisa terbuka dan penumpang bisa diamankan,” katanya.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, petugas mengerahkan tiga unit armada pemadam kebakaran, yakni satu unit dari Pos Grogol, satu unit dari Pos Pare, serta satu unit dari Damkar Satpol PP Kota Kediri.
Proses pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 12.43 WIB. Api akhirnya berhasil dipadamkan dan situasi di lokasi dinyatakan aman.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Meski demikian, salah seorang penumpang sempat mengalami trauma akibat kejadian tersebut.
Akibat kebakaran, kerugian ditaksir sekitar Rp25 juta, sedangkan aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai Rp50 juta.
Pihaknya mengimbau pemilik kendaraan untuk rutin memeriksa kondisi sistem kelistrikan, termasuk aki dan kabel-kabel kendaraan, guna mengantisipasi potensi korsleting yang dapat memicu kebakaran. [nik/ang]

