Kediri (tahukediri.id) – Rehabilitasi Museum Sri Aji Joyoboyo terus dikebut Pemerintah Kabupaten Kediri. Tak hanya mempercantik bangunan museum, penataan kawasan juga dilakukan agar wajah museum yang menjadi salah satu ikon sejarah Kediri tersebut terlihat lebih rapi dan nyaman bagi pengunjung.
Plt. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kediri, Irwan Chandra Wahyu Purnama, mengatakan, proyek rehabilitasi dengan pagu anggaran sekitar Rp4,619 miliar tersebut ditargetkan dapat diselesaikan tahun ini, dengan penyelesaian keseluruhan kawasan diharapkan rampung pada Desember 2026.
“Ya, tahun ini juga kami harapkan museum tahun ini tuntaslah,” ujarnya, Senin (10/8/2026).
Irwan menjelaskan, pekerjaan rehabilitasi tahun ini mencakup sejumlah bagian utama. Di antaranya pembangunan amphitheater, pembenahan fasad museum, serta akses masuk menuju museum.
Selain itu, Pemkab Kediri juga menyiapkan penataan kawasan di sekitar museum agar fasilitas pendukungnya lebih representatif.
Melalui perubahan anggaran (PAK), Pemkab juga berencana menambahkan pekerjaan berupa akses jalan di bagian belakang, area parkir, jalan keliling, hingga pagar kawasan.
“Terus ini nanti di PAK ini kami tambahkan anggaran untuk akses jalan di belakangnya ya. Parkir dan jalannya ya. Plus pagar kalau enggak salah, lupa saya. Ada pagarnya juga kayaknya. Ini kan dari samping-samping masuk ya. Ini kan belum ada jalan kelilingnya ke belakang. Nah, itu yang kita buatkan,” jelasnya.
Lebih jauh Irwan menjelaskan, hal lain yang juga menjadi perhatian adalah keberadaan tiang listrik dan kabel fiber optik (FO) di depan museum.
Menurut Irwan, keberadaan kabel dan tiang tersebut cukup mengganggu tampilan kawasan. Apalagi terdapat jaringan yang posisinya relatif rendah.
“Yang jelas kita ada pekerjaan lain selain revitalisasi museum itu, mindah tiang listrik di depan. Nah, tiang listriknya itu kan mengganggu sekali, tiang listrik maupun FO ya, apa fiber optik. Ini proses nanti. Jadi nanti kalau museumnya juga sudah selesai terus ya depannya harusnya bersih sih. Enggak ada kabel listrik yang menggelantung,” tegasnya.
Karena itu, lanjutnya, pihaknya berkoordinasi dengan PLN dan provider telekomunikasi untuk memindahkan jaringan tersebut.
Untuk jaringan fiber optik, pemindahan akan dilakukan secara mandiri oleh provider. Sementara untuk jaringan listrik, diperlukan pengadaan tiang serta penataan ulang jalur.
Irwan menyebut kebutuhan untuk pemindahan jaringan listrik diperkirakan mencapai Rp100 juta lebih. Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dan negosiasi dengan PLN.
“Sudah negosiasi juga dengan PLN. Sekarang kayaknya sudah tekan kontrak teman-teman perkim,” imbuhnya.
Rehabilitasi ini diharapkan semakin memperkuat keberadaan Museum Sri Aji Joyoboyo sebagai ruang edukasi sejarah sekaligus destinasi yang mampu menarik lebih banyak masyarakat untuk mengenal sejarah dan budaya Kediri.

