Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»Wisata»Goa Jegles: Dulu Angker dan Jadi Tempat Sampah, Kini Eksotis

    Goa Jegles: Dulu Angker dan Jadi Tempat Sampah, Kini Eksotis

    Mohamad EdyMohamad Edy Wisata 7 Maret 2025 - 10:15
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Desa Keling, di sisi timur Kediri menyimpan potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, sebuah goa eksotis yang dulunya dikenal angker dan jadi tempat pembuangan sampah.

    Ya, Goa Jegles. Goa yang terletak di Jalan Jegles, Desa Keling, Kecamatan Kepung ini mulai dibuka tahun 2019, seiring upaya pemerintah desa dan para pemuda setempat yang ingin mengembangkan perekonomian melalui desa wisata.

    Setelah menghadirkan wisata susur sungai di Kali Kembangan, mereka lantas mencoba membuka akses goa yang berada di sisi sungai dan tertutup rerimbunan. Lebih mengenaskan, goa ini dipenuhi sampah-sampah rumah tangga.

    Pokdarwis Bhumi Kalingga Desa Keling, Didin Saputro mengatakan, saat pertama kali mencoba masuk ke Goa Jegles, warga menemukan banyak sekali sampah, seperti baju bekas, pecahan kaca dan berbagai macam sampah rumah tangga.

    Sebelum tahun 80an, menurut Didin, Goa Jegles juga dikenal angker sebagai tempat semedi atau pertapaan. Juga lokasi perburuan oleh mereka para pencari pusaka.

    “Ini dulu masyarakat sekitar sini itu meyakini atau banyak istilahnya mitos bahwa ini tempat angker, dulunya tempat bersemedi atau pertapaan. Akhirnya lambat laun lokasi ini jarang dijamah orang, akhirnya jadi tempat sampah,” kata Didin.

    Sejak saat itu, pemerintah desa bersama warga bergotong-royong membersihkan goa. Sehingga kini tampak eksotisme dari goa yang terbentuk akibat aktivitas gunung api tersebut.

    Selain eksotismenya, pengunjung juga bisa menikmati kesejukan berada di dalam goa ini. Hal ini karena adanya sumber mata air asli dari tanah yang memenuhi goa.

    Saat keluar goa, pengunjung bisa bersantai di gazebo-gazebo sambil menikmati udara segar dan kuliner khas pedesaan.

    Tidak diketahui pasti era terbentuknya Goa Jegles ini. Hanya saja pakar arkeologi menduga goa ini terbentuk dari batuan beku akibat aktivitas vulkanik. Ini diperkuat dengan lokasinya yang tak jauh dari Gunung Kelud.

    “Kalau Goa Jegles yang utama ini kita belum bisa memastikan, tapi ada dugaan dari dulu sudah ada. Bahkan sejumlah pakar arkeologi menduga goa ini terbentuk karena aktivitas vulkanik, paling dekat ya Gunung Kelud karena ini terbentuk dari batuan beku,” tambah Didin.

    Tidak hanya goa utama, di kawasan ini ada arung kuno atau terowongan bawah tanah yang panjang. Di zaman kerajaan, arung kuno ini merupakan instalasi keairan untuk mengalirkan air ke pemukiman.

    “Ini diduga ada dari era kerajaan Majapahit atau bahkan lebih tua, zaman Kadiri atau Matarman. Karena dulu leluhur kita memanfaatkan rongga rongga sarana irigasi ke pemukiman kerajaan,” terangnya.

    Goa ini berjarak sekitar 10 Kilometer dari pusat Kecamatan Pare. Pengunjung tak perlu bingung karena ada penanda di setiap persimpangan menuju Goa Jegles. Akses jalannya pun mudah, ketika harus menembus kawasan perkebunan tebu.

    Selain Goa Jegles, Desa Wisata Keling juga menyuguhkan atraksi wisata susur sungai di Kali Kembangan, Sumber Gemuling, Sumber Jurang Kromo, dan kawasan tua Ringinagung, yang menyuguhkan nuanasa pemukiman penduduk jaman dulu, pesantren dan masjid tua yang usianya lebih dari 1 abad.

    Goa Jegles Wisata Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleMadu Mongso Tradisional dari Desa Jarak, Kediri: Cita Rasa Klasik yang Bertahan Sejak 1997
    Next Article Intip Sejarah Pembangunan Masjid An-Nuur Pare: Gaya Arsitektur dan Filosofinya

    Info Lainnya

    Candi Tegowangi Jadi Panggung Sastra Saraswati Sewana Yatra 2026

    16 Juli 2026 - 20:07

    Wisatawan Jepang Ikut Jamasan Arca Totok Kerot Kediri, Tertarik Pelestarian Budaya dan Sejarah Lokal

    9 Juli 2026 - 19:41

    Museum Passport Hadir di Museum Sri Aji Jayabaya Kediri, Pengunjung Kini Bisa Berburu Stempel Koleksi Nasional

    8 Juli 2026 - 19:25

    Libur Panjang Dongkrak Wisata Kediri, Besuki Tetap Jadi Primadona, Museum Sri Aji Jayabaya Ditarget Grand Launching 2027

    4 Juli 2026 - 13:15

    Pesona Wisata Kali Bening Kediri, Destinasi Alam Murah dengan Sungai Jernih dan Spot Camping Favorit

    30 Juni 2026 - 09:17

    Batu Cinta, Hutan Eksotis di Lereng Kelud yang Dijuluki Djawatan Kediri dan Viral di Media Sosial

    24 Juni 2026 - 22:20
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.