Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Lonjakan Harga Kacang Tanah, Nasi Pecel di Kediri Terpaksa Naikkan Harga

    11 April 2026 - 18:11

    Kemunculan Satwa Lindung di Kandang Kambing Gegerkan Warga Kediri

    11 April 2026 - 15:07

    Tak Bisa Santai, ASN Kediri Jalani WFH dengan Sistem Pengawasan Super Ketat

    11 April 2026 - 15:03
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Kota Kediri Tegaskan Komitmen Pendidikan Inklusif Lewat Gebyar Inklusi 2025

    Kota Kediri Tegaskan Komitmen Pendidikan Inklusif Lewat Gebyar Inklusi 2025

    Inggar Tania LaurinaInggar Tania Laurina News 5 Desember 2025 - 10:45
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Pemerintah Kota Kediri menegaskan komitmennya untuk memperkuat pendidikan inklusif melalui peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 bertajuk Gebyar Inklusi: Menggali Potensi Meraih Prestasi yang digelar di halaman Dinas Pendidikan Kota Kediri, Jumat (5/12). Kegiatan ini diikuti sekitar 400 anak penyandang disabilitas dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP, lengkap dengan pendampingan 127 guru pendamping khusus.

    Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan Kota Kediri, Sulthon Arfiansyah, menyampaikan bahwa peringatan ini menjadi momentum untuk menguatkan kesadaran masyarakat bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dalam pendidikan dan kontribusi sosial.

    “Pendidikan inklusif adalah amanat undang-undang sekaligus kebutuhan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa setiap anak berhak belajar, berprestasi, dan berperan dalam masyarakat tanpa stigma,” ujarnya.

    Sulthon juga menekankan pentingnya sinergi antar-pihak mulai pemerintah, orang tua, komunitas hingga swasta untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang benar-benar inklusif. Peringatan ini, lanjutnya, menjadi bentuk komitmen Kota Kediri dalam mengimplementasikan berbagai regulasi, mulai Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional hingga Peraturan Gubernur Jawa Timur tentang penyelenggaraan pendidikan inklusif.

    Dalam sambutannya, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati turut memberikan pesan inspiratif kepada seluruh anak yang hadir. Ia menegaskan bahwa setiap anak memiliki potensi unik yang harus difasilitasi.

    “Kita semua yaitu pemerintah, pendidik, orang tua, dan masyarakat punya tugas membuka jalan, memberi akses, dan menyediakan ruang belajar yang ramah serta inklusif. Di Kota Kediri, kita menyaksikan banyak prestasi luar biasa dari anak-anak disabilitas, dari seni, olahraga, akademik, hingga wirausaha,” ungkapnya.

    Mbak Wali juga memaparkan sejumlah langkah Pemkot Kediri dalam memperkuat ekosistem pendidikan dan pelayanan inklusif. Di antaranya, penetapan seluruh SD dan SMP negeri sebagai sekolah inklusif, peningkatan kapasitas guru pendamping, serta peningkatan fasilitas publik ramah disabilitas seperti jalur kursi roda, ruang tunggu inklusif, dan layanan administrasi yang memudahkan penyandang disabilitas.

    “Perda Nomor 5 Tahun 2024 kini menjadi payung hukum kuat agar hak, perlindungan, dan pemberdayaan penyandang disabilitas terus berjalan,” tambahnya.

    Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Mandung Sula, menyebut bahwa tantangan terbesar pendidikan inklusif adalah kesiapan sekolah dalam menerima siswa dengan kebutuhan khusus. Karena itu, pihaknya tengah memperkuat ketersediaan guru pendamping dan pelaksanaan asesmen untuk memetakan kebutuhan setiap anak.

    “Setiap sekolah wajib siap menerima anak inklusi. Tidak boleh ada perbedaan. Asesmen akan kami fasilitasi, dan guru pendamping terus kami siapkan agar layanan pendidikan berjalan profesional dan sesuai kebutuhan anak,” jelasnya.

    Melalui Gebyar Inklusi 2025 ini, Kota Kediri tidak hanya merayakan Hari Disabilitas Internasional, namun sekaligus mempertegas arah kebijakan pendidikan yang menempatkan kesetaraan dan aksesibilitas sebagai prioritas. Pemerintah berharap, dengan dukungan semua pihak, lingkungan pendidikan yang inklusif dapat semakin mengakar dan membuka kesempatan lebih luas bagi seluruh anak untuk meraih prestasi terbaik mereka. ***

    Reporter: Inggar Tania Laurina

    Gebyar Inklusi kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleMengenal Sosok Marcos Reina, Pelatih Persik Kediri Pengganti Ong Kim Swee
    Next Article Jelang Nataru, Kejari Kediri Gelar Gerakan Pasar Murah

    Info Lainnya

    Kemunculan Satwa Lindung di Kandang Kambing Gegerkan Warga Kediri

    11 April 2026 - 15:07

    Tak Bisa Santai, ASN Kediri Jalani WFH dengan Sistem Pengawasan Super Ketat

    11 April 2026 - 15:03

    WFH ASN Kediri Dimulai, OPD Wajib Hemat Anggaran dan Kurangi Dinas Luar

    10 April 2026 - 02:41

    Persik Kediri Optimis Curi Kemenangan di Bangkalan, Kekuatan Tim Mulai Pulih

    10 April 2026 - 02:37

    Monitoring PKL di Simpang Lima Gumul, Satpol PP Kediri Masih Temukan PKL Mangkal di Luar Waktu yang Ditentukan

    9 April 2026 - 13:21

    Endang Kartika Sari Resmi Ditunjuk sebagai PJ Sekda Kediri, Dorong Kinerja Pemerintahan Lebih Optimal

    9 April 2026 - 13:17
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Lonjakan Harga Kacang Tanah, Nasi Pecel di Kediri Terpaksa Naikkan Harga

    11 April 2026 - 18:11

    Kemunculan Satwa Lindung di Kandang Kambing Gegerkan Warga Kediri

    11 April 2026 - 15:07

    Tak Bisa Santai, ASN Kediri Jalani WFH dengan Sistem Pengawasan Super Ketat

    11 April 2026 - 15:03

    WFH ASN Kediri Dimulai, OPD Wajib Hemat Anggaran dan Kurangi Dinas Luar

    10 April 2026 - 02:41

    Persik Kediri Optimis Curi Kemenangan di Bangkalan, Kekuatan Tim Mulai Pulih

    10 April 2026 - 02:37
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.