Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Kasus Kekerasan Anak Meningkat, Pemkab Kediri Intensifkan Edukasi Anti-Bullying di Sekolah

    16 Juli 2026 - 20:26

    Rumah Janda di Kediri Ludes Dibakar Mantan Suami, Kerugian Capai Rp1 Miliar

    16 Juli 2026 - 20:16

    Candi Tegowangi Jadi Panggung Sastra Saraswati Sewana Yatra 2026

    16 Juli 2026 - 20:07
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Kasus Kekerasan Anak Meningkat, Pemkab Kediri Intensifkan Edukasi Anti-Bullying di Sekolah

    Kasus Kekerasan Anak Meningkat, Pemkab Kediri Intensifkan Edukasi Anti-Bullying di Sekolah

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 16 Juli 2026 - 20:26
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Kediri.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Pemerintah Kabupaten Kediri terus memperkuat upaya pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Langkah ini dilakukan agar seluruh peserta didik dapat belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

    Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kediri adalah Nurwulan Andadari mengatakan, seluruh satuan pendidikan telah bertekad mewujudkan sekolah yang ramah anak dan bebas dari segala bentuk kekerasan khususnya dalam masa MPLS ini.

    “Jadi dengan MPLS ini saya pikir semua sekolah, semua jenjang pendidikan sudah bertekad untuk mereka bebas dari bullying maupun kekerasan yang lain,” katanya.

    Meski demikian, lanjutnya, kasus bullying sejatinya bukan persoalan baru. Karena itu, penguatan karakter dan ketahanan mental anak menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.

    Menurutnya, lingkungan keluarga memegang peran besar dalam membentuk karakter anak. Bahkan, tidak sedikit pelaku bullying yang justru pernah menjadi korban kekerasan di rumah.

    “Kadang-kadang memang pelaku bullying ini bisa-bisa menjadi korban bullying di rumahnya sendiri yang mungkin kadang kita sebagai orang tua juga tidak sadar gitu. Sehingga monggo kita menjadi orang tua dan keluarga yang ramah dan mau mendengarkan anak-anak sehingga mereka juga tidak jadi pelaku,” jelasnya.

    Dalam hal ini, DP2KBP3A juga terus menggencarkan edukasi ke sekolah-sekolah selama pelaksanaan MPLS. Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya bullying, siswa juga dikenalkan dengan saluran pengaduan apabila mengalami atau mengetahui adanya tindak kekerasan.

    “Jadi ini MPLS ini kita juga beberapa kali diundang oleh sekolah-sekolah untuk selalu menyampaikan bullying, kita juga selalu menyampaikan ke pihak sekolah ini loh kalau mau mengadu ke ini. Kalau mau mengadu ke nomor sana, mengadunya di sini. Sehingga kita bisa antisipasi dari awal,” terangnya.

    Dalam setiap penanganan kasus bullying, DP2KBP3A mengedepankan pendampingan psikologis bagi korban agar tidak mengalami trauma berkepanjangan maupun putus sekolah.

    “Ya, bullying ini memang setiap kasus bullying itu kadang-kadang dampaknya ada yang wow banget, ada yang sederhana gitu ya. Sehingga pasti penguatan psikologisnya dulu dan jangan sampai mereka putus sekolah. Sebetulnya itu aja sih harapannya,” katanya.

    Selain bullying, DP2KBP3A juga menyoroti meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap anak yang sebagian besar dilakukan oleh orang terdekat korban. Karena itu, edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan keberanian untuk speak up terus diperkuat.

    “Saat ini memang penguatan kesehatan reproduksi pada anak-anak ini masih terus kita sampaikan sehingga mereka tahu kapan mereka harus segera melaporkan atau mengamankan dirinya pada saat ada sesuatu yang mengancam,” tegasnya.

    Andadari menyebutkan, tren kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Kediri juga turut mengalami peningkatan. Jika sepanjang tahun 2025 lalu tercatat sekitar 70 kasus, hingga Mei 2026 jumlahnya sudah mendekati 50 kasus.

    “Jadi kalau tahun kemarin itu kita setahun kan sekitar 70 ya. Ini kemarin sampai Mei kita sudah di hampir 50,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Sekolah Mokhamat Muhsin menegaskan setiap sekolah telah membentuk tim pencegahan bullying sebagai bentuk komitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman.

    “Tentu kita selama ini selalu memberikan arahan kepada sekolah ya agar bullying ini benar-benar dicegah ya dengan memberikan pendidikan pada anak, memberikan pemahaman kepada seluruh warga sekolah untuk saling menghormati, saling menghargai, saling mencintai, saling memulyakan. Targetnya zero bullying ya, di semua sekolah tidak ada bullying,” tegasnya.

    Ia menambahkan, hingga hari kedua pelaksanaan MPLS, seluruh kegiatan berjalan sesuai pedoman. Suasana belajar juga berlangsung kondusif dengan antusiasme tinggi dari para siswa.

    “Alhamdulillah selama berlangsungnya MPLS masih berjalan sesuai dengan pedoman ya. Bahkan anak-anak happy ya di kelas di luar kelas,” pungkasnya. [nik/ang]

    Kabupaten Kediri Kekerasan Anak Kediri MPLS Kediri Pemkab Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleRumah Janda di Kediri Ludes Dibakar Mantan Suami, Kerugian Capai Rp1 Miliar

    Info Lainnya

    Rumah Janda di Kediri Ludes Dibakar Mantan Suami, Kerugian Capai Rp1 Miliar

    16 Juli 2026 - 20:16

    Diduga Tersengat Listrik, Wanita Muda Ditemukan Tak Bernyawa di Rumah Kontrakan Gampengrejo

    16 Juli 2026 - 07:38

    Cegah Bullying, Sekolah Rakyat Kediri Terapkan Pendampingan di Setiap Aktivitas Siswa

    15 Juli 2026 - 17:42

    BNN Kediri Wanti-wanti Ancaman Narkoba dalam Liquid Vape pada Pelajar

    15 Juli 2026 - 17:36

    Murid Terus Menyusut, SDN Gadungan 2 Kediri Kini Tanpa Siswa Kelas I

    15 Juli 2026 - 17:30

    Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri Mulai MPLS, Mas Dhito Soroti Kesiapan Asrama hingga Kebutuhan Siswa

    14 Juli 2026 - 17:45
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Kasus Kekerasan Anak Meningkat, Pemkab Kediri Intensifkan Edukasi Anti-Bullying di Sekolah

    16 Juli 2026 - 20:26

    Rumah Janda di Kediri Ludes Dibakar Mantan Suami, Kerugian Capai Rp1 Miliar

    16 Juli 2026 - 20:16

    Candi Tegowangi Jadi Panggung Sastra Saraswati Sewana Yatra 2026

    16 Juli 2026 - 20:07

    Dewi Anggraeni Terpilih Aklamasi Pimpin FSI Kabupaten Kediri, Targetkan Savate Jadi Lumbung Emas Porprov

    16 Juli 2026 - 08:31

    Diduga Tersengat Listrik, Wanita Muda Ditemukan Tak Bernyawa di Rumah Kontrakan Gampengrejo

    16 Juli 2026 - 07:38
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.