Kediri (tahukediri.id) – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Kediri pada Kamis (18/12) sore hingga malam menyebabkan Sungai Bagindo Sambirejo dan Kali Susuan meluap, akibatnya menyebabkan banjir dengan ketinggian mencapai 50–70 sentimeter di sejumlah kawasan pemukiman.
Hingga siang tadi, dari pantauan reporter tahukediri.id, ratusan rumah di pemukiman daerah Ngasem masih ada yang terendam. Di antaranya Salah satu warga terdampak, Kasmiati (53), warga Perumahan Kwadungan Permai Blok B, mengaku banjir datang tiba-tiba saat ia pulang dari rumah saudara. Saat itu hujan masih deras, namun air sempat surut. Ia baru menyadari rumahnya kemasukan air setelah mendengar suara barang-barang di dalam rumah bergeser.
“Beras yang di timbo tumpah semua, botol-botol juga pada mengambang. Saya lihat air sudah masuk rumah, akhirnya kasur saya keluarkan ke teras dan tidur di situ,” ujarnya pada reporter tahukediri, Jumat (19/12).
Kasmiati mengatakan, ketinggian air di dalam rumahnya mencapai di atas mata kaki hingga betis orang dewasa. Meski demikian, ia memilih tidak mengungsi dan hanya bertahan di teras rumah sebelum pagi hari pergi ke rumah anaknya.
“Kalau di sini memang sering banjir, terutama Blok B. Saya baru tinggal sekitar lima bulan, tapi baru kali ini air sampai masuk rumah. Biasanya nggak separah ini,” katanya.
Ia juga menyoroti sistem drainase di kawasan perumahan yang meski sudah diperbaiki, dinilai belum mampu mengatasi banjir saat hujan deras. “Gorong-gorong sudah diperbaiki, paving juga ditinggikan, tapi tetap saja banjir lagi,” keluhnya.
Sementara itu, Tim Pusdalops BPBD Kabupaten Kediri, Arif Ridwan, menjelaskan bahwa banjir dipicu kiriman air dari luapan Sungai Bangindo Sambirejo dan Kali Susuan. Dampak banjir tercatat di sejumlah titik, di antaranya Dusun Tepus dan Dusun Dlopo, dengan total 44 rumah terdampak dari area persawahan di belakang Kantor Pemkab Kediri.
“Untuk wilayah Perumahan Kwadungan Permai, banjir merendam blok B, C, D, dan F. Total ada sekitar 400 rumah terdampak dengan ketinggian air hingga betis,” jelas Arif.
Selain itu, banjir juga melanda kawasan Yura Land tepatnya di Blok D yang tercatat sekitar 60 rumah terendam. “Yuraland, tepatnya di Blok D, ada sekitar 60 rumah terdampak,” imbuhnya.
Hingga Jumat siang, meski air mulai berangsur surut, tapi beberapa rumah dan jalan di kawasan itu masih tergenang.
BPBD Kabupaten Kediri mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih tinggi dan sejumlah sungai belum sepenuhnya surut. Petugas juga terus melakukan pemantauan di wilayah rawan banjir. [nik/ang]

