Kediri (tahukediri.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab( Kediri terus menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Hal ini ditandai dengan kegiatan panen raya yang digelar pada hari Rabu (7/12/2026) di Lahan Desa Sambiresik, Kecamatan Gampengrejo, dimana juga menjadi momentum pengumuman Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bahwa Indonesia resmi mencapai swasembada beras.
Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Kediri Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Sukadi, menyampaikan bahwa capaian sektor pertanian di Kabupaten Kediri mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, luasan tanam padi tercatat sekitar 49.100 hektare. Seiring dengan dorongan program swasembada pangan nasional, Kabupaten Kediri berhasil meningkatkan luasan tanam pada 2025 sebesar kurang lebih 2.330 hektare.
“Alhamdulillah, programnya Pak Presiden dan programnya Bupati Kediri, Mas Bup, linier. Artinya, bagaimana swasembada pangan nasional ini terpenuhi dan Mas Bup, programnya adalah bagaimana kita mendukung program pemerintah, sedemikian juga bisa menaikkan kesejahteraan daripada petani. Sehingga hal-hal yang dilakukan oleh Kabupaten Kediri yang pertama, tentu menaikkan indeks pertanaman,” ujar Sukadi.
Sukadi yang juga sebagai Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri menjelaskan, peningkatan tersebut didukung oleh berbagai langkah strategis, mulai dari peningkatan indeks pertanaman, pembangunan saluran irigasi, pembangunan sumur submersible, hingga koordinasi dengan Kementerian PUPR terkait waduk dan embung untuk menjamin ketersediaan air bagi petani.
Selain itu, pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Kediri juga diarahkan ke sistem yang lebih modern dari hulu hingga hilir. “Artinya mulai pembenihan, mulai pratanam, alat-alatnya sudah nanti pakai alat-alat mekanis,” imbuhnya.
Lebih lanjut Sukadi memaparkan, dari peningkatan luasan tanam tersebut, Kabupaten Kediri mencatat kenaikan produksi padi sekitar 16.000 hingga 17.000 ton dibandingkan tahun 2024. Sementara pada panen raya kali ini, luas lahan yang dipanen mencapai sekitar 2.800 meter persegi.
Sukadi menegaskan, kegiatan panen raya ini juga menjadi wujud rasa syukur atas keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras. Berdasarkan informasi dari Kementerian Pertanian, pada 2025 dan 2026 Indonesia dipastikan tidak melakukan impor beras.
“Bulan Januari 2026 ini banyak hal yang akan menjadi agenda, yang pertama, sebagai rasa syukur kepada Allah subhanahu wa taala di 2025 kemarin, Indonesia ini stok berasnya sudah banyak,” ungkapnya.
Sementara itu, Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Kediri, Harisun, memastikan ketersediaan stok beras di wilayah Kediri dalam kondisi aman. Saat ini, Bulog Cabang Kediri memiliki stok sekitar 66.000 ton beras, yang setara dengan kebutuhan hingga 20 bulan ke depan.
“Jadi, masyarakat tidak perlu bingung, tidak perlu susah karena pemerintah dan Bulog Iya, cadang stoknya cukup luar biasa,” jelas Harisun.
Terkait capaian serapan gabah, Harisun menjelaskan, Pada tahun 2025, Bulog Cabang Kediri berhasil memenuhi target awal penyerapan 50.000 ton setara beras hingga 100 persen. Meski target dinaikkan menjadi sekitar 55.000 ton pada triwulan keempat dan hanya tercapai 92 persen, capaian tersebut tetap menjadi kebanggaan.
“Tapi (capaian penyerapan gabah) itu pun suatu kebanggaan yang luar biasa, karena pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat bahwa, Bulog dalam hal ini mewakili pemerintah siap membeli gabah dari petani dengan harga 6.500,” terangnya.
Meski demikian, Ia juga mengimbau petani agar memperhatikan kualitas gabah yang dijual ke Bulog. “Yang dibeli Bulog adalah gabah kering panen (GKP) yang memang sudah waktunya dipanen, bukan gabah yang dipanen terlalu dini atau masih bercampur kotoran,” tegasnya. [nik/ang]

