Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Dari Pasar ke Pasar hingga Kirim ke Jakarta, Sambel Pecel MT Kediri Konsisten Jaga Resep 25 Tahun

    Dari Pasar ke Pasar hingga Kirim ke Jakarta, Sambel Pecel MT Kediri Konsisten Jaga Resep 25 Tahun

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 26 Januari 2026 - 17:40
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Industri rumahan Sambel Pecel MT Kediri. [Nanik/tahukediri.id]
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Sambel Pecel MT, industri rumahan yang berlokasi di Jalan Joyoboyo, Gang 1 No. 98, Tepus, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, konsisten mempertahankan resep sambel pecel selama kurang lebih 25 tahun. Dirintis sejak awal 2000-an, UMKM ini mampu memproduksi hingga empat kuintal sambel pecel per hari dan memasarkan produknya hingga luar daerah, termasuk Jakarta.

    Pemilik Sambel Pecel MT, Mukti, mengatakan setiap hari ia mengolah lebih dari dua kuintal kacang tanah sebagai bahan utama sambel pecel. Proses produksi dimulai sejak pagi hari dan melibatkan sekitar 20 karyawan yang mayoritas berasal dari lingkungan sekitar.

    “Jam 07.00 WIB pegawai sudah datang, mulai produksi dan bungkus jam 08.00 WIB. Setiap hari produksi empat kuintal,” ujarnya, Senin (26/1/2028).

    Sebelum memiliki pelanggan tetap dan pasar luar daerah, Mukti menjajakan sambel pecelnya dari pasar ke pasar. Perempuan berusia 70 tahun itu mengaku telah mulai berjualan sambel pecel sejak tahun 1979.

    Menurut Mukti, permintaan sambel pecel meningkat signifikan menjelang Ramadan hingga Lebaran. Bahkan pada akhir pekan yang biasanya menjadi hari libur produksi, aktivitas tetap berjalan penuh untuk memenuhi pesanan.

    “Seperti sekarang ini mbak. Yang biasanya Sabtu-Minggu libur, ini tetap jalan, 4 kuintal sehari,” imbuhnya.

    Industri rumahan Sambel Pecel MT Kediri. [Nanik/tahukediri.id]

    Saat ini, harga Sambel Pecel MT dipatok Rp36 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp34 ribu. Kenaikan harga tersebut, menurut Mukti, tidak diikuti dengan pengurangan bahan baku karena menjaga kualitas merupakan prinsip utama usahanya.

    “Nggak bisa dirubah. Kalau cabai dikurangi sambelnya bisa keras. Jadi tetap pakai resep yang sama,” tambahnya.

    Ia menjelaskan, kendala utama dalam produksi bukan terletak pada harga cabai, melainkan harga kacang tanah yang cenderung fluktuatif dan sulit turun kembali ketika sudah mengalami kenaikan.

    “Kalau cabai mahal masih bisa ditoleransi, tapi kalau kacang naik ya mau nggak mau ikut naik. Tapi naiknya juga nggak bisa banyak, paling Rp2.000. Kalau cabai naiknya kan gak lama, gak sampe sebulan,” jelasnya.

    Untuk mencukupi kebutuhan bahan baku, Mukti membeli kacang tanah dari pasar grosir di Kediri dan sesekali mendatangkannya dari Pati. Ia mengaku memiliki langganan tetap dan rutin membandingkan harga untuk menekan biaya produksi.

    Industri rumahan Sambel Pecel MT Kediri. [Nanik/tahukediri.id]

    Meski berada di kawasan yang dikenal sebagai sentra home industri sambel pecel, Mukti mengaku belum pernah menerima bantuan mesin produksi dari pemerintah, meski sempat ada janji bantuan pada sekitar tahun 2005.

    “Dulu katanya mau dibantu mesin selep-an, tapi nggak pernah ada. Akhirnya bisa beli sendiri sampe sekarang,” ungkapnya.

    Kini, Sambel Pecel MT telah memiliki dua hingga tiga mesin selep, termasuk mesin pengupas kacang, untuk menunjang produksi harian.

    “Kalau dulu kan ya mesin selep-an. Itu dulu belum ada kan berharap dibantu. Tapi sampai sekarang, sampai akhirnya bisa punya sendiri,” katanya.

    Dalam menjaga kualitas, seluruh bahan baku seperti kacang tanah, cabai, dan bawang disangrai terlebih dahulu. Proses tersebut membuat sambel pecel tidak mengeluarkan minyak dan dapat bertahan hingga tiga bulan.

    Tak hanya dipasarkan secara lokal, Sambel Pecel MT juga menjangkau pasar luar daerah seperti Jakarta, Surabaya, dan Malang. Pengiriman dilakukan melalui berbagai jasa ekspedisi sesuai tujuan.

    “Kalau ke Jakarta lewat KAI, kalau Surabaya dan Malang lewat JNE. Biasanya satu koli/dus isi 20 kilogram, tergantung pesanan,” ujarnya.

    Selain penjualan langsung di rumah produksi, Sambel Pecel MT juga tersedia di sejumlah marketplace daring melalui sistem reseller.

    “Kalau buka online sendiri gak telaten. Kan biasanya pesennya sedikit-sedikit,” terang Mukti. [nik/ang]

    jatim kediri Pecel
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleCetak Generasi Qur’ani dari Kediri, Gus Qowim Hadiri Haflah Khatmil Qur’an PTQ Ma’unah Sari
    Next Article Harapan PKL Nasi Padang Jalan Joyoboyo Usai Direlokasi ke Sentra Kuliner Pasar Banjaran Kediri

    Info Lainnya

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38

    Labfor Polda Jatim Olah TKP Pembakaran Rumah Janda di Plosoklaten Kediri

    17 Juli 2026 - 22:25

    Kasus Kekerasan Anak Meningkat, Pemkab Kediri Intensifkan Edukasi Anti-Bullying di Sekolah

    16 Juli 2026 - 20:26
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.