Kediri (tahukediri.id) – Pedagang kaki lima (PKL) Nasi Padang yang selama bertahun-tahun berjualan di Jalan Joyoboyo, Kota Kediri, mulai menata harapan baru setelah direlokasi ke Sentra Kuliner Pasar Banjaran. Relokasi tersebut menjadi bagian dari penertiban PKL yang dilakukan pemerintah daerah.
Syafiardi, PKL asal Padang, Sumatera Barat, mengaku telah berjualan nasi Padang di Jalan Joyoboyo sejak tahun 2008. Selama itu pula, ia baru pertama kali mengalami penertiban dan pemindahan lokasi usaha.
“Ya baru inilah ‘kena’ penertiban. Mudah-mudahan dengan adanya relokasi ini, penjualan lebih baik,” kata Syafiardi.
Ia menilai lokasi baru di Sentra Kuliner Pasar Banjaran cukup strategis karena berada di kawasan perbatasan antara wilayah Kota dan Kabupaten Kediri, sehingga berpotensi menjangkau dua arus konsumen sekaligus.
Meski masih dalam tahap penyesuaian, Syafiardi mengaku optimistis. Ia berencana menambah gerobak sesuai fasilitas yang diberikan serta menempatkan gerobaknya di belakang Pasar Banjaran setelah jam operasional selesai.
“Saya sendiri yang masak semua menu dagangan saya. Karena kami kan PKL, sebelumnya menempati tempat liar, jadi harapannya dengan penertiban ini bisa lebih laris, lebih baik, lebih maju,” ujarnya.
Relokasi ke Sentra Kuliner Pasar Banjaran juga memberikan sejumlah kemudahan bagi pedagang. Selama tiga bulan pertama, PKL dibebaskan dari iuran tempat. Setelah masa tersebut, iuran yang dikenakan hanya sebesar Rp3.000 per hari. Fasilitas air dan listrik telah tersedia, meski untuk listrik terdapat iuran tersendiri.
Untuk menyesuaikan dengan kondisi pasar di lokasi baru, Syafiardi juga menurunkan harga menu nasi Padang yang dijualnya, dari sebelumnya Rp15.000 menjadi Rp13.000 per porsi agar lebih terjangkau bagi pembeli.
Bagi Syafiardi, relokasi ini bukan hanya soal perpindahan tempat berdagang, tetapi juga peluang untuk memperluas jangkauan pelanggan dan menata usaha secara lebih baik.
“Mudah-mudahan orang jadi lebih tahu. Insyaallah kita bisa menyesuaikan diri,” ujarnya.
Perpindahan dari gerobak pinggir jalan ke lokasi resmi menjadi bagian dari perjalanan panjang Syafiardi sebagai PKL, yang berupaya mempertahankan cita rasa masakan Padang sambil menyesuaikan diri dengan kebijakan penataan kota. [tan/ang]

