Kediri (tahukediri.id) – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan. Hal itu disampaikannya saat berkunjung ke PAUD Kelompok Bermain (KB) Thoyyiba, pada Jumat (30/1/2026).
Menurut Mbak Wali, PAUD tidak hanya berfungsi sebagai tempat anak belajar membaca, menghitung, dan menghafal. Lebih dari itu, PAUD menjadi ruang awal pembentukan karakter, nilai moral, serta kreativitas anak sejak dini.
“Di PAUD, anak-anak belajar kemandirian, kejujuran, kepercayaan diri, hingga kedisiplinan. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak baik dan berdaya saing,” ujar Mbak Wali.
Ia menekankan, penguatan PAUD merupakan investasi jangka panjang bagi daerah. Pemerintah Kota Kediri, kata dia, berkomitmen untuk terus berkolaborasi dalam mendukung pengembangan PAUD agar mampu mencetak generasi unggul di masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, Mbak Wali juga menyampaikan apresiasi kepada para tenaga pendidik PAUD yang dinilainya memiliki peran penting sekaligus tantangan besar dalam mendidik anak usia dini.
“Mendidik anak-anak PAUD itu tidak mudah. Kadang rewel, kadang lebih ingin bermain. Tapi dengan kasih sayang, anak-anak akan lebih mudah dibimbing menjadi pribadi yang lebih baik. Terima kasih atas dedikasi dan kerja keras para guru,” ucapnya.

Selain penguatan karakter, Mbak Wali menyinggung pentingnya adaptasi pendidikan terhadap perkembangan teknologi. Ia menyebut Kementerian Pendidikan tengah menyiapkan dukungan sarana pembelajaran digital, salah satunya berupa Interactive Flat Board (IFB) atau papan tulis digital interaktif.
“Pembelajaran hari ini tidak cukup hanya dari buku. Kita juga belajar dari media visual dan internet. Digitalisasi sarana pendidikan perlu terus diupayakan agar anak-anak bisa belajar dengan aman, nyaman, dan kondusif,” katanya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Iskandary yang menaungi PAUD KB Thoyyiba, KH. Zubaduzzaman atau yang akrab disapa Gus Bad, menyampaikan bahwa PAUD KB Thoyyiba berdiri sebagai bentuk pengabdian dan kepedulian terhadap pendidikan masyarakat sekitar.
“PAUD ini berdiri sejak sekitar tahun 2000. Prinsipnya sederhana, membantu tetangga dan orang-orang yang menitipkan kepercayaan untuk mendidik anak-anaknya,” tutur Gus Bad.
Ia menjelaskan, pendidikan di lingkungan yayasan mengusung konsep salaf yang tetap membuka ruang bagi anak untuk mengenyam pendidikan umum di luar. Menurutnya, perpaduan pendidikan agama dan umum menjadi bekal penting bagi generasi muda.
“Pendidikan itu dimulai dari usia dini. Dari PAUD, lalu TK, hingga jenjang berikutnya. Banyak tokoh nasional yang pernah menempuh pendidikan dari lingkungan ini,” ungkapnya.
Gus Bad berharap kunjungan Wali Kota Kediri dapat membawa semangat dan motivasi bagi yayasan serta para pendidik untuk terus berkontribusi dalam mencerdaskan generasi bangsa. [tan/ang]

