Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»Seni dan Budaya»Stasiun Ngangeni Hidupkan Ruang Publik Kawasan Stasiun Kediri

    Stasiun Ngangeni Hidupkan Ruang Publik Kawasan Stasiun Kediri

    Inggar Tania LaurinaInggar Tania Laurina Seni dan Budaya 12 Februari 2026 - 19:37
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Ruang publik di kawasan Stasiun Kediri kembali hidup melalui kegiatan Stasiun Ngangeni, sebuah inisiatif komunitas kreatif yang menghadirkan pertunjukan seni, musik, dan budaya secara terbuka. Kegiatan ini menjadi wadah ekspresi bagi para pelaku kreatif sekaligus ruang interaksi masyarakat di tengah kawasan kota.

    Inisiator Stasiun Ngangeni, Ivan Brekele, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian yang digagas oleh komunitas kreatif Kediri. Meski dilaksanakan dengan persiapan yang sederhana, Stasiun Ngangeni lahir dari semangat gotong royong dan keinginan untuk menghidupkan ruang publik secara positif.

    “Ini murni inisiatif teman-teman. Kita ingin ruang publik bisa dimanfaatkan bersama, terutama untuk seni, musik, dan budaya, dengan tetap menjaga estetika kawasan,” ujar Ivan.

    Banner Promo

    Konsep Stasiun Ngangeni dirancang inklusif dengan merangkul berbagai genre musik, seni, dan komunitas. Tidak hanya musik keroncong atau klasik, kegiatan ini juga membuka ruang kolaborasi dengan komunitas seni budaya maupun komunitas hobi lainnya. Rangkaian acara pun dirancang dinamis dan dapat berubah setiap minggunya sesuai gagasan dan kolaborasi yang dihadirkan.

    Sebagai salah satu rangkaian acara, Stasiun Ngangeni kali ini juga menghadirkan penayangan visual sejarah Kediri Tempo Dulu yang dibawakan oleh budayawan Gus Barok. Visual tersebut menampilkan perjalanan sejarah Kediri dari masa lampau hingga gambaran ke depan, sebagai upaya memperkenalkan sejarah kota kepada masyarakat melalui pendekatan seni.

    Salah satu pengisi acara yang tampil dalam kegiatan ini adalah The Amboradoel, yang membawakan live musik keroncong modern. Alunan musik yang dimainkan menciptakan suasana khas di kawasan Jalan Stasiun, menghadirkan nuansa ruang publik yang hangat dan ramai, dengan interaksi antara musisi dan pengunjung.

    Ivan berharap Stasiun Ngangeni tidak hanya dinikmati oleh warga sekitar, tetapi juga mampu menarik pengunjung dari luar daerah. Melalui pemanfaatan ruang publik yang kreatif, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong perputaran ekonomi kreatif sekaligus memperkuat citra Kediri sebagai kota dengan potensi seni dan budaya yang hidup.

    “Harapannya ini bukan untuk kelompok tertentu saja. Kita ingin masyarakat sekitar juga ikut terlibat dan mendukung, agar ruang publik ini bisa terus hidup dan memberi manfaat bersama,” pungkasnya. [Tan/ang]

    Berita Kediri Kota Kediri Musik Kediri Stasiun Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKlenteng Tjoe Hwie Kiong Kediri Gelar Ritual Songsen, Simbol Penyucian Diri Jelang Imlek
    Next Article Dana Hibah 2019-2021 Diselidiki Kejaksaan, Begini Tanggapan KONI Kupaten Kediri

    Info Lainnya

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21

    Kunjungi KDMP Sonorejo, Menko Pangan Tekankan Penyaluran Subsidi Tepat ke Masyarakat

    15 Oktober 2026 - 19:17
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.