Kediri (tahukediri.id) – Ruang publik di kawasan Stasiun Kediri kembali hidup melalui kegiatan Stasiun Ngangeni, sebuah inisiatif komunitas kreatif yang menghadirkan pertunjukan seni, musik, dan budaya secara terbuka. Kegiatan ini menjadi wadah ekspresi bagi para pelaku kreatif sekaligus ruang interaksi masyarakat di tengah kawasan kota.
Inisiator Stasiun Ngangeni, Ivan Brekele, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian yang digagas oleh komunitas kreatif Kediri. Meski dilaksanakan dengan persiapan yang sederhana, Stasiun Ngangeni lahir dari semangat gotong royong dan keinginan untuk menghidupkan ruang publik secara positif.
“Ini murni inisiatif teman-teman. Kita ingin ruang publik bisa dimanfaatkan bersama, terutama untuk seni, musik, dan budaya, dengan tetap menjaga estetika kawasan,” ujar Ivan.
Konsep Stasiun Ngangeni dirancang inklusif dengan merangkul berbagai genre musik, seni, dan komunitas. Tidak hanya musik keroncong atau klasik, kegiatan ini juga membuka ruang kolaborasi dengan komunitas seni budaya maupun komunitas hobi lainnya. Rangkaian acara pun dirancang dinamis dan dapat berubah setiap minggunya sesuai gagasan dan kolaborasi yang dihadirkan.
Sebagai salah satu rangkaian acara, Stasiun Ngangeni kali ini juga menghadirkan penayangan visual sejarah Kediri Tempo Dulu yang dibawakan oleh budayawan Gus Barok. Visual tersebut menampilkan perjalanan sejarah Kediri dari masa lampau hingga gambaran ke depan, sebagai upaya memperkenalkan sejarah kota kepada masyarakat melalui pendekatan seni.
Salah satu pengisi acara yang tampil dalam kegiatan ini adalah The Amboradoel, yang membawakan live musik keroncong modern. Alunan musik yang dimainkan menciptakan suasana khas di kawasan Jalan Stasiun, menghadirkan nuansa ruang publik yang hangat dan ramai, dengan interaksi antara musisi dan pengunjung.
Ivan berharap Stasiun Ngangeni tidak hanya dinikmati oleh warga sekitar, tetapi juga mampu menarik pengunjung dari luar daerah. Melalui pemanfaatan ruang publik yang kreatif, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong perputaran ekonomi kreatif sekaligus memperkuat citra Kediri sebagai kota dengan potensi seni dan budaya yang hidup.
“Harapannya ini bukan untuk kelompok tertentu saja. Kita ingin masyarakat sekitar juga ikut terlibat dan mendukung, agar ruang publik ini bisa terus hidup dan memberi manfaat bersama,” pungkasnya. [Tan/ang]

