Kediri (tahukedi.id) – Hasil pantauan hilal yang dilakukan Tim Hisab Rukyat di wilayah Kabupaten Kediri, Selasa (17/2/2026) di MAN 3 Kabupaten Kediri kembali dinyatakan nihil. Tinggi matahari saat terbenam dinyatakan minus satu derajat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Achmad Fa’iz, mengatakan ada dua faktor utama yang menyebabkan hilal tidak dapat teramati. Pertama, berdasarkan perhitungan hisab, posisi hilal masih berada di bawah ufuk atau minus. Kedua, kondisi cuaca di lokasi pengamatan tertutup mendung tebal sehingga semakin tidak memungkinkan dilakukan rukyat.
“Pada intinya di Kabupaten Kediri kondisinya mendung. Kebetulan hitungannya juga minus dan yang pasti tidak mungkin kan untuk dipenuhi kan untuk dilihatkan minusnya itu, karena tinggal hilalnya sudah turun duluan, jadi nggak mungkin dilihat karena minus,” katanya.
Fa’iz mengungkapkan, dalam kurun waktu sekitar tiga tahun terakhir, pelaksanaan rukyatul hilal di Kediri memang beberapa kali tidak berhasil melihat hilal. Hal ini menjadi bahan evaluasi, termasuk terkait kelayakan lokasi pengamatan.
“Ke depan mungkin iInsyaallah kita selalu berupaya, 2-3 tahun terakhir ini kita terus mencoba mencari lokasi yang mungkin lebih representatif untuk kita manfaatkan untuk Rukyatul Hilal,” terangnya.
Pelaksanaan rukyat tahun ini turut melibatkan berbagai unsur, mulai dari jajaran Kemenag, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan Islam, hingga kalangan akademisi.
Di antaranya perwakilan PBNU, Muhammadiyah, serta LDII. Selain itu, akademisi dari Universitas Islam Negeri dan perguruan tinggi keagamaan sekitar Kediri juga turut hadir.
Hasil rukyat tersebut selanjutnya akan diisbatkan melalui Pengadilan Agama Kabupaten Kediri sebagai bagian dari prosedur administratif dan pelaporan resmi ke pusat. [nik/ang]

