Kediri (tahukediri.id) – Menjelang Ramadan, tak sedikit penjual bunga musiman di Kediri berjejer di pinggir jalan, terutama di sekitar kuburan. Hal ini seiring dengan tradisi takzia sebelum memasuki bulan puasa.
Salah satunya adalah Umayah (61), ia memanfaatkan momen menjelang Ramadan di pinggir jalan, tepatnya pertigaan Tertek Pare untuk berjualan bunga. Namun menurutnya tahun ini tidak seramai sebelumnya.
“Tahun ini sepi. Ya banyak yang jualan,” katanya pada repoter tahukediri.id,” Selasa (17/2/2026).
Mahalnya bunga juga harus membuatnya putar otak agar tetap laku dengan harga pada umumnya.
“Tahun ini bunganya mahal. Kemarin saya beli ini (salah satu bunga untuk nyekar) 250 sekilo. Jadi harus diakal-akalin,” terangnya.
Selaras dengan Umayah, penjual bunga harian Ida (46) juga mengeluhkan harga bunga yang kian mahal setiap harinya. Meski begitu, ia memaklumi hal tersebut lantaran cuaca tak menentu tahun ini.
“Tahun ini paling mahal kenanga, Rp215 ribu per kilogramnya. Ya ini kan hujan terus ya, jadi mungkin kembangnya ndak mekar,” terangnya.
Ida menambahkan, bahwa libur panjang awal bulan Ramadan juga membuat penjualannya tak menentu. Seperti diketahui, tahun 2026 cuti awal bulan puasa bergandengan dengan libur Tahun Baru Imlek. “Ini kan libur panjang, jadi orang datangnya nggak menentu. Hari minggu kemarin sepi, ini besok kan puasa, rame,” terangnya.
Awal bulan puasa diprediksikan jatuh pada 19 Februari 2026. Namun bisa saja berubah bergantung hasil Sidang Isbat yang akan diselenggarakan hari ini. [nik/ang]

