Kediri (tahukediri.id) – Rayakan bulan suci Ramadan 1447 H, Masjid Agung An-Nur Pare akan menghadirkan Bazar Takjil pertama kalinya selama bulan puasa. Melibatkan lebih dari 100 pelaku UMKM, kegiatan ini sebagai bagian dari upaya memakmurkan masjid sekaligus menguatkan perekonomian masyarakat.
Ketua Takmir Masjid Agung An-Nur Kabupaten Kediri, KH. David Fuadi, menyampaikan bahwa bazar Ramadan ini menjadi yang pertama kali diselenggarakan di lingkungan masjid.
“Baru pertama kali kami mengadakan, Insya Allah ya nanti kalau bazar takjil Ramadan ini sukses, insya Allah tahun depan juga kita programkan lagi,” katanya pada reporter tahukediri.id, Rabu (18/2/2026).
Lebih lanjut Fuadi menjelaskan bahwa, peserta bazar terbuka untuk umum, khususnya pelaku usaha di wilayah Kabupaten Kediri dan sekitarnya. Namun panitia menetapkan ketentuan bahwa stan hanya diperbolehkan menjual produk siap jual, terutama kuliner dan produk UMKM, tanpa menghadirkan permainan, hiburan, maupun musik.
Bebas (daftar buka stan) dan hanya saja kami syaratkan stan-stan itu tidak ada stan permainan, kemudian stan musik-musik juga enggak ada atau stan-stan hiburan enggak ada ya. Cukup jualan-jualan takjil atau jualan-jualan yang sudah siap jual gitu loh, barang yang siap jual. Ya, produk UMKM,” tekannya.
Bukan tanpa alasan, Fuad menegaskan bahwa tujuan utama bazar Ramadan bukan semata aktivitas ekonomi, melainkan bagian dari fungsi sosial masjid.
“Artinya Masjid Agung An-Nur itu juga kita fungsikan sebagai solusi lah, solusi problem perekonomian umat. Artinya ini ikhtiar dari kami semoga Masjid Agung An-Nur ini selain sebagai tempat ibadah, tempat membaca Al-Quran, tempat mengkaji ilmu agama juga sebagai sarana untuk berbagi solusi terhadap perekonomian umat,” jelasnya.
Selain bazar, takmir Masjid Agung An-Nur juga tetap menjalankan program rutin pembagian takjil gratis. Setiap hari disediakan sekitar 200 paket takjil, dengan rincian 100 paket dari Pemerintah Kabupaten Kediri dan 100 paket dari takmir Masjid Agung An-Nur.
Untuk jadwal operasional, bazar dibuka dua sesi setiap hari, yakni pukul 17.00 WIB hingga menjelang Maghrib, lalu kembali buka setelah salat Tarawih pukul 20.00 sampai 22.00 WIB
Bazar Takjil berlokasi di area parkir timur masjid dan hingga saat ini masih dalam tahap pendirian tenda. Dari data sementara, sekitar 106 pelaku UMKM telah mendaftar, dengan jumlah stan yang disiapkan mencapai 100 unit dan berpotensi bertambah hingga kisaran 110 stan.
Selama Ramadhan, Masjid Agung An-Nur juga menggelar berbagai kegiatan keagamaan rutinan, mulai dari kajian kitab setiap sore, pembagian takjil, salat berjamaah, ceramah tematik secara singkat setelah Tarawih, tadarus Al-Qur’an hingga 22.00 WIB malam, serta kajian sebelum subuh dan tadarus pagi.
Pembukaan bazar direncanakan dimulai esok hari, Kamis, 19 Februari 2026 dengan seremoni sederhana. Pihak takmir berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan membawa dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam menggerakkan ekonomi UMKM lokal.
“Yang jelas kami berharap dengan adanya bazar Ramadan ini kami ingin agar UMKM di Kabupaten Kediri ini semakin hidup, semakin jaya dan semakin sukses. Dan tentu kami berharap agar perekonomian umat ini semakin kuat, semakin bagus dan semakin stabil,” tandas Fuadi. [nik/ang]

