Kediri (tahukediri.id) – Memasuki bulan Ramadan, jadwal latihan Persik Kediri akan mengalami perubahan, terutama dari sisi waktu pelaksanaan.
Manajer Persik Kediri Mochamad Syahid Nur Ichsan, mengatakan, sama halnya dengan musim-musim sebelumnya yang bertepatan dengan bulan Ramadan, pada tahun ini, Persik Kediri juga akan mengalami perubahan waktu latihan. Program latihan akan lebih banyak dilakukan pada malam hari.
“Tentunya menghadapi bulan Ramadan ini kan kita sudah beberapa musim kebelakang juga sudah melalui masa di mana saat kompetisi di bulan Ramadan jadi tentunya beberapa pemain pun tidak kaget, nanti kita juga akan menyelesaikan tentunya akan lebih banyak program latihan dilaksanakan di malam hari,” katanya pada awak media saat ditemui usai latihan Persik Kediri, Senin (17/2/2026).
Syahid Nur Ichsan menambahkan, bahwa program latihan malam akan diperbanyak, menyesuaikan jadwal kickoff yang kerap berlangsung pukul 20.30 WIB. Selain itu, ia menyebut tim pelatih Macan Putih juga menyiapkan pengaturan pola makan khusus bagi pemain Muslim, serta program pemulihan karena jadwal pertandingan yang padat.
“Tim pelatih sudah menyiapkan berbagai antisipasi, ditambah lagi bulan puasa ini jadwal kita disitu kan saling berdekatan jarak antara satu pertandingan lain ke pertandingan berikutnya jadi memang untuk recovery dan program latihan mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik,” imbuhnya.
Diketahui, pada laga musim lanjutan ini, Persik Kediri akan menghadapi empat pertandingan pada bulan Ramadan kali ini.
“Di bulan puasa ini sudah 4 pertandingan latihan dimulai nanti dari lawan Bayangkara sampai terakhir kita away ke Persib bandung,” ujarnya.
Sementara itu, Pelatih Persik Kediri Marcos Reina Torres, menegaskan fokus utama tim berjuluk Macan Putih saat ini adalah memperbaiki organisasi lini pertahanan sekaligus meningkatkan efektivitas serangan dalam menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC, dalam lanjutan Super League di pekan ke-22.
“Lini belakang tim memang menjadi bagian dari fokus perbaikan tim saat ini. Termasuk menjadi bagian dari program latihan dalam beberapa hari terakhir yang lebih menitik beratkan pada sektor pertahanan yang diharapkan dapat lebih baik dan berkembang,” katanya.
Marcos menyoroti gol pertama saat Persik menghadapi PSIM Yogyakarta pada pertandingan terakhir pekan lalu sebagai kesalahan yang seharusnya tidak terjadi. Meski demikian, ia menilai momen tersebut sebagai pelajaran penting bagi para pemainnya.
“Gol pertama itu adalah kesalahan buruk, gol yang konyol, dan seharusnya tidak terjadi. Namun, itu sudah terjadi dan kami harus menerimanya. Yang terpenting adalah kami belajar dan memastikan kesalahan serupa tidak terulang,” tegasnya.
Lebih lanjut, Marcos optimistis Persik Kediri mampu menunjukkan peningkatan seiring berjalannya waktu. Menurutnya, setiap pertandingan menjadi proses pembelajaran untuk membentuk tim yang lebih kuat, solid, dan konsisten.
“Kami tahu kami bisa berkembang. Kami terus bekerja, mencoba menjadi lebih baik, dan kami akan menjadi lebih baik di setiap pertandingan,” tandasnya. [nik/ang]

