Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»Seni dan Budaya»Caka Fest 3 Tampilkan 15 Ogoh-ogoh Bertema Jawa, Ribuan Warga Padati Museum Sri Aji Joyoboyo Kediri

    Caka Fest 3 Tampilkan 15 Ogoh-ogoh Bertema Jawa, Ribuan Warga Padati Museum Sri Aji Joyoboyo Kediri

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti Seni dan Budaya 9 Maret 2026 - 04:33
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Festival budaya ogoh-ogoh menyambut perayaan Tahun Baru Saka umat Hindu, Caka Fest 3 kembali digelar di Kediri, Minggu (8/3/2026). Kali ini bertempat di Museum Sri Aji Joyoboyo, yang juga sekaligus sebagai sarana memperkenalkan kekayaan budaya lokal Kediri kepada masyarakat luas.

    Ketua Pelaksana Caka Fest 3, Maden Widyan Prayanoka, menjelaskan bahwa istilah Caka Fest berasal dari kata Saka yang berarti tahun baru dan Fest yang berarti festival. Secara keseluruhan, Caka Fest merupakan festival tahun baru umat Hindu yang dikemas dalam bentuk kegiatan budaya.

    “Pada tahun ini spesial di Museum Kabupaten Kediri karena kita tujuannya adalah ingin mem-branding dari museum itu sendiri, dari ogoh-ogohnya itu sendiri mengenalkan kepada orang luar, masyarakat luar bahwa Kediri ini sendiri punya kebudayaan yang amat sangat unik, tidak kalah dengan daerah-daerah yang lainnya. Di Kediri juga ada ogoh-ogoh, juga ada museum, juga ada arca,” jelasnya.

    Caka Fest sendiri telah memasuki penyelenggaraan yang ketiga. Dua edisi sebelumnya digelar di kawasan Tugu Garuda Pare, sementara tahun ini dipindahkan ke Museum Sri Aji Joyoboyo. Pemilihan lokasi baru ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi pengunjung.

    Lebih lanjut Maden menjelaskan, salah satu hal yang membedakan Saka Fest tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya adalah fokus pada budaya lokal Kabupaten Kediri. Hal itu terlihat dari konsep ogoh-ogoh yang sebagian besar mengangkat unsur budaya Jawa.

    “Bisa lihat bahwa beberapa ogoh-ogoh, bukan hanya beberapa sebenarnya, hampir keseluruhan ogoh-ogoh ini mengusung tema Jawa, menggunakan batik, karena kami tujuannya memang ingin mengenalkan batik yang ada di Kediri, Jawa Timur pada khususnya, seperti itu,” terangnya.

    Ketua PHDI Kabupaten Kediri, Yuliono, menambahkan, penempatan festival ogoh-ogoh di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri ini juga karena lokasi di Tugu Garuda Pare berada di fasilitas umum dan sering menimbulkan kemacetan panjang.

    “Ini sebetulnya sudah kita laksanakan di Tugu Garuda Pare. Yang satu sama dua cuma di sana terkendala karena masuk fasilitas umum. Ini kita revisi agar jalan provinsi tidak macet terlalu panjang. Makanya kita alihkan di dinas pariwisata sini untuk kegiatan Caka Fest,” ujarnya.

    Menariknya lagi pada pelaksanaan Caka Fest tahun ini juga bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Namun panitia memastikan kegiatan tetap berjalan dengan memperhatikan toleransi antarumat beragama.

    “Pembukaan dilakukan sebelum waktu magrib. Saat waktu berbuka puasa kami berhenti sejenak, kemudian acara dilanjutkan kembali setelah salat tarawih. Ini bentuk saling menghargai antarumat beragama,” kata Yuliono.

    Sementara itu, mewakili Pemerintah Kabupaten Kediri, Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri, Patariha, dalam sambutannya mengapresiasi terselenggaranya Caka Fest 3 yang dinilai mampu menjadi wadah ekspresi seni sekaligus promosi budaya daerah.

    “Caka Fest merupakan kegiatan budaya yang memiliki makna penting, khususnya bagi umat Hindu. Di sisi lain, festival ini juga menjadi sarana strategis untuk mempromosikan potensi budaya Kabupaten Kediri melalui kreativitas seni ogoh-ogoh yang mengangkat kearifan lokal,” ujarnya.

    Ia juga menambahkan bahwa Museum Sri Aji Joyoboyo terbuka untuk masyarakat umum sebagai fasilitas kebudayaan yang dapat dimanfaatkan bersama.

    Festival ogoh-ogoh di museum ini disambut baik oleh masyarakat. Antusias mereka terlihat sejak pagi dimana sebanyak 15 ogoh-ogoh dari 14 Kecamatan di Kabupaten Kediri dipamerkan mulai pukul 08.00 WIB.

    Salah satunya Heni Suci Pertiwi (33) dari Desa Sambirojong, mengaku senang dengan penyelenggaraan festival di lokasi baru yang dinilai lebih nyaman.

    “Kalau di sini lebih luas dan anak-anak bisa melihat dengan jelas. Tahun lalu di Tugu Garuda agak sempit sehingga banyak yang tidak bisa melihat dengan leluasa. Tidak safety untuk anak-anak,” katanya.

    Suasana semakin ramai dimana ribuan masyarakat memenuhi Amphitheater saat pertunjukan ogoh-ogoh dari masing-masing peserta ditampilkan.

    Melalui Caka Fest, panitia berharap kegiatan ini dapat terus menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat identitas budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Kabupaten Kediri kepada masyarakat yang lebih luas. [nik/ang]

    Berita Kediri Kabupaten Kediri Ogoh Ogoh Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleAnggraini Cookie’s Kediri: Hobi Memasak Yuni Dwi Prastiwi Berbuah Omzet Puluhan Juta, Kue Keringnya Tembus Luar Negeri
    Next Article Relawan Suket Teki Nusantara Kediri Tebar Kebaikan, Bagikan 1.500 Paket Takjil di Tiga Kecamatan

    Info Lainnya

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38

    Kasus Kekerasan Anak Meningkat, Pemkab Kediri Intensifkan Edukasi Anti-Bullying di Sekolah

    16 Juli 2026 - 20:26
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.