Kediri (tahukediri.id) – Seorang anak dilaporkan tenggelam di Sungai Bendo Mongal di di Dusun Tiron, Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, pada Minggu (15/3/2026) siang. Hingga hari ini, Senin (16/3/2026) pencarian masih dilakukan dengan bantuan personil dari Basarnas Trenggalek.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kediri saat ini adalah Stefanus Djoko Sukrisno menyampaikan, peristiwa tersebut Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB ketika korban Arfan Hamada (7), warga Kediri yang merupakan siswa kelas 1 MI Selotopeng bermain di sungai bersama seorang temannya. Saat itu korban diketahui berenang di Sungai Bendo Mongal sebelum akhirnya diduga tenggelam dan terbawa arus.
“Temanya pulang tidak memberitahu ke orangtuanya Arfan karena takut dimarahi, sehingga pada pukul 17:30 WIB dicari-cari oleh warga dan orangtuanya di sepanjang sungai karena kebiasaan mancing di sungai Bendo Mongal dan diketemukan sepeda di area menuju sungai Bendo Mongal,” katanya.
Kemudian, lanjutnya ditelusuri ke teman yang bermain bersama di sungai sekitar pukul 21.00 WIB. Akhirnya mengaku jika korban sempat berenang di sungai sebelum tenggelam.
“Laporan kejadian diterima oleh BPBD Kabupaten Kediri pada pukul 21.45 WIB. Tim kemudian langsung berangkat menuju lokasi pada pukul 21.47 WIB dan tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 22.13 WIB,” imbuhnya.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Kediri, Pemerintah Desa Tiron, Polsek Banyakan, unsur tiga pilar, serta warga masyarakat saat ini masih melakukan monitoring dan pencarian dengan menyusuri bantaran sungai.
“Upaya pencarian dilakukan dengan metode susur sungai serta koordinasi dengan perangkat desa dan pihak terkait,” demikian keterangan dari laporan petugas BPBD di lapangan.
Untuk mendukung operasi pencarian dan penyelamatan (SAR), BPBD Kabupaten Kediri juga meminta bantuan Basarnas Trenggalek untuk melanjutkan proses pencarian yang dilakukan sampai hari ini.
“Hari ini dibuka opsar dengan bantuan personil dari Basarnas Trenggalek,” kata Djoko. [nik/ang]

