Kediri (tahukediri.id) – Arus balik Lebaran di Stasiun Kediri mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2026. Lonjakan penumpang bahkan sudah terlihat sejak H+1 Lebaran atau pada 22 Maret lalu.
Kepala Stasiun Kediri, Sifion Aris Wibowo, mengatakan bahwa peningkatan jumlah penumpang terus terjadi hingga hari ini, Rabu (25/3).
“Dari pantauan kami, arus baliknya sudah dimulai H+1 dari lebaran. Jadi, di tanggal 22 itu sudah terjadi lonjakan,” katanya.
Tercatat total penumpang naik dari stasiun Kediri dari tanggal 22-25 Maret untuk kereta jarak jauh sebanyak 5.700, lokal 5.800 penumpang.
Sedangkan untuk hari ini, jumlah penumpang kereta lokal yang berangkat dari Kediri mencapai 1.412 orang, dengan 1.587 penumpang turun di Kediri. Sementara untuk kereta jarak jauh, tercatat 1.138 penumpang berangkat dan 1.172 penumpang tiba.
Sifion menjelaskan, setelah ini diprediksi arus balik akan kembali naik pada tanggal 29 Maret dimana merupakan hari terakhir masuk sekolah. Meski tidak sebanyak pada H+1 lebaran atau mengalami penurunan sebesar 7 persen.
“Karena kalau tanggal sekarang, eh mulai besok kita sudah mulai ada penurunan. Nah, nanti akan naik lagi di tanggal 29. Karena di hari terakhir libur, anak sekolah,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menambah perjalanan kereta api di lintas Kediri selam periode lebaran. Di antaranya Kereta Gajayana tambahan relasi Malang–Gambir dengan kapasitas 400 kursi, terdiri dari delapan kelas eksekutif dan satu kelas priority.
Selain itu, terdapat pula kereta tambahan Berantas relasi Pasar Senen dengan total kapasitas 538 kursi, yang terdiri dari lima kereta eksekutif dan empat kereta ekonomi.
Tak hanya penambahan armada, KAI juga melakukan peningkatan pelayanan di stasiun. Salah satunya dengan penataan ulang area booking untuk mengurangi kepadatan penumpang.
“Dan kami sendiri untuk peningkatan pelayanan, kemarin kita juga penataan kembali untuk area booking, karena selama ini tempatnya masih terlalu padat saat proses booking. Kita mulai penataan lagi agar lebih luas lagi, juga biar tidak terjadi penumpukan di area booking,” lanjutnya.
Adapun tujuan favorit penumpang pada arus balik tahun ini didominasi wilayah Jawa Barat, Jakarta, dan Jawa Tengah.
Menurut Sifion, Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah penumpang tahun ini mengalami peningkatan sekitar 30 hingga 40 persen.
“Ya, Alhamdulillah, data dari dibandingkan dengan tahun kemarin hingga tahun sekarang ada peningkatan. Berarti kereta api kan masih ada, masih menjadilah favorit untuk para pemudik untuk melakukan lebaran. Dari situ kita berusaha untuk meningkatkan pelayanan,” tandas Sifion. [nik/ang]

