Kediri (tahukediri.id) – Pasca libur lebaran Hari Raya Idul Fitri , Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri menggelar Apel Besar ASN sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Kediri ke-1222, Rabu (25/3/2026).
Mewakili Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa, menegaskan dalam sambutannya, bahwa apel tersebut bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan momentum penting untuk mengawali kembali pelayanan publik secara optimal setelah libur panjang.
“Mari kita jadikan apel hari ini bukan sekadar rutinitas seremonial. Jadikan ini sebagai penanda bahwa setelah Ramadan, setelah Idul Fitri dan di momentum Hari Jadi Kabupaten Kediri, kita bangkit dengan semangat baru, kerja yang lebih kuat dan pengabdian yang lebih nyata,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa ukuran kinerja ASN bukan sekadar kehadiran atau lamanya bekerja di kantor, melainkan sejauh mana dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
“Ukuran kerja kita adalah manfaat, sejauh mana outcome-nya bagi masyarakat. Apakah masyarakat merasa dilayani? Apakah persoalan berkurang? Apakah? Apakah program berjalan tepat sasaran dan apakah kehadiran pemerintah membawa dampak?,” ujarnya.
Dewi juga menyoroti sejumlah pekerjaan rumah pemerintah daerah, di antaranya penurunan angka kemiskinan yang saat ini berada di kisaran 9,81 persen, serta penanganan stunting yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
“Di sektor kesehatan, stunting kita harus terus ditekan. Ini juga tidak cukup dikerjakan oleh Dinkes. Maka, dinas-dinas terkait juga harus bisa memiliki kesadaran untuk saling bahu-membahu, saling membantu,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan pelayanan publik secara umum agar masyarakat merasakan kehadiran pemerintah secara nyata.
“Terkait pelayanan publik, Mas Bupati berharap tolong dijaga kualitas dan semangatnya untuk melayani masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Kediri, R. Randy Agatha Sakaira, menjelaskan bahwa apel besar ini bertujuan memastikan kesiapan ASN setelah masa cuti. Menurutnya, seluruh ASN yang diundang hadir mengikuti apel, kecuali yang menjalankan Work From Anywhere (WFA) yang sebelumnya telah diajukan dan disetujui.
“Ada beberapa OPD dan sekitar 77 orang ASN yang mengajukan untuk WFA. Maka, pagi hari ini hanya untuk sifatnya memastikan dan beberapa tadi pesan dari sambutan Mas Bupati itu terkait ya kembali untuk melakukan dan memastikan pelayanan khususnya yang berkaitan dengan masyarakat bisa berjalan baik mulai hari ini,” terangnya.
Ia juga menegaskan bahwa kedisiplinan ASN tetap menjadi perhatian serius. Hal tersebut akan dilakukan melalui pemantaian presensi ASN setiap harinya.
“Perlu kami jelaskan, kami bisa memantau secara online dari presensi masing-masing ASN, dari semua ASN, baik dari baik dari titik koordinatnya, kemudian dari waktunya. Sehingga, baik yang misal melebihi waktu jam masuk untuk hari rutin seperti ini adalah 7.15 misal. Baik yang lebih dari itu, pasti akan termonitor. Karena hal ini juga ada hubungan, ada hubungannya nantinya juga dengan tambahan penghasilan ya. Nanti pengurangannya ada di sana,” paparnya.
Randy menambahkan, pelanggaran seperti keterlambatan atau ketidakhadiran akan berdampak pada tambahan penghasilan, bahkan dapat berujung sanksi disiplin jika terjadi secara berulang.
“Nanti berjenjang hukuman disiplin itu berjalan. Mulai yang paling ringan, ringan itu juga jenis hukumannya masih ada eh yang ringan, sedang, berat, kemudian sedang sendiri masih ada yang ringan, sedang, berat, termasuk yang hukuman berat misal 10 hari berturut-turut tidak eh masuk kerja, otomatis pasti akan dilakukan pemberhentian,” tegasnya.
Pihaknya berharap, pasca libur Lebaran, seluruh ASN diharapkan segera menyesuaikan kembali dengan jam kerja normal dan langsung fokus pada pelayanan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Dewi turut menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh ASN dan masyarakat Kediri, seraya berharap momentum yang juga peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222 ini menjadi titik awal peningkatan semangat pengabdian.
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222, tahun ini mengusung tema “Kediri Berbudaya, Kediri Berdaya”. Tema tersebut mencerminkan tekad untuk membangun daerah yang maju tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya.
“Dirgahayu Kabupaten Kediri ke-1222. Semoga Kabupaten Kediri semakin maju, semakin kuat, semakin berdaya saing, dan semakin sejahtera masyarakatnya, bahagia dan Gemah Ripah Loh Jinawi,” tandas Dewi Maria Ulfa. [nik/ang]

