Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    BPR Bank Kota Kediri Berubah Jadi Perseroda, Pemkot Targetkan Kontribusi PAD Meningkat

    16 September 2026 - 17:44

    279 Atlet dari 24 Kota-Kabupaten Ramaikan Kejurprov Senam Gimnastik Jatim di Kediri

    16 September 2026 - 16:50

    Pembulian atau Perundungan: Pengertian, Bentuk, Dampak, dan Cara Mencegahnya

    16 September 2026 - 16:25
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»Seni dan Budaya»Keterbatasan Bukan Halangan, Siti Musripah Bukti Disabilitas Bisa Berkarya dan Berdaya

    Keterbatasan Bukan Halangan, Siti Musripah Bukti Disabilitas Bisa Berkarya dan Berdaya

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti Seni dan Budaya 1 Mei 2026 - 17:42
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Siti Musripah, perajin rajut asal Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. [nanik/tahukediri.id]
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Keterbatasan tidak menjadi penghalang bagi Siti Musripah, asal Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri terus berkarya.

    Berawal dari coba-coba merajut pada tahun 2014, perempuan berusia 40 tahun ini berhasil mengembangkan usaha kerajinan rajut “Siti Handmade” yang dipelajarinya secara otodidak menjadi sumber penghasilan utama.

    “Pertama coba-coba, karena lucu (lihat rajutan) trus pengerjaannya cepet,” katanya saat ditemui.

    Banner Promo

    Produk buatannya yang unik dan penuh kreativitas banyak diminati pelanggan dari berbagai daerah seperti Bojonegoro, Madiun, Bali bahkan pernah menembus luar negeri.

    Berbagai produk rajutan berhasil Siti buat, mulai dari dompet, tas, hingga gantungan kunci. Namun, gantungan kunci menjadi produk paling laris di pasaran. Bentuk-bentuk seperti teddy bear dan bebek menjadi favorit pembeli. “Yang ramai gantungsn kunci,” katanya.

    Menurut Siti pemesana dalam jumlah besar biasanya dijual kembali. Bahkan, dalam satu bulan, pesanan di Bali bisa mencapai 200 hingga 400 unit dalam sebulan.

    Sementara dalam sehari, Siti mampu memproduksi sekitar 5 hingga 20 item, bergantung tingkat kesulitan. Harga produknya pun bervariasi, mulai dari Rp8 ribu hingga Rp35 ribu.

    Pemasaran dilakukan secara online melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook, serta pemesanan langsung via WhatsApp. Cara ini terbukti efektif memperluas jangkauan pasar. “Yang paling sering Bojonegoro sama Madiun,” imbuhnya.

    Selain melayani pesanan individu, Siti juga kerap menerima order dalam jumlah besar untuk kebutuhan souvenir berbagai acara, seperti Lebaran dan Natal. Desain produk biasanya menyesuaikan tema, seperti karakter berhijab saat Lebaran.

    Dalam kesehariannya, Siti merajut sejak pukul 06.00 WIB hingga malam hari. Di atas kursi rodanya, semua proses ia kerjakan sendiri tanpa bantuan. Namun bukan berarti tanpa hambatan, kehabisan benang ketika proses pengerjaan tinggal sedikit kerab menjadk kendalanya.

    “Kendalanya itu bahannya kalau kehabisan kurang sedikit, benangnya habis,” ujarnya.

    Untuk proses produksi, Siti menggunakan bahan benang jenis milk cotton yang dinilai lebih halus, empuk, dan ringan. “Benangnya pesan. Biasanya lewat Shopee. Milk cotton kalau di Kediri Jarang,” jelasnya.

    Selain berwirausaha, Siti juga aktif tergabung dalam komunitas Disabilitas Kediri Tangguh (DIKTA). Melalui komunitas yang kerap menggelar event tersebut, ia berkesempatan memperkenalkan produknya ke masyarakat luas.

    Ke depan, ia berharap dapat mengembangkan usahanya ke skala yang lebih besar, bahkan seperti produksi pabrik, serta membuka toko online yang lebih luas jangkauannya. [nik/ang]

    Berita Kediri Kerajinan Kediri Siti Musripah
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleMantan Ketua GP Ansor Nahkodai PERPANI Kupaten Kediri
    Next Article Usai Sosialisasi, Pemkab Kediri Tindak PKL Bandel di Kawasan SLG

    Info Lainnya

    BPR Bank Kota Kediri Berubah Jadi Perseroda, Pemkot Targetkan Kontribusi PAD Meningkat

    16 September 2026 - 17:44

    279 Atlet dari 24 Kota-Kabupaten Ramaikan Kejurprov Senam Gimnastik Jatim di Kediri

    16 September 2026 - 16:50

    Pembulian atau Perundungan: Pengertian, Bentuk, Dampak, dan Cara Mencegahnya

    16 September 2026 - 16:25

    Kebakaran Melanda Area Bulog Kediri, Dua Gudang Berisi Beras Rp10 Miliar Berhasil Diselamatkan

    16 September 2026 - 15:33

    Bukan Cuma Harga Beras Naik, Kemarau Kini Ancam Produksi Penggilingan di Kediri

    15 September 2026 - 20:18

    Gerebek Judi Sabung Ayam di Kandat Kediri, Polisi Bakar Bekas Perlengkapan

    15 September 2026 - 18:01
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    BPR Bank Kota Kediri Berubah Jadi Perseroda, Pemkot Targetkan Kontribusi PAD Meningkat

    16 September 2026 - 17:44

    279 Atlet dari 24 Kota-Kabupaten Ramaikan Kejurprov Senam Gimnastik Jatim di Kediri

    16 September 2026 - 16:50

    Pembulian atau Perundungan: Pengertian, Bentuk, Dampak, dan Cara Mencegahnya

    16 September 2026 - 16:25

    Kebakaran Melanda Area Bulog Kediri, Dua Gudang Berisi Beras Rp10 Miliar Berhasil Diselamatkan

    16 September 2026 - 15:33

    Bukan Cuma Harga Beras Naik, Kemarau Kini Ancam Produksi Penggilingan di Kediri

    15 September 2026 - 20:18
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.