Kediri (tahukediri.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri kembali menggelar Job Fair di Conventions Hall Simpang Lima Gumul (SLG) untuk menekan angka pengangguran sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat. Di tahun 2026, kegiatan tersebut diselenggarakan selama dua hari mulai hari ini, Rabu (6/5/2026) dengan menghadirkan puluhan perusahaan dari berbagai sektor.
Mewakili Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Asisten 2 Setda Kabupaten Kediri, Sonny Subroto Maheri Laksono, mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, job fair merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor dalam membantu masyarakat masuk ke dunia kerja.
“Saya sangat-sangat berterima kasih karena Anda semua berkontribusi yang besar terhadap bagaimana mengentas, memfasilitasi rekan-rekan, adik-adik kita agar bisa masuk ke dunia industri,” katanya.
Ia menegaskan bahwa Pemkab Kediri terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja. Hal ini terbukti dari penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang sebelumnya 5,1 persen pada 2024 menjadi 4,71 persen di tahun 2025 berdasarkan data BPS.
“Pencapaian ini tentu patut kita syukuri, namun sekaligus menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus bekerja keras. Tantangan ke depan masih cukup besar dan kita tidak boleh berpuas,” tegasnya.
Menurut Sonny, job fair tidak hanya sekadar ajang rekrutmen, tetapi juga bagian dari strategi kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, pendidikan, masyarakat, dan media. Ia juga menekankan pentingnya kesesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.
“Sebenarnya harapan kita mendatang kita tidak hanya mencetak pencari pekerja, tetapi yaitu mencetak, memfasilitasi wirausaha, usahawan, wirausahawan mandiri. Tidak hanya mencari kerja tetapi bisa memberikan pekerjaan minimal untuk dirinya sendiri dan lingkungannya,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Kediri, Ibnu Imad, menyampaikan bahwa job fair tahun ini diikuti oleh 40 perusahaan dengan total 1.920 lowongan pekerjaan.
“Karena ini kan sebetulnya job bar itu kan pasar, pasar antara pemberi kerja maupun ee masyarakat yang membutuhkan pekerjaan. Jelas kalau juga memberikan informasi terkait dengan lowongan kerja yang akurat karena memang langsung dari perusahaannya sendiri,” ujarnya.
Imad mengakui bahwa tantangan ketenagakerjaan saat ini tidak hanya dirasakan oleh pencari kerja, tetapi juga perusahaan yang kesulitan mendapatkan tenaga kerja sesuai kompetensi.
Pelaksanaan Job Fair 2026 sendiri berlangsung selama dua hari. Hari pertama difokuskan pada proses rekrutmen, sedangkan hari kedua diisi dengan talkshow, termasuk pembahasan peluang magang ke Jepang melalui program IM Jepang.
Lebih lanjut Imad menjelaskan, bahwa pelaksanaan Job Fair 2026 menggunakan sistem hybrid. Artinya selain bisa datang langsung ke lokasi atau offline juga dapat dilakukan secara online melalui platform e-kerja.kedirikap.go.id yang memungkinkan masyarakat mengakses informasi lowongan kerja secara online.
Ibnu menambahkan, job fair ini terbuka untuk berbagai jenjang pendidikan, mulai dari lulusan SMP hingga perguruan tinggi. Mayoritas lowongan ditujukan untuk lulusan SMA/SMK sederajat.
“Sasarannya ini kami lumayan beragam dari mulai lulusan SD sampai S2 itu juga ada. Lulusan SMP itu ada 20 orang, SMA, SMK itu sebagian besar 1.743. Terus diploma itu bisa di D3 itu 39, S1-nya 117 orang. Ada yang pasca itu butuh satu orang,” jelasnya.
Dengan konsep hybrid dan kolaborasi berbagai pihak, Job Fair Kediri 2026 diharapkan mampu menjadi solusi konkret dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan di tengah kondisi global yang dinamis. [nik/ang]

